Gereja Santo Antonius Padua Paroki Purbayan Solo Gelar Seminar Parenting “Solusi Anti Panik Mendampingi Anak di Era Digital”

0 91

Surakarta, Katolikana.com – Gereja Santo Antonius Padua Paroki Purbayan Surakarta, pada Minggu (13/9/2026) Pukul 10.00 – 13.00 WIB menggelar seminar parenting.

Seminar Parenting “Solusi Anti Panik Mendampingi Anak di Era Digital” , “Togetherness is the key to happiness” dengan nara sumber Bruder Dr. Gregorius Bambang Nugroho, FIC dosen Unika Atma Jaya Jakarta dan Pengurus Pusat Yayasan Pangudi Luhur.

“Seminar ini merupakan rangkaian Perayaan 110 Tahun Paroki Purbayan (Lustrum 22) dalam kegiatan yang ke-7 dalam menghayati tema Bertumbuh dalam Iman, Berbuah dalam Kasih”, kata Elisabet Selvya Puspitaningrum Ketua Panitia Perayaan.

Seminar – sekaligus Rekoleksi kata Bruder Bambang Nugroho, FIC – ini, diikuti lebih dari 125 orang yang terdiri dari para guru Kanisius, Pangudi Luhur, Marsudirini, dan Umat Paroki Purbayan serta panitia. Tampak hadir dalam seminar Suster-suster dari Yayasan Marsudirini.

Peserta Seminar Parenting “Solusi Anti Panik Mendampingi Anak di Era Digital”

Permasalahan di era digital
Bruder Bambang Nugroho FIC, mengawali seminar dengan menyampaikan permasalahan saat ini di era digital: Bagaimana karakteristik anak diera teknologi digital? Apa tantangan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital? Bagaimana perspektif keluarga Katolik dalam membangun pola asuh di era digital? Bagaimana strategi orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab? Bagaimana keluarga dapat membangun budaya digital yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani?

Tantangan Global
Bruder Bambang Nugroho FIC mengajak peserta menyadari adanya tantangan global saat ini dengan hadirnya platform internet dan adanya revolusi digital yang ditandai perubahan peradaban masyarakat dan fenomena abad kreatif.

Menanggapi tantangan global, keluarga Katolik diajak untuk menyadari prinsip-prinsip pernikahan Katolik dan senantiasa ikut serta dalam karya panggilan pewartaan dan pemeliharaan ciptaan Allah.

Misi bersama berjalan bersama di era digital

Panggilan keluarga sebagai Gereja kecil (Ecclesia Domestica) mengingatkan akan peran keluarga sebagai pendidik iman, iman pengudus (membiasakan doa keluarga dan partisipasi liturgi dan Ekaristi) serta menjadi gembala pembimbing (menanamkan moralitas, disiplin yang mendidik dan kepedulian sosial).

“Setiap anak itu unik, istimewa dan cerdas. Orang tua hendaknya menghargai keberbedaan atau keragaman mereka serta menghargai keunikan dan keistimewaan mereka. Keunikan mereka merupakan anugerah. Saat ini mereka tidak bisa terlepas dengan ruang hidup baru era digital”, kata Bruder Bambang.

Pendampingan digital berbasis nilai Kristiani

Anak-anak saat ini menghadapi era FOMO (Fear and Missing Out): Takut melewatkan sesuatu (gadget), menghabiskan waktu untuk eksis di dunia maya (Medsos). Selain itu juga dihadapkan pada “Digital Native” ingin memiliki identitas diri, eksis, ingin dikenal, melakukan interaksi dan eksplorasi.

Karakter anak di era digital

Karakter anak di era digital

Bruder Bambang mengajak para peserta seminar untuk mengenal karakter anak era digital dan mengajak untuk bekerja sama antara orang tua (keluarga), sekolah dan Gereja dalam mendidik dan mendampingi anak di era digital.

Selanjutnya Bruder Bambang juga mengajak orang tua memberikan keteladanan karena keteladanan merupakan tindakan bijaksana melebihi “suara keras peringatan dan larangan”. Selain itu keluarga juga diajak memiliki kebiasaan kesepakatan keluarga, membuat zona bebas layar misalnya saat makan bersama, sebelum tidur, dan saat berdoa.

Mendiskusikan konten bersama anak dan berdialog dalam mendampingi menggunakan gadget perlu dilakukan orang tua bersama anak.

Framework 5 M

Lima langkah pendampingan dalam keluarga dapat diterapkan yaitu dengan Mengenal, Mendampingi, Membimbing, Meneladani dan Menguatkan (Framework 5 M).

Pondasi spiritualitas keluarga dalam pendampingan anak era digital

Pada akhir seminar, Bruder Gregorius Bambang Nugroho, FIC memberikan kesimpulan bahwa di era digital saat ini orang tua bukan menjauhkan anak-anak dengan teknologi melainkan mendampingi anak-anak menggunakan teknologi digital tanpa kehilangan iman, empati dan kemanusiaannya.
“Rumah tangga, keluarga, harus kembali menjadi Gereja sejati, tempat Kristus hadir dalam keseharian digital maupun nyata”, kata Bruder Bambang Nugroho, FIC.

Cinta kepada hidup
Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi. Anak-anak dan remaja sebelum seminar berlangsung menyanyikan dua lagu “Harta Berharga Keluarga Cemara” dan “Laskar Pelangi”.

Lagu ini memberikan ingatan untuk senantiasa menjaga keluarga sebagai harta berharga dan bersyukur pada Yang Kuasa, dalam memaknai hidup:”Cinta kita di dunia”.

Romo Walterus Teguh Santosa, SJ menyampaikan ucapan terimakasih dalam Seminar Parenting “Solusi Anti Panik Mendampingi Anak di Era Digital”

Ucapan terima kasih

Romo Walterus Teguh Santosa, SJ Kepala Paroki Purbayan Surakarta pada akhir seminar menyampaikan terima kasih kepada Br Gregorius Bambang Nugroho, FIC yang telah membersamai belajar bersama dan mendalami parenting dengan tema “Togetherness is the key to happiness” kebersamaan adalah kunci kebahagiaan bagi umat Purbayan. Semoga menjadi bekal hidup mendampingi putra dan putrinya di era digital sehingga “Bertumbuh dalam iman berbuah dalam kasih” dapat terwujud.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.