Memaknai Peringatan Hari Perawat Sedunia 12 Mei 2026

0 26

Surakarta, Katolikana.com- Tema Hari Perawat Sedunia atau Hari Perawat Internasional pada 12 Mei 2026 adalah “Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives” atau “Perawat Kita, Masa Depan Kita, Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa”.

Tema ini memberikan inspirasi pentingnya memberdayakan perawat sebagai ujung tombak layanan kesehatan yang berdampak langsung pada penyelamatan nyawa.

Peringatan Hari Perawat Sedunia bertujuan menghormati kontribusi perawat, meningkatkan apresiasi, serta menyoroti peran penting perawat demi masa depan kesehatan yang lebih baik.

Tema ini menjadi rangkaian kelanjutan kampanye jangka panjang International Council of Nurses (ICN) yang menghargai perawat sebagai pejuang kesehatan yang tak pernah padam.

Membawa penerang
Peringatan Hari Perawat Sedunia mengingatkan ketokohan Florence Nightingale, seorang perawat dari Inggris yang diakui telah meletakkan dasar-dasar praktik keperawatan modern.

Nightingale dikenal karena keberanian dan kecerdasannya dalam merawat tentara yang terluka selama Perang Krimea tahun 1853-1856. Upayanya menyelamatkan banyak nyawa. Pengalaman perangnya membentuk praktik yang ia terapkan sebagai seorang profesional medis.

Perang Krimea adalah konflik internasional yang berdarah dan tidak terorganisir yang melibatkan militer Inggris Raya, Prancis, Kekaisaran Rusia dan Ottoman, serta Sardinia.

Florence Nightingale dikenal sebagai “Lady with the Lamp”. Julukan ini muncul karena ia sering berkeliling membawa lampu atau lentera untuk merawat tentara yang terluka pada malam hari selama Perang Krimea.

Sr. M. Yulita, OSF Direktur Keperawatan RS Brayat Minulya Surakarta (Dok. RS Brayat Minulya Surakarta)

Memaknai peringatan Hari Perawat Sedunia
Memaknai Hari Perawat Sedunia, Direktur Keperawatan RS Brayat Minulya Surakarta Sr. M.Yulita, OSF, S.Kep., Ners mengungkapkan peringatan Hari Perawat Sedunia mengingatkan keteladanan Florence Nightingale sebagai sosok perawat yang memiliki dedikasi, ketulusan hati, kesetiaan pada panggilan sebagai perawat dan menjadi teladan perawat yang transformatif menjalani profesi secara modern.
“Peringatan Hari Perawat Sedunia tidak sekedar seremonial namun menjadi wujud penghormatan terhadap dedikasi dan pengorbanan Florence Nightingale, identitas profesional serta advokasi, transformasi di bidang keperawatan”, kata Sr. M. Yulita, OSF.

Perawat mendampingi kunjungan dokter pada pasien (Dok. RS Brayat Minulya Surakarta)

Martabat sehat
“Perawat dalam pelayanan rumah sakit menjadi garda terdepan dengan pelayanan yang tulus, penuh kasih dan profesional. Sehubungan dengan itu perawat senantiasa diajak meningkatkan kompetensi dengan menyesuaikan kondisi zaman, menerapkan teknologi, melakukan up grade diri melalui pelatihan dan peningkatan ilmu serta IT.

Perawat tidak hanya hadir merawat fisik penderita sakit namun juga menemani dan meneguhkan jiwa penderita yang sakit untuk sembuh sesuai martabat manusia yang sehat”, ajak Sr. M. Yulita, OSF.

Leave A Reply

Your email address will not be published.