Visualisasi Kasih di Kalvari: OMK Paroki St. Yoseph Palembang Gelar Tablo Kisah Sengsara Kristus

0 16
OMK Paroki Santo Yoseph Palembang saat melaksanakan Tablo visualisasi sengsara penyaliban Yesus Jumat,(3/4/2026) Pukul 09.00 WIB ( Foto: Daris)

PALEMBANG, Katolikana.com  – Suasana haru menyelimuti Gereja Santo Yoseph Palembang pada Jumat Agung (3/4/2026). Ratusan umat Katolik larut dalam perenungan mendalam saat menyaksikan pementasan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus. Dramatisasi yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) ini menjadi sarana visualisasi Jalan Salib guna membantu umat menghayati betapa besar pengorbanan Tuhan Yesus demi menebus dosa manusia.

Visualisasi saat Yesus dihadapkan kepada Ponsius Pilatus pada Tablo OMK Paroki Santo Yoseph Palembang Pkl 09.00 Jumat, (3/4/2026)

Menghayati Cinta Sejati di Kayu Salib

Pementasan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berhasil menyedot perhatian umat yang memenuhi gereja di Jalan Sudirman 128 tersebut. Mengangkat tema “Kisah Cinta Terbesar Sepanjang Masa”, Tablo ini bukan sekadar pertunjukan seni peran, melainkan sebuah bentuk doa dan permenungan kolektif.

Umat yang hadir tampak sangat antusias dan emosional. Banyak di antaranya meneteskan air mata saat menyaksikan adegan penyaliban yang dipentaskan di depan altar. Darah penebusan yang tercurah dalam perjalanan menuju Kalvari menjadi pengingat bagi setiap pribadi akan beratnya beban dosa yang dipikul oleh Sang Juru Selamat.

Visualisasi saat Yesus wafat di kayu salib dalam tablo OMK Santo Yoseph Palembang pada Jumat, (3/4/2026) pkl 09.00 WIB

Transformasi Persiapan Menjadi Persembahan

Keberhasilan pementasan ini merupakan buah kerja keras OMK meskipun sempat diwarnai kekhawatiran. Dwi Wantoro, Koordinator Tablo, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut.

“Jujur, awalnya saya sempat khawatir karena selama proses latihan masih banyak yang bercanda dan ada pemain yang absen. Namun, saya hanya berserah dan berharap semua bisa tampil lepas. Hari ini doa itu terjawab; semua rencana terlaksana dengan lancar dan penuh penghayatan,” ungkap Toro.

Kebanggaan senada dirasakan oleh Anggit, anggota OMK yang memerankan tokoh Yesus. Baginya, peran ini adalah tantangan spiritual yang luar biasa.”Berlatih selama satu bulan untuk dicambuk hingga disalib itu berat sekali tantangannya. Tapi saya bangga dan senang diberikan kesempatan ini. Pesan saya untuk umat: teruslah berdoa dan jangan pernah melupakan Tuhan Yesus,” ujarnya.

Visualisasi ketika Bunda Maria memangku jenasah Yesush setelah diturunkan dari kayu salib pada tablo OMK Paroki St Yoseph Palembang Jumat, (3/4/2026)

Membangun Keluarga sebagai Ecclesia Domestica

Pastor Kepala Paroki Santo Yoseph, RD Hyginus Gono Pratowo, melalui Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP), Andreas Daris Awalistyo, menekankan bahwa fokus renungan Kisah Sengsara tahun 2026 di Keuskupan Agung Palembang adalah semangat “Berjaga-jaga dan Berdoa”.

Melalui visualisasi ini, diharapkan umat tidak hanya berhenti pada kesedihan, tetapi juga: Menghayati Firman dengan merenungkan sabda dan doa-doa Kristus selama perjalanan ke Kalvari. Membangun Gereja Rumah Tangga: Mendorong perwujudan keluarga sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Domestik). Memperkuat Identitas Katolik: Memotivasi keluarga kristiani agar hidupnya berlandaskan pada kekuatan kasih Kristus dan menyadari tanggung jawab sebagai murid-murid-Nya.

Dengan berakhirnya Tablo ini, umat diajak untuk memasuki sisa rangkaian Tri Hari Suci dengan hati yang lebih murni, siap menyongsong fajar kebangkitan Kristus yang menyemangati seluruh keluarga manusia.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.