Jakarta, Katolikana.com — Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, menegaskan bahwa Credit Union bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan suara hati masyarakat sekaligus wujud nyata inspirasi iman.
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Anggota Paripurna Tahun Buku 2025 KSP Credit Union Bererod Gratia (CUBG), Sabtu (28/3/2026), di Pusat Pastoral Keuskupan Agung Jakarta, Wisma Samadi, Klender, Jakarta Timur.
Rapat yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu dibuka dengan rangkaian lagu: Indonesia Raya, Mars Koperasi, Hymne Credit Union, Mars PUSKOPCUINA, dan Mars CUBG. Bagi Kardinal Suharyo, setiap lirik mengandung nilai-nilai yang menggetarkan hati.
“Nilai-nilai ini diyakini telah merasuk ke dalam batin keluarga besar Credit Union Bererod Gratia,” ujarnya. “Semoga nilai-nilai ini sungguh hidup dan terpancar dalam pribadi-pribadi anggotanya.”

Berakar Lokal, Berwajah Universal
Kardinal Suharyo membuka sambutannya dengan refleksi ringan namun bermakna tentang identitas CUBG.
“Bererod Gratia adalah campuran dari bahasa Betawi dan bahasa Latin—meski lokal, CU ini internasional,” katanya, disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Perpaduan dua bahasa itu, menurut Kardinal, mencerminkan semangat yang berakar kuat di tanah Betawi namun terbuka bagi nilai-nilai universal.

Lebih dari Sekadar Tata Kelola
Kardinal Suharyo menekankan bahwa menjalankan lembaga seperti Credit Union menuntut lebih dari sekadar manajemen yang baik atau sistem yang andal.
“Dibutuhkan sesuatu yang lebih dalam, yaitu inspirasi iman,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa iman dalam konteks ini bersifat universal dan tidak terikat pada satu agama tertentu. Iman, katanya, tidak cukup diungkapkan dalam kata-kata—ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Credit Union adalah satu dari sekian wujud inspirasi iman yang hidup, iman yang bekerja, melayani, dan mengangkat martabat manusia,” ujar Uskup yang menerima tahbisan episkopal pada 22 Agustus 1997 itu.
View this post on Instagram
Menuju Kebaikan Bersama
Di penghujung sambutannya, Kardinal Suharyo menyoroti peran Credit Union dalam mendorong transformasi sosial yang lebih luas.
Menurutnya, Credit Union tidak hanya mengubah kondisi ekonomi anggota, tetapi juga cara berpikir dan karakter mereka, sehingga kebaikan yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan mengalir kepada sesama—terutama mereka yang lemah dan kurang beruntung.
“Di situlah Kerajaan Allah hadir,” pungkasnya. (*)
Kontributor: Alex Amuntoda
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.