Peringati Minggu Panggilan, 500 Kaum Muda Padati Seminari Menengah St. Paulus Palembang

0 14
Foto bersama petugas liturgi Responsum Minggu Panggilan di Kapel Seminari St Paulus Palembang Jumat,(1/5/2026)

PALEMBANG, KATOLIKANA.com – Sebanyak 500 anak-anak, remaja, dan Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di Dekanat Palembang berkumpul di kompleks Seminari Menengah St. Paulus Palembang pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran mereka merupakan bagian dari gelaran “Responsum Minggu Panggilan” yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan panggilan hidup religius sejak dini.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berlangsung meriah dengan deretan kompetisi edukatif. Ragam perlombaan yang digelar meliputi menghias telur Paskah, mewarnai, lomba lektor dan mazmur, fashion show, tari kreasi, hingga duet vokal. Seluruh rangkaian lomba dirancang untuk mengekspresikan bakat sekaligus mempererat persaudaraan antar-umat di Dekanat Palembang.

Sebagai puncak acara, dilaksanakan Perayaan Ekaristi di Kapel Seminari yang dipimpin oleh Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Rm. Titus Waris Widodo SCJ.

Tampak Fr Moses sedang membagikan kisah peronalnya mengenai dinamika perjalanan hidup membiara

Bukan Paksaan, Melainkan Pilihan Bebas

Dalam momen refleksi, Fr. Moses Putra Gautama SCJ, yang sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral dan Panggilan (TOPP), membagikan kisah personalnya mengenai dinamika perjalanan hidup membiara. Ia mengakui bahwa jalan tersebut tidak selalu mulus dan sempat menghadapi titik jenuh.

Fr. Moses mengungkapkan bahwa dukungan keluarga menjadi kunci kekuatannya. Ia mengutip pesan orang tuanya yang sangat menyentuh dalam bahasa Jawa, “Dadi po ora koe tetap anakku” (Jadi atau tidak jadi imam, kamu tetap anakku). Kalimat ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa panggilan harus dijalani dengan kebebasan tanpa beban tekanan sosial.

“Menjadi imam, biarawan, atau biarawati adalah pilihan hidup, bukan keterpaksaan. Jangan sampai kita hidup seperti ‘manusia zombi’ yang berjalan tanpa arah dan hanya mengikuti tekanan luar,” tegas Fr. Moses di hadapan ratusan kaum muda.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak terjebak dalam standar duniawi yang sering kali menciptakan kegelisahan, seperti tren media sosial atau popularitas sesaat. Sebaliknya, ia mendorong mereka untuk berani mendengarkan suara Tuhan demi menemukan kebahagiaan sejati.

Foto bersama salah satu eserta lomba tari kreasi

Tantangan Pelayanan Gereja

Lebih lanjut, Fr. Moses memaparkan data mengenai tantangan pelayanan di Keuskupan Agung Palembang. Berdasarkan riset terbaru, rasio pelayanan saat ini menunjukkan satu imam melayani sekitar 3.000 umat. Angka ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak bagi Gereja untuk memiliki tenaga pelayan baru, baik imam, bruder, maupun suster.

Romo Titus Waris, SCJ saat mebagiakan trhopy bergilir dalam aneka lomba kepada juara umum yang diraih oleh Katedral St Maria Palembang

Paroki Katedral St Maria Raih Juara Umum

Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. Tahun ini, Paroki Katedral St. Maria Palembang berhasil keluar sebagai Juara Umum dan berhak membawa pulang Piala Bergilir Minggu Panggilan.

Melalui kegiatan ini, Seminari Menengah St. Paulus Palembang berharap dapat terus menjadi wadah bagi kaum muda untuk mengenal lebih dekat kehidupan religius dan berani menjawab panggilan Tuhan demi masa depan Gereja yang lebih baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.