Dia menunjukkan bahwa Allah itu datang mendekati umat manusia, terutama yang terluka dan terpinggirkan. Kuasa-Nya bukan untuk disimpan, tetapi untuk dialirkan.
Meski banyak orang tidak mau percaya, Yesus tetap melanjutkan karya-Nya dengan berkeliling dan mengajar. Dia datang untuk memberitakan kabar gembira yang menyelamatkan supaya orang percaya.
"Miskin di hadapan Allah" ini bukanlah kemelaratan materi, melainkan sikap hati yang mendalam: kerendahan hati yang radikal dan ketergantungan total pada Allah.
Pelita itu adalah Kerajaan Allah yang kehadirannya telah Tuhan Yesus nyalakan. Dia telah meletakkannya di atas kaki dian. Bisa jadi kaki dian itu adalah para murid-Nya.