Surakarta, Katolikana.com – Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, dan penanganan masalah kesehatan pada lanjut usia (lansia) yang umumnya berusia 60 tahun ke atas.
Pelayanan geriatri dilakukan untuk mengevaluasi kondisi fisik, fungsi kognitif, kesehatan mental, status nutrisi, hingga kemandirian aktivitas sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga fungsi tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh (biopsikososial).
Di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta, pelayanan geriatri dilakukan di Poli Geriatri. Pendekatan dalam pelayanan geriatri melibatkan tim medis multidisiplin karena lansia sering mengalami banyak penyakit sekaligus (multimorbiditas) dan penurunan fungsi organ.
Tim Geriatri di RS Brayat Minulya Surakarta terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam ( dr. A. Dhian Handaningrum Dwi Wulandari, Sp.PD.) bekerja sama dengan perawat poli rawat jalan, perawat IGD, ahli gizi, fisioterapi, dan farmasi.

Kondisi pasien yang sering ditangani di RS Brayat Minulya berkaitan geriatri, pasien dengan penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan osteoporosis akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin. Selain itu gangguan kognitif dan mental: demensia (seperti Alzheimer) dan depresi, serta kumpulan gejala umum pada lansia seperti gangguan mobilitas, mudah jatuh, kelemahan, dan inkontinensia urine (beser).
Masalah Geriatri pada lansia
Stroke
Adalah kumpulan gejala berupa defisit neurologis (kelemahan anggota gerak 1 sisi, rasa baal/tebel di anggota gerak 1 sisi, pelo, bahkan sampai penurunan kesadaran), yang timbul secara tiba-tiba, dan menetap > 24 jam akibat gangguan pembuluh darah otak (pendarahan atau penyumbatan).
Dimensia
Adalah kumpulan gejala berupa penurunan fungsi intelektual, gangguan ingatan, gangguan lainnya (gangguan motorik, persepsi, perilaku, dll) sehingga menyebabkan fungsi sosial dan aktivitas kesehariannya terganggu.
Diabetes melitus
Adalah kumpulan gejala berupa sering makan, sering haus, sering kencing, dan lambat laun diikuti berat badan menurun dan komplikasi lainnya (sering kesemutan, mata kabur, nyeri sendi).
Penyakit Tulang Sendi
Osteoporosis
Adalah kekeroposan tulang, tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah yang disebabkan kekurangan kalsium dan kehilangan kalsium, dan kehilangan kalsium dari tulang setiap harinya.
Osteoarthritis
Adalah sendi-sendi besar (umumnya lutut) terasa nyeri akibat kurangnya pelumas sehingga terjadi peradangan akibat antar tulang saling bergesekan.
Rhematoid Arthritis
Adalah peradangan pada sendi (umumnya jari pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki simetris) akibat diserang sistem kekebalan tubuhnya sendiri.
Parkinson
Adalah penyakit yang ditandai tremor (gemetar) pada tangan. Sulit memulai pergerakan dan kekuatan otot.
Inkontinensia Urin
Adalah ketidakmampuan menahan air kencing disebabkan perubahan otot dan fasia di dasar panggul.
Jatuh
Adalah suatu kejadian dimana seseorang mendadak terbaring/terduduk di tempat yang lebih rendah bisa dengan atau tanpa penurunan kesadaran dan luka. Penyebabnya gangguan gaya berjalan, kelemahan gerak otot bawah, kaku sendi, pingsan, pusing.
Ulkus Dekubitus
Adalah kerusakan atau kematian jaringan dari bawah kulit akibat penekanan suatu area tubuh dalam waktu yang lama sehingga gangguan peredaran darah di area tersebut.
Low Back Pain (LBP)
Adalah nyeri punggung bawah yang dapat disebabkan oleh kelainan pada tulang belakang seperti : HNP (syaraf terjepit), tumor, infeksi, fraktur (patah tulang), osteoporosis, spondilosis lumbalis (osteoarthritis tulang belakang).
Peningkatan kualitas hidup lansia
Berikut ini tips agar hidup tetap sehat yang direkomendasikan Tim Geriatri RS Brayat Minulya Surakarta.
Menciptakan pola makan yang baik.
Makan makanan yang mengandung zat gizi dan banyak mengandung vitamin.
Minum susu untuk mencegah tulang agar tidak keropos, karena banyak mengandung vitamin D.
Minum air 6-8 gelas per hari.
Pertahankan berat badan ideal dengan rajin berolahraga.
Menjaga agar nafsu makan tetap baik.
Aktivitas Fisik dan Senam Sendi
Jalan kaki santai 15-30 menit sehari. Senam Persendian Lansia. Gerakan memutar bahu, menekuk lutut perlahan, dan membuka-menutup jari tangan.
Berenang atau bersepeda statis. Sangat aman karena tidak membebani sendi lutut.
Nutrisi Sehat untuk Tulang dan Sendi
Apa yang dikonsumsi sangat memengaruhi kekuatan sendi. Pastikan menu harian mengandung :
Kalsium dan Vitamin D
Susu rendah lemak, tempe, tahu, dan sayuran hijau untuk memperkuat tulang.
Omega-3
Ikan kembung, tuna, atau sarden untuk membantu meredakan peradangan sendi.
Cukupi Air Putih
Minum minimal 8 gelas sehari untuk menjaga hidrasi bantalan sendi.
Kurangi Garam dan Gula berlebih untuk mencegah peradangan.
Tips Proteksi Sendi Tambahan
Jaga Berat Badan Ideal :
Setiap kelebihan 1 kg berat badan memberikan tekanan 4 kali lipat pada sendi lutut.
Berjemur Pagi :
Dapatkan Vitamin D gratis dengan berjemur di bawah matahari pagi (pukul 07.00 – 09.00) selama 10-15 menit.
Gunakan Alas Kaki yang Nyaman :
Pilih sepatu/sandal yang empuk, memiliki penopang lengkung kaki, dan tidak licin untuk mencegah risiko jatuh.
Pentingnya kesehatan sendi bagi lansia
Seiring bertambahnya usia, cairan pelumas sendi menurun dan tulang rawan mulai menipis. Menjaga sendi tetap sehat adalah kunci agar Anda tetap mandiri, bebas beraktivitas, dan bahagia Bersama cucu tercinta tanpa hambatan nyeri.
Manfaat menjaga sendi
Bebas bergerak melakukan aktivitas sehari-hari mandiri.
Mencegah risiko penyakit degenerative seperti osteoarthritis (radang sendi) dan osteoporosis.
Meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan di hari tua. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta