Katolikana.com, Yogyakarta — Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta akan memperingati seribu hari wafatnya Romo Karl-Edmund Prier, SJ melalui misa syukur, pementasan drama musikal Hidup untuk Musik, dan peluncuran buku pada Jumat (16/10/2026) di kompleks Puskat, Jalan Ahmad Jazuli Nomor 2, Kotabaru, Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan misa pada pukul 16.30 WIB di Kapel Della Strada Puskat. Berdasarkan keterangan penyelenggara, misa dijadwalkan dipimpin Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, bersama Provinsial Serikat Yesus Indonesia, Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, dan Romo Franciscus Xaverius Murti Hadi Wijayanto, SJ.
Pementasan Hidup untuk Musik akan berlangsung pada pukul 19.00 WIB di Auditorium Puskat. Drama musikal ini mengangkat perjalanan Romo Prier sejak masa kecil, remaja, hingga ditahbiskan menjadi imam Jesuit, serta pengabdiannya dalam musik liturgi.
Melalui dialog, nyanyian, dan tari, pementasan tersebut akan menghadirkan kisah panggilan dan karya Romo Prier. Musik inkulturasi yang menjadi bagian penting pelayanannya turut mewarnai pertunjukan.
Naskah ditulis Vinantius Vladimir Ivan, sedangkan penyutradaraan dipercayakan kepada Johanes Catur Wibono dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Fero Aldiansya Stefanus menggarap aransemen musik.
Iringan orkes didukung KMK ISI Yogyakarta dengan Theo Widodo sebagai dirigen ansambel. Tim PML turut menyiapkan unsur musik inkulturasi.
Kelompok Paduan Suara Terlibat
Tiga kelompok paduan suara juga terlibat, yakni Laudemus Deum dari Paroki Kedoya, Jakarta, di bawah pimpinan William Aditya; Alumni Vocalista Sonora dengan dirigen Kris Abdi Sabtomo; serta Vocalista Sonora dengan dirigen Elisabet Twitien Sezi Colasina. Para pemain telah menjalani latihan intensif sejak Agustus 2026.
Seusai pertunjukan, rangkaian dilanjutkan dengan peluncuran buku Pelayanan Liturgi yang Holistik dan Mudah Dihayati—Melangkah ke Depan Bersama Antologi Rm. Karl-Edmund Prier SJ. Buku tersebut menghimpun tulisan Romo Prier dalam majalah Warta Musik terbitan PML.
Antologi itu ditujukan bagi pembaca yang ingin mendalami pelayanan liturgi dan musik inkulturasi, termasuk seminaris, teolog, imam, petugas liturgi, dan umat awam. Peluncurannya akan dipandu pimpinan PML, Elisabet Twitien Sezi Colasina.

Warisan Musik Liturgi
Romo Prier lahir di Weinheim, Jerman, pada 18 September 1937. Ia masuk Serikat Yesus pada 1957 dan menerima tahbisan imam di Yogyakarta pada 18 Desember 1969. Menurut riwayat resmi Jesuit Indonesia, ia menjabat Direktur PML Yogyakarta pada 1971–2023.
Bersama Paul Widyawan dan para musisi Gereja, Romo Prier mengembangkan musik liturgi yang berakar pada kebudayaan Nusantara. Salah satu karya penting yang lahir dari kerja bersama tersebut ialah buku nyanyian Madah Bakti. Pelayanannya juga mencakup lokakarya komposisi, pelatihan paduan suara, serta penulisan buku musik.
Romo Prier wafat pada 21 Januari 2024 di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Pengembangan musik liturgi inkulturasi terus dilanjutkan PML, antara lain melalui Kongres Nasional Musik Liturgi Inkulturasi pada 9–11 Juli 2025. Menurut PML, gagasan kongres tersebut sempat disampaikan Romo Prier beberapa pekan sebelum wafat.
Informasi tiket pementasan dapat diperoleh melalui Toko Puskat di nomor WhatsApp 0877-3320-9000 atau PML di 0877-1056-5000. (*)
Kontributor: Danan Murdyantoro
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.