Surakarta, Katolikana.com –Dialog lintas Agama Khonghucu, Kepercayaan, Katolik, Kristen, Islam, Buddha dan Hindu di gelar di Aula Dwi Dharma Paroki Santo Petrus Purwosari Surakarta, pada Rabu (23/9/2026) pukul 19.00 -22.00 WIB.
Dihadiri lebih dari 200 orang umat dari berbagai Agama dan Kepercayaan, tokoh masyarakat serta tokoh Agama dan Kepercayaan. Hadir pula Wakil Walikota Kota Surakarta Astrid Widayani dan berkenan memberi sambutan.
Acara dikemas dengan rangkaian sambutan, sarasehan, doa bersama dan pentas seni lintas agama.
Sarasehan dialog lintas agama menghadirkan nara sumber Romo Dr. Martinus Joko Lelono, Pr dari Universitas Sanata Dharma dan HM Mashuri, SE., MSi dari Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surakarta.
Ketua Bidang Pelayanan Kemayarakatan atau Bidang Diakonia DPPH Paroki Santo Petrus Purwosari Surakarta Benedectus Raditya mengutarakan bahwa Dialog Lintas Agama dimaksudkan untuk mempererat tali kerukunan dan persaudaraan juga memberikan ruang bagi generasi muda lintas agama untuk mengekspresikan seni budaya sebagai keragaman dan kebhinekaan budaya.

Ikatan yang semakin erat
Pastor Kepala Paroki St Petrus Purwosari Romo Agustinus Widyo Raharjo MSF dalam kata sambutan mengungkapkan bahwa sambung rasa dimaksudkan bukan karena ikatan yang putus namun sambung rasa untuk membangun ikatan yang semakin erat, menyatukan perasaan hati, sehingga tercipta hubungan lintas agama yang harmonis, saling memahami, merasa dekat satu sama lain dalam ikatan persaudaraan.

Sambung rasa sambung asa
Wakil Walikota Kota Surakarta Astrid Widayani atas nama Pemkot Surakarta mengapresiasi adanya Sambung Rasa Lintas Agama yang akan mempererat kerukunan dan persaudaraan. Lebih dari itu Sambung Rasa akan mengarah pada Sambung Asa.
Secara kontekstual saat ini dalam bermasyarakat dengan perbedaan yang ada, dengan kondisi dan dinamika, perbedaan menjadi keindahan. Rasa merupakan anugerah Tuhan apapun agama dan kepercayaan masing-masing harus disatukan untuk tujuan yang sama. Asa.
Sambung Rasa Sambung Asa. Mudah-mudahan menyambung rasa, menyatukan hati, membangun komunikasi dapat memperluas persaudaraan, keragaman di tengah masyarakat Kota Surakarta. Link Sambutan Wawalikota Kota Surakarta

Sarasehan dialog agama
Melalui tema Sambung Rasa “Tanah Air Ada di Sini Dimana Ada Cinta dan Kedekatan Hati, nara sumber Romo Dr. Martinus Joko Lelono, Pr dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengajak hadirin untuk merefleksikan :
Apakakah kita telah dicintai negeri ini? Apakah kita sudah mencintai negeri ini? Apakah kita sudah melakukan aksi nyata untuk rumah bersama kita? Apakah kita membangun upaya bersama melalui upaya-upaya dari unit kecil?
Selanjutnya Romo Joko Lelono mengajak untuk menyadari bahwa agama merupakan mesin penggerak bukan sekadar identitas.
“Urusan kita bukan lagi memperdebatkan agama sebagai agama tetapi memastikan agama berbuah menjadi tindakan nyata. Agama sebagai sumber inspirasi. Beragama sejati membuat kita semakin: lebih murah hati, lebih murah senyum, lebih pengampun, lebih peduli dan lebih menyayangi,” kata Romo Joko Lelono.
“Mari kita pulang ke makna sebenarnya. Tanah air ada di sana. Dimana ada cinta dan kedekatan hati, di sana tidak ada manusia menginjak manusia lain”, ungkap Romo Joko Lelono. Link Pemaparan Materi Romo Joko Lelono, Pr

Lebih mencintai tanah air
Nara sumber HM Mashuri, SE., MSi dalam pemaparan materi sarasehan mengungkapkan pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi seluruh penganut agama dan kepercayaan. Wawasan kebangsaan memberi arah ke depan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
Empat pilar kebangsaan Pancasila, Bhineka Tunggal Eka, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945 menjadi filosofi dan dasar kehidupan yang perlu menjadi pegangan bertindak bagi semua pemeluk agama dan kepercayaan yang dapat mempererat kerukunan dan persaudaraan. Link Pemaparan Materi HM Mashuri

Doa bersama dan pentas seni
Pada saat acara sambung rasa dilakukan doa bersama oleh perwakilan penganut agama Khonghucu, Kepercarcayaan, Katolik, Buddha, Kristen, Islam dan Hindu dengan ujub doa untuk Bangsa dan Negara, Para Pemimpin, Kaum Muda, Kesejahteraan Umat, Kerukunan dan Kedamaian.
Usai doa dilakukan pentas seni lintas budaya.
Kerawitan Laras Madya menyajikan Lagu Ilir-ilir


Barongsai -Performer Khonghucu Packingsai

Tari Rasa Sayange – Performer Kristen
Tari Ratuh Jaroe – Performer Islam


Katekis di Paroki Kleco, Surakarta