Putus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan, Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan KAPal bersama WKRI Sanfrades Dorong Aksi Nyata dan Ruang Aman

0 11
Peserta seminar Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan : Dari kesadaran menuju aksi nyata di Paroki Sanfrades Palembang

PALEMBANG, KATOLIKANA – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) menggelar seminar edukatif bertajuk “Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan: Dari Kesadaran Menuju Aksi Nyata”. Kegiatan ini menjadi respon atas tingginya angka kekerasan domestik dan upaya memperkuat peran komunitas dalam memberikan perlindungan bagi perempuan.

Sr Margaretha, F.Ch Ketua Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Palembang memberikan materi kepada peserta seminar

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Palembang, Sr. M. Margaretha, FCh, mengungkapkan keprihatinannya terhadap data kekerasan berbasis gender di Indonesia. Merujuk pada data sepanjang tahun 2025, tercatat ratusan ribu kasus kekerasan terhadap perempuan yang mayoritas justru terjadi di ranah domestik atau rumah tangga.

“Kekerasan terhadap perempuan tetap menjadi persoalan serius yang sering kali tertutup oleh budaya diam. Gereja dan organisasi seperti WKRI harus berani menjadi garda terdepan dalam menyediakan ruang aman, konseling pastoral, hingga pendampingan psikologis bagi korban,” ujar Sr. Margaretha di hadapan peserta yang juga dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari lingkungan RT 32.

Suasana seminar yang membedah persoalan kekerasan terhadap perempuan

Ia juga menekankan pentingnya sinergi untuk mendorong korban berani bersuara dan melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak berwenang guna memutus mata rantai trauma.

Sementara itu, Pastor Paroki Sanfrades, Romo Petrus Haryanto, SCJ, dalam sambutannya mengajak umat untuk membedah persoalan kekerasan secara objektif dan menyeluruh. Ia menekankan bahwa penyelesaian kasus kekerasan memerlukan pemahaman dari berbagai sudut pandang agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran.

“Kesadaran dan refleksi diri sangat penting dalam membangun relasi yang sehat. Kita perlu melihat setiap persoalan secara bijaksana agar tercipta lingkungan yang saling menghargai dan jauh dari tindakan koersif,” tutur Romo Petrus.

Sr Margaretha, F.Ch saat memberikan edukasi kepada masyarakat ibu ibu PKK lingkungan RT 32 dan WKRI DPC Sanfrades Palembang

Seminar ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi pemantik bagi anggota WKRI dan masyarakat sekitar untuk lebih peka terhadap indikasi kekerasan di lingkungan terdekat. Melalui edukasi ini, WKRI DPC Sanfrades berkomitmen untuk terus mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan serta penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan sosial di era modern.

Leave A Reply

Your email address will not be published.