Surakarta, Katolikana.com – Seekor burung yang hidup bebas di alam, dengan kehendak bebas, masuk ke Warung Wedangan, Warung Hidangan Istimewa Kampung (HIK) yang jadi warung alternatif penyedia hidangan murah meriah.
Burung ini menikmati remah-remah yang jatuh di lantai Warung Wedangan.
Di tengah terik matahari, di rentang waktu makan siang, diantara kendaraan yang melintas di jalan, burung kecil ini bisa menikmati makanan yang cukup untuknya.
“Burung pipit tidak menanam, tidak menuai, dan tidak menyimpan makanan di lumbung, tetapi Bapa di surga tetap memberi mereka makan”.
Refleksi sebuah fenomena alam dan indahnya ciptaan-Nya (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta