Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus membuka Festival Golo Koe 2026, salah satu Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) Indonesia.

0 11

Lengkong Cepan, Katolikana.com — Sukacita dan semangat persaudaraan memenuhi Paroki Santo Yosef Pekerja Lengkong Cepang ketika Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus secara resmi membuka Prosesi Agung Maria Assumpta Nusantara pada Jumat (10/07/2026). Hal ini merupakan sebuah rangkaian utama menuju puncak Festival Golo Koe 2026 sebagai salah satu Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) Indonesia.

Prosesi ini menjadi awal perjalanan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara yang akan mengunjungi ke-27 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum prosesi akbar di Labuan Bajo pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026. Lebih dari sekadar perarakan devosional, prosesi ini merupakan ziarah iman yang mengajak umat berjalan bersama Bunda Maria untuk membangun persekutuan, menumbuhkan harapan, serta merawat keutuhan ciptaan.

Bunda Maria: Simbol Persaudaraan

Pembukaan prosesi tahun ini menghadirkan sebuah pemandangan yang sarat makna. Sebelum memasuki wilayah Paroki Lengkong Cepang, Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara terlebih dahulu disambut hangat oleh keluarga-keluarga Muslim di Kampung Nanga Lili.

Dalam suasana penuh persaudaraan, masyarakat menyambut rombongan dengan tarian adat Manggarai sebagai ungkapan penghormatan dan kegembiraan. Sambutan tersebut menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan budaya mampu menjembatani perbedaan keyakinan.

Momentum ini juga memperlihatkan bahwa Bunda Maria bukan hanya dihormati oleh umat Katolik sebagai Bunda Gereja, tetapi juga menjadi lambang perjumpaan yang menghadirkan damai, mempererat persaudaraan, dan merawat harmoni sosial. Semangat inilah yang menjadi jiwa dari Festival Golo Koe yang religius, berbudaya, dan inklusif.

Setelah prosesi penyambutan oleh masyarakat Muslim yang dipimpin Kepala Desa Nanga Lili, Arca Bunda Maria kemudian diserahkan kepada umat Paroki Lengkong Cepang untuk diarak menuju gereja paroki. Ribuan umat berjalan dalam suasana khidmat sambil melantunkan doa Rosario dan lagu-lagu pujian, menjadikan seluruh perjalanan sebagai sebuah peziarahan iman yang penuh sukacita.

Sesampainya di halaman gereja, Arca Bunda Maria disambut secara adat dengan pengalungan selendang songket sebagai lambang penghormatan, cinta, dan keterbukaan hati umat dalam menerima kehadiran Sang Bunda di tengah kehidupan mereka. Prosesi kemudian berlanjut dengan pentakhtaan Arca Bunda Maria di dalam gereja.

Masyarakat Muslim yang dipimpin Kepala Desa Nanga Lili turut melakukan prosesi perarakan Arca Bunda Maria . Foto: Vinsen Patno/Katolikana.com

Berziarah Bersama Maria

Perayaan Ekaristi pembukaan dipimpin oleh Mgr. Maksimus Regus bersama para imam Kuria Keuskupan Labuan Bajo, para imam Kevikepan Wae Nakeng, dan juga para imam lainnya.

Dalam homilinya, Uskup Labuan Bajo mengajak seluruh umat untuk memaknai prosesi ini sebagai perjalanan rohani menuju Kristus bersama Bunda Maria. “Hari ini kita membuka secara resmi Prosesi Agung Maria Assumpta yang akan mengunjungi seluruh paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo. Bunda Maria lebih dahulu datang mengunjungi keluarga-keluarga dan paroki-paroki kita, mengajak kita menyerahkan seluruh harapan kepada Putranya, Yesus Kristus.”

Mgr. Maksimus juga mengajak umat merenungkan kisah kunjungan Maria kepada Elisabet sebagai gambaran kunjungan Maria kepada setiap orang beriman. Menurutnya, ketika Maria hadir, sukacita Allah memenuhi kehidupan manusia. Kehadiran Maria selalu membawa Kristus. Oleh karena itu setiap orang Kristiani dipanggil menjadi pembawa sukacita, harapan, dan kasih dalam setiap perjumpaan. “Bersama Maria, kita belajar menghadirkan sukacita Allah dalam kehidupan sesama. Semoga Bunda Maria senantiasa mendoakan perjalanan hidup kita,” ungkap Uskup Maksi.

Kepedulian terhadap Ciptaan

Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe 2026, Romo Yohanes Fakundo Selman, Pr menjelaskan bahwa Prosesi Agung Maria Assumpta merupakan bagian integral dari rangkaian Festival Golo Koe. Menurutnya, sebelum umat berkumpul dalam perayaan akbar di Labuan Bajo, Bunda Maria terlebih dahulu “mengunjungi” seluruh umat di setiap paroki sebagai tanda bahwa Gereja adalah komunitas yang berjalan bersama.

Tema Festival Golo Koe tahun ini mengajak seluruh umat memaknai peziarahan bersama Maria sebagai panggilan untuk membangun persekutuan sinergis sekaligus merawat keutuhan ciptaan. Dalam diri Maria, umat menemukan teladan iman yang rendah hati, penuh kepedulian, serta terbuka terhadap kehendak Allah demi keselamatan dunia.

Selanjutnya, mewakili umat Paroki Lengkong Cepang, Fidelis Suirlan, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menjadi tuan rumah pembukaan prosesi. Ia menyebut kunjungan Arca Bunda Maria sebagai anugerah yang membawa sukacita dan penghiburan bagi seluruh umat. Atas nama paroki, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Labuan Bajo, para imam, panitia Festival Golo Koe, pemerintah daerah, kecamatan, desa, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan acara tersebut.

Di akhir seluruh rangkaian perayaan, Mgr. Maksimus Regus kembali mengajak umat agar masa kunjungan Arca Bunda Maria dimanfaatkan sebagai waktu rahmat untuk memperdalam kehidupan doa, baik secara pribadi maupun dalam keluarga.

Tarian Adat dalam proses perarakan Bunda Maria Asumpta Nusantara dalam Festival Golo Koe 2026. Foto: Vinsen Patno/Katolikana.com

“Kita diajak memanfaatkan waktu kunjungan Maria ini untuk semakin tekun berdoa. Dengan demikian, iman kita semakin bertumbuh, keluarga-keluarga kita semakin diteguhkan, dan kehidupan menggereja kita semakin hidup.”

Pembukaan Prosesi Agung Maria Assumpta turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Plt. Direktur BPOLBF, Camat Lembor Selatan, para kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat semakin menegaskan bahwa Festival Golo Koe bukan hanya menjadi perayaan iman umat Katolik, tetapi juga ruang bersama untuk merawat persaudaraan, memperkuat budaya, dan membangun harmoni sosial.

Setelah sehari tinggal bersama umat di Paroki Lengkong Cepang, Arca Bunda Maria akan melanjutkan peziarahannya ke seluruh paroki di Kevikepan Wae Nakeng, Kevikepan Pacar, dan Kevikepan Labuan Bajo hingga berakhir di Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo pada tanggal 5 Agustus 2026. Seluruh umat akan dipersatukan dalam Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara pada puncak Festival Golo Koe 2026. Sebuah perayaan iman yang mengajak Gereja berjalan bersama Maria menuju Kristus, sambil merawat sesama dan seluruh ciptaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.