Satu Warna Darah untuk Kemanusiaan: Merayakan Toleransi di Tengah Masa Puasa Melalui Donor Darah di Gereja St Yoseph dan St Petrus Palembang

0 18
Panitia dan petugas donor darah dari PMI Kota Palembang berfoto bersama (Foto: Rudy Setiawan)

PALEMBANG, KATOLIKANA    –   Di saat kalender iman mencatat pertemuan sakral antara masa Prapaskah umat Katolik dan Bulan Suci Ramadhan umat Muslim, sebuah aksi nyata dilakukan untuk mengingatkan kita semua bahwa di bawah perbedaan keyakinan, kita berbagi kemanusiaan yang sama.

Minggu pagi, (15/3/2026), Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang dan Balai Pertemuan Gereja St Petrus Jln Betawi Raya Kenten Palembang berubah menjadi titik temu kepedulian. Puluhan warga dari berbagai latar belakang berkumpul untuk mendonorkan darah dalam kegiatan bakti sosial yang diinisiasi oleh DPP Paroki Santo Yoseph dan DPP Paroki St. Petrus Kenten, bekerja sama dengan PMI Kota Palembang.

Pelaksanaan donor darah di gereja St Petrus Jln Betawi Raya Kenten Palembang Minggu,(15/3/2026)

Menjawab Panggilan Kemanusiaan

Kegiatan ini dilakukan justru di saat stok darah sering kali mengalami kritis, yaitu pada masa puasa. Ketika banyak orang membatasi aktivitas fisik demi ibadah, para pendonor ini justru melangkah maju untuk memastikan mereka yang sakit tidak kehilangan harapan.

“Kebutuhan darah tidak mengenal waktu, bahkan di masa puasa sekalipun. Inilah saat di mana aksi nyata jauh lebih berbicara daripada sekadar kata-kata. Setetes darah sangat berarti bagi nyawa sesama,” ujar dr. Angela M. Leni, Ketua Panitia Donor Darah.

Di St Yoseph Palembang dari 65 pendaftar, sebanyak 61 kantong darah berhasil dikumpulkan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol dari 61 kesempatan hidup baru bagi warga Palembang yang membutuhkan, tanpa memandang apa agama atau latar belakang mereka.

Pemeriksaan awal seperti tensi dan kondisi pendonor sebelum dilakukan donor darah

Solidaritas di Balik Ketulusan

Selain donor darah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan bagi para pendonor agar mereka tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah dan keseharian dalam kondisi prima.

Pihak PMI Kota Palembang mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk sinergi yang luar biasa. Persiapan yang matang, mulai dari tidur yang cukup hingga menjaga asupan vitamin, menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama juga harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga kesehatan diri sendiri.

Salah satu umat sedang melaksanakan donor darah di aula paroki St Yoseph Palembang

Pesan Persaudaraan

Aksi yang berlangsung  ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan kemanusiaan adalah jembatan yang menghubungkan setiap perbedaan.

Ketika darah mengalir dari lengan pendonor ke kantong-kantong medis, tidak ada label agama di sana. Yang ada hanyalah warna merah yang sama warna kehidupan yang universal. Harapannya, semangat ini terus menular dan menjadi inspirasi bagi gerakan kemanusiaan lainnya di Bumi Sriwijaya.

Tentang Kegiatan: Bakti sosial donor darah ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai wujud pengabdian masyarakat dan dukungan terhadap ketersediaan stok darah nasional melalui PMI Kota Palembang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.