12 Fakta Tentang Carlo Acutis

Inilah Fakta sosok Carlo Acutis

1 3,529

Katolikana.com – Kematian Carlo Acutis (15) pada tahun 2006, menjadi inspirasi bagi kaum muda katolik di seluruh dunia. Dalam sebuah foto, jenazah Carlo tampil dengan rupa sempurna di balik peti terbuka, sebelum proses beatifikasi. Ia menjadi begitu istimewa bagi Gereja Katolik karena dalam perjalanan hidupnya di zaman modern ini, ia menujukkan ketaatannya kepada Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari.

Bahkan, di usia tujuh tahun, ia sudah berkomitmen untuk setia mengikuti misa dan berdoa Rosario setiap hari, rutin menerima pengakuan dosa mingguan, dan menyebarluaskan kabar gembira melalui media sosialnya. Berikut fakta-fakta dari Carlo Acutis:

 

1. Di usia 15 tahun, ia menyentuh hati ribuan orang melalui tulisannya tentang iman dan devosi terhadap Ekaristi Kudus
2. Lahir di London dan tumbuh di Milan, Italia, ibunya mengatakan bahwa sejak menerima Komuni pertama, usia 7 tahun, Carlos tidak pernah meninggalkan misa kudus dan doa Rosario.
3. Devosinya terhadap Bunda Maria sangatlah besar. Ia pernah berkata bahwa Perawan maria adalah satu-satunya wanita dalam hidup saya.
4. Ia sangat peduli dengan teman-temannya yang sering mendapat perundungan ke rumahnya. Biasanya, mereka menerima intimidasi karena perceraian orang tua ataupun karena cacat. Ia kemudian kerap mengundang mereka untuk datang ke rumahnya.
5. Saat remaja, ia menderita leukimia dan ia mempersembahkan sakitnya itu untuk Tuhan, Paus Benediktus XVI dan Gereja.
6. Dengan keahliannya dalam teknologi digital, ia membuat situs khusus tentang keajaiban ekaristi di seluruh dunia. Ia memulai proyek ini sejak usia 11 tahun.
7. Setelah Carlo wafat, Mgr Raffaello Martinelli dan Kardinal Angelo Comastri melanjutkan misinya untuk menyebarluaskan mukjizat Ekaristi ke seluruh dunia. Hingga kini, mereka menggelar pameran foto dan melakukan perjalanan ke puluhan negara di lima benua.

 

Carlo Acutis/Foto: carloacutis.com

8. Alasan Francesca Consolini, seorang postulator di Keuskupan Agung Milan, terkait beatifikasi Carlo setelah penantian 5 tahun sejak kematiannya, adalah Carlo merupakan seorang remaja muda. Keyakinannya itu murni dan pasti. Itu membuatnya selalu tulus dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Dia menunjukkan perhatian yang luar biasa terhadap orang lain; dia peka terhadap masalah dan situasi teman-temannya dan mereka yang tinggal dekat dengannya dan bersamanya dari hari ke hari.”
9. Kanonisasi Carlo Acutis dimulai pada tahun 2013. Lima tahun kemudian, dia disebut sebagai Yang Mulia. Dan, pada hari ini (10/10/2020), ia akan disebut sebagai Yang Diberkati.
10. Dalam foto yang dirilis untuk persiapan beatifikasinya, tubuh Carlo tampak diawetkan dari proses alami pembusukan setelah kematiannya pada tahun 2006. Uskup Domenico Sorrentino dari Assisi menjelaskan bahwa tubuhnya ditampilkan dengan rekonstruksi wajah untuk penghormatan publik.
11. Sebuah buku berisi Mukjizat Ekaristis telah dibuat di situs webnya. Di sana, ada hampir 100 kisah dari 17 negara berbeda. Semuanya sudah diverifikasi dan disetujui oleh Gereja.
12. Jutaan orang di seluruh dunia telah mengikuti jalannya menuju kesucian. Ada lebih dari 2.500 situs web dan blog akan muncul saat kita mengetik namanya di mesin pencari.

Wartawan Katolikana.com

1 Comment
  1. evan says

    SALUT, itu kata saya untuk Baeto Carlo Acutis. menjadi misionaris versi dunia maya. Bagaimana anak seusia dia bisa menulis mukjizat2 di website pribadinya dan apa yang ia tulis di websitenya 100% valid dan diakui gereja. Ia juga mempunyai log history internet yang bersih. Sungguh Baeto Carlo Acutis adalah mukjizat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.