Gua Maria Kakuni, Rumah Ziarah Sehari-Hari

0 67

Ada gua Maria di Kedai B2 Kakuni. Menjadikan Kedai B2 Kakuni tempat ziarah? Sudah, sekurang-kurangnya bagi keluarga dan sahabat.

Katolikana.com—Malam itu, pengujung April 2026, ada ibadat sabda di Kedai B2 Kakuni. Intensinya sederhana: pemberkatan gua Maria. Romo Sapto Nugroho memimpinnya. Keluarga, sahabat, dan umat Katolik di Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, hadir duduk melingkar di bangunan anyar yang baru diperlebar.

Di pintu masuk Kedai B2 Kakuni, Ibu Maria menyambut

Gua Maria ini bukan yang pertama di kedai milik pasangan Yohanes Sulistiyono Hadi dan Suraika Pradita. Sudah kedua. Yang pertama di dalam, menghadap ke sungai, berupa gua batu. Yang kedua ini di pintu masuk, berbingkai batu-bata, menghadap ke ruang keluarga berpintu gebyok kayu.

Ada Ibu semua beres

Dalam renungan singkatnya, Romo Sapto berkisah tentang peran Bunda Maria dalam Gereja. Ia mengilustrasikannya lewat cerita anak-anak yang mau pergi berkemah. Ada yang bawa alat masak supaya tidak lapar. Ada yang bawa selimut supaya tidak kedinginan. Ada yang bawa senter supaya terbebas dari gelap.

Romo Sapto Nugroho: “Ada ibu semua beres.”

Sapto, kata sang romo, bingung mau bawa apa. Semua teman sudah membawa aneka bekal. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengajak serta ibunya. Mengapa ibu? “Karena Ibu akan memberekan semua.” Ibu, katanya, akan menyediakan makan sebelum anak lapar. Ibu akan memberi kehangatan sebelum anak kedinginan. Ibu akan memberi terang sebelum anak terjebak kegelapan.

Bagi keluarga Yohanes Sulistiyono Hadi-Suraika Pradita, Bunda Maria persis seperti apa yang dilukiskan Romo Sapto. Gua Maria dibangun bukan sebagai tempat memohon, misalnya, agar kedainya laris. Sebab, hal laris-penglaris itu perkara bisnis semata. Bunda Maria melampaui urusan bisnis.

Maria, Ibu yang menemani, membimbing, dan mengingatkan

Bagi keluarga Kedai B2 Kakuni, Maria adalah ibu pelindung. Kehadirannya selayaknya ibu: menemani, membimbing, dan mengingatkan. Menemani dalam segala situasi. Membimbing ketekunan. Juga mengingatkan pentingnya berbagi.

Kehadiran Ibu Maria sudah dirasakan sejak kedai ini berdiri tiga tahun lalu—ini tahun keempat. Menghadirkannya dalam rupa gua dimaksudkan untuk menegaskan sosok yang selalu menyertai mereka. Keluarga ini meyakini, perjalanan mereka menjadi mungkin berkat doa Ibu Maria kepada Puteranya; sebelum mereka memohon Maria mendoakannya.

Kesaksian ini hendak dibagikan kepada sahabat-sahabat Kedai B2 Kakuni yang hadir bersantap di sini. Gua Maria dibangun bukan sebagai tempat ziarah dan berdoa sebagaimana tempat-tempat ziarah yang sudah ada, melainkan pengingat bahwa Ibu Maria ada dan membersamai peziarahan hidup kita.

Ibadat pemberkatan Gua Maria Kakuni bersama keluarga dan sahabat

Saat datang bersama keluarga di Kedai B2 Kakuni, layak disyukuri bahwa kita diberi rezeki. Saat menyantap nasi campur, samcan, rica-rica, hingga crispy pata yang lezat, layak disyukuri bahwa semua terhidang berkat campur tangan Ibu Maria membersamai tim dapur menyiapkan, memasak, hingga menghidangkannya dengan sungguh-sungguh. Saat pulang, Ibu Maria menyertai langkah-langkah kita kembali ke keluarga atau tempat kerja.

Mei ini bulan Maria. Gereja menghormati Maria lewat umat berdevosi rosario dan berziarah. Keluarga Kedai B2 Kakuni tidak ke mana-mana. Sebaliknya, memilih menghadirkan Ibu Maria sebagai bunda peziarahan sehari-hari bersama sahabat-sahabat yang singgah di sini. Bagi siapa saja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.