Penutupan Bulan Rosario, Umat Diajak Merenungkan Wajah Yesus

Simalungun, Katolikana.com—Umat Paroki Santo Antonius Padua Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengadakan penutupan Bulan Rosario pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB dengan perarakan sambil mendaraskan doa Rosario bersama. Umat berjalan bersama hingga tiba di lapangan paroki. Setelah perarakan selesai, umat berkumpul di aula untuk mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. Satya Graha Ginting, OFMConv.

Rosario Mengajak Umat Merenungkan Kehidupan Yesus

Dalam homilinya, Pastor Satya mengangkat kisah Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana Yesus tetap memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan, meskipun tindakan-Nya mendapat pertentangan dari orang-orang yang berpegang ketat pada aturan Sabat. Melalui kisah itu, umat diajak memahami bahwa kasih kepada sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Pastor kemudian menghubungkan pesan tersebut dengan doa Rosario. Ia menjelaskan bahwa Rosario mengajak umat merenungkan kehidupan Yesus melalui empat kelompok peristiwa, yaitu peristiwa gembira, terang, sedih, dan mulia. Keempat kelompok peristiwa itu menggambarkan perjalanan hidup Yesus, mulai dari kelahiran dan karya-Nya, penderitaan serta wafat-Nya, hingga kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

Melalui ungkapan “wajah Yesus”, Pastor Satya mengajak umat mengenal pribadi Yesus dengan merenungkan berbagai peristiwa dalam kehidupan-Nya. Dengan demikian, doa Rosario bukan hanya mengucapkan rangkaian doa, tetapi juga menyediakan waktu untuk merenungkan kehidupan dan kasih Yesus.

Bunda Maria Mengarahkan Umat kepada Yesus

Selain itu, Pastor Satya menjelaskan peran Bunda Maria dalam doa Rosario. Ia mengingatkan bahwa penghormatan kepada Bunda Maria mengarahkan umat kepada Yesus, bukan menjauhkan umat dari-Nya. Hal ini digambarkan dalam peristiwa perkawinan di Kana, ketika persediaan anggur dalam pesta itu habis.

Dalam peristiwa tersebut, Bunda Maria menyampaikan keadaan itu kepada Yesus. Ia kemudian berkata kepada para pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:5). Pesan tersebut mengingatkan umat untuk mendengarkan dan melakukan apa yang diajarkan oleh Yesus.

Pastor juga menghubungkan doa Salam Maria dengan sapaan Malaikat Gabriel kepada Maria sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas 1:28. Sapaan tersebut menjadi salah satu bagian yang dikenal dalam doa Salam Maria yang didaraskan umat ketika berdoa Rosario.

Melalui penutupan Bulan Rosario ini, umat diajak untuk terus mendaraskan doa Rosario, bukan hanya selama bulan Oktober, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Umat juga diajak menjadikan setiap peristiwa Rosario sebagai kesempatan untuk mengenal Yesus lebih dekat dan belajar mengikuti teladan-Nya, terutama dalam mengasihi serta menolong sesama.

Pesan Bunda Maria kepada para pelayan di Kana, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:5), menjadi pengingat bagi kita umat untuk tidak hanya mendengarkan sabda Yesus, tetapi juga melaksanakannya. Dengan demikian, semangat doa Rosario dapat kita wujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.