Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus: Refleksi dalam Tembang Pangkur

0 190

Surakarta, Katolikana.com – Merenungkan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dapat dihayati melalui berbagai penghayatan. Melalui Perayaan Ekaristi, melaksanakan Jaga Bakti, Berdevosi pada Sakramen Maha Kudus, Berdoa di Kapel Adorasi, Penerimaan Komuni Pertama dan refleksi secara pribadi.

Di Gereja Santo Paulus Kleco Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dihayati dalam berbagai tanda yaitu Jaga Bhakti Sakramen Maha Kudus, Perayaan Ekaristi (Link) dan Penerimaan Komuni Pertama.

Penerimaan Komuni Pertama di Gereja Santo Paulus Kleco, Surakarta Minggu (7/6/2026) – (Foto Tangkapan Layar : Komsos Kleca).

Refleksi secara pribadi, membaca teks dalam konteks Kalender Liturgi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, (Yoh. 6:51-58), menggerakkan refleksi dan menuangkan dalam Tembang Pangkur.

Tembang Pangkur merupakan salah satu Tembang Macapat yang berkembang dalam Sastra dan Budaya Jawa.

Tembang ini adalah salah satu jenis tembang macapat yang menggambarkan fase manusia yang mulai mengarahkan hidup pada kehidupan spiritual.

Makna filosofi tembang Pangkur berasal dari kata mungkur (mundur/menjauh) dari sikap hidup duniawi persiapan menuju masa tua atau kehidupan spiritual yang lebih baik.

Tembang ini memiliki ciri-ciri:
Guru Gatra: Terdiri dari 7 baris (gatra) setiap bait.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8 suku kata, berakhiran huruf vokal a
11 suku kata, berakhiran huruf vokal i
8 suku kata, berakhiran huruf vokal u
7 suku kata, berakhiran huruf vokal a
12 suku kata, berakhiran huruf vokal u
8 suku kata, berakhiran huruf vokal a
8 suku kata, berakhiran huruf vokal i

Tembang Pangkur
Roti Urip

Roti urip saka swarga
Salira Rah Dalem ndayani urip
Sing ngandel marang Sang Kristus
bakal urip sl’aminya
Manunggal nyawiji sajroning Sang Kristus
Tangining badan minulya
‘Wit Kristus rotining urip

Tembang Pangkur
Roti Hidup
(Terjemahan)

Roti hidup turun dari surga
Tubuh Darah Kristus memberi daya hidup
Bagi yang percaya pada Kristus dan menyantap Tubuh Darah-Nya
akan hidup selamanya
Menyatu dalam hidup Kristus
(ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia)
Kebangkitan badan, mulia, akan diberikan
Karena Kristus Sang Roti Hidup
(*)

Jadwal Jaga Bhakti Sakramen Maha Kudus di Gereja Santo Paulus Kleco, Surakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.