Osteoarthritis adalah penyakit sendi —sering disebut pengapuran—akibat kerusakan tulang rawan, menyebabkan nyeri, kaku, dan penurunan fungsi sendi (terutama lutut, pinggul dan tulang belakang)
Katolikana.com– Osteoarthritis memang tidak populer seperti penyakit tulang keropos (Osteoporosis).
Di Indonesia angka kejadian osteoarthitis cukup tinggi yakni 65% pada usia diatas 61 tahun. Meskipun tidak menyebabkan kematian tetapi Osteoarthritis merupakan penyakit nomor 2 setelah penyakit jantung yang menyebabkan penderita mengalami keterbatasan dalam beraktivitas.
Penyakit Osteoarthritis (OA) umumnya menyerang usia di atas 40-50 tahun karena penuaan, obesitas, atau cedera.
Gejala Osteoarthritis
Gejala Utama Osteoarthritis:
Nyeri Sendi: Terasa sakit saat atau setelah beraktivitas, dan membaik saat istirahat.
Kaku Sendi: Sering dirasakan saat bangun tidur atau setelah duduk lama.
Krepitasi: Suara gesekan atau gemeretak saat sendi digerakkan.
Pembengkakan: Sendi tampak bengkak atau berubah bentuk (deformitas).
Kelemahan Otot: Massa otot di sekitar sendi berkurang.
Faktor Risiko:
Usia: Risiko meningkat seiring pertambahan usia (>40-50 tahun).
Obesitas: Berat badan berlebih menekan sendi penopang.
Cedera Sendi: Riwayat cedera atau operasi pada sendi.
Jenis Kelamin: Perempuan lebih berisiko, terutama setelah menopause.
Genetik: Riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
Adanya stress pada lutut yang berkepanjangan akibat kerja maupun berolah raga
Penanganan dan Pengobatan Osteoarthritis
Pengobatan meliputi manajemen nyeri, fisioterapi, dan gaya hidup aktif.
Obat-obatan: Paracetamol, obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti diklofenak, atau krim capsaicin untuk pereda nyeri.
Fisioterapi: Latihan fisik untuk memperkuat otot sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
Gaya Hidup: Menjaga berat badan ideal, olahraga ringan (berenang, jalan santai), dan menggunakan alat bantu jika diperlukan.
Operasi: Prosedur seperti total knee replacement (ganti sendi lutut) untuk kasus lanjut.
Pencegahan:
Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban sendi.
Rutin berolahraga yang aman untuk sendi (berenang, bersepeda statik).
Menghindari posisi tubuh yang sama dalam jangka waktu terlalu lama.
Mengurangi aktivitas yang banyak menggunakan sendi lutut seperti naik turun tangga, jongkok berdiri.
Bila sudah menderita osteoarthritis sebaiknya mengenakan dekker lutut saat beraktivitas.

Perbedaan Osteoarthritis dengan Osteoporosis
Osteoarthritis adalah penyakit pengapuran tulang, peradangan sendi kronis akibat ausnya tulang rawan, menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak.
Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan tulang yang membuat tulang rapuh dan mudah patah, sering tanpa gejala hingga terjadi patah tulang.
Dampak
Osteoarthritis berdampak pada persendian sedangkan Osteoporosis berdampak pada kepadatan tulang.
Berikut adalah perbedaan mendetail antara osteoarthritis dan osteoporosis
Definisi dan Penyebab:
Osteoarthritis (OA): Penipisan tulang rawan bantalan sendi akibat pemakaian berlebih atau penuaan, menyebabkan gesekan antar tulang.
Osteoporosis: Tulang kehilangan kepadatan dan mineral menjadi lemah, dan berlubang (keropos).
Gejala Utama:
Osteoarthritis: Nyeri sendi, kaku terutama pagi hari, bengkak, bunyi “klik” pada sendi, dan keterbatasan gerak.
Osteoporosis: Seringkali tidak ada gejala awal, hingga patah tulang (terutama pinggul, tulang belakang, tangan).
Bagian yang Diserang:
Osteoarthritis: Sendi yang menahan beban (lutut, pinggul, tulang belakang) atau sendi tangan.
Osteoporosis: Tulang secara keseluruhan (tulang belakang, pinggul, pergelangan tangan).
Diagnosis:
Osteoarthritis: Pemeriksaan fisik, Rontgen, atau MRI sendi.
Osteoporosis: Tes kepadatan tulang (pemindaian DEXA/DXA).
Penanganan:
Osteoarthritis: Obat pereda nyeri, fisioterapi, penurunan berat badan, atau operasi sendi.
Osteoporosis: Suplemen kalsium, vitamin D, dan obat untuk meningkatkan massa tulang.
Osteoarthritis dan osteoporosis keduanya dapat terjadi bersamaan terutama pada lansia, namun merupakan penyakit yang berbeda dengan penanganan yang berbeda.
Apakah Osteoarthritis dapat sembuh?
Osteoarthritis lutut progresifitasnya dapat dihambat dengan cara:
Pengobatan Non Klinis
Perubahan gaya hidup dan menjaga berat badan
Berolah raga disesuaikan dengan usia, misalnya berenang
Pengobatan Klinis
Pemberian krim / gel pada lutut
Mengkonsumsi obat analgetik oral/ obat penghilang rasa nyeri
Penatalaksanaan Fisioterapi
Cryotherapi/ kompres es apabila tanda-tanda radang masih tampak jelas
Heating / pemanasan, apabila tanda-tanda radang masig tampak.
Terapi latihan : Pasien terlentang lutut ditekuk sedikit kemudian lutut digerakkan menekan bed dan ditahan sampai 8 kali hitungan. Diulang 2 kali.
Posisi pasien duduk di kursi(duduk “ongkang-ongkang” pasien diminta untuk menekuk dan meluruskan lutut secara bergantian dengan diberi beban berupa kantong pasir.
Menghubungi dokter
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi atau reumatologi jika keluhan nyeri sendi menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
(Materi tulisan ini telah ditinjau oleh dr. Iwan Budiwan Anwar Sp. OT (Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi ) dari RS Brayat Minulya Surakarta.)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta