Pameran Seni Rupa Perempuan Indonesia ‘Aku Mau’, Cerminkan Perjuangan Perempuan

Memamerkan 36 karya lukisan dari lima orang perupa perempuan, yaitu Dyan Anggraini, Astuti Kusumo, Mola, Rina Kurniyati, dan Ulfah Yulaifah.

0 528

Katolikana.com—Pameran Seni Rupa Perempuan Indonesia dengan tajuk “Aku Mau” digelar Selasa (26/4/2022) hingga Jumat (6/5/2022) di Hotel Grand Ambarrukmo Yogyakarta.

Pameran ini digelar untuk memperingati Hari Kartini, 21 April. Tajuk “Aku Mau” diambil dari semboyan RA Kartini bahwa semua perempuan dapat melakukan apa saja dan menjadi apa saja yang mereka mau.

“Perempuan punya energi luar biasa dan bisa melakukan segala hal positif yang pastinya bisa memengaruhi sekitarnya,” ujar Retno selaku GM Hotel Grand Ambarukkmo Yogyakarta, Jumat (29/4/2022).

Pameran ini mencerminkan banyak perempuan hebat yang berkarir dan sukses di bidang masing-masing dan menjadi pemimpin di banyak bidang, termasuk bidang perhotelan dan perbankan.

Pameran ini memamerkan 36 karya lukisan dari lima orang perupa perempuan, yaitu Dyan Anggraini, Astuti Kusumo, Mola, Rina Kurniyati, dan Ulfah Yulaifah.

Keunikan Pameran

Salah satu keunikan pameran “Aku Mau” yaitu adanya melukis on the spot.

“Kemarin, kita ada melukis on the spot. Kan itu masih jarang sekali ditemukan, apalagi yang diadakan di hotel,” jelas Retno.

Pameran ini tidak diadakan di gallery, seperti pameran pada umumnya. Hal ini menjadi semacam inovasi atau pemikiran baru yang membuat pameran ini menarik.

Puspa Indah karya Rina Kurniyati. Foto: Maria Da Costa

Tak hanya itu, pembukaan acara pameran ini juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari penari legendaris, Didik Nini Thowok.

Konsep lukisan-lukisan dalam pameran “Aku Mau” juga beragam. Artinya, karya lukisan memiliki arti yang berbeda sesuai interpretasi masing-masing seniman perempuan yang bergabung dalam pameran ini.

Rina Kurniyati menampilkan lukisan bunga. Bunga diartikan sebagai keindahan yang dapat mencerminkan spirit pelukis peremuan.

Karya-karya lukisan merupakan karya-karya baru dari seniman yang terlibat yang disesuaikan dengan tema pameran.

“Pameran ini menampilkan karya-karya baru yang fresh, artinya kalau dari sisi penikmat seni, mereka akan melihat perkembangan dari si senimannya,” ujar Astuti Kusumo.

Lukisan-lukisan yang ada di pameran “Aku Mau” merupakan ekspresi jiwa para seniman yang bergabung dalam pameran ini.

Hal ini berhubungan dengan bagaimana seniman mengungkapkan ide, gagasan, atau wacana yang ingin disampaikan melalui lukisan.

“Aku mencoba memberikan pesan kepada audiens mengenai bagaimana seorang perempuan bisa kuat, menjadi inspirasi, dan menjadi contoh buat orang di sekitarnya melalui lukisan,” ujar Mola.

Mola berharap lukisan-lukisan yang ada di pameran ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi perempuan, khususnya perupa perempuan untuk tetap aktif berkarya.

Tantangan

Pameran ini merupakan acara pameran pertama di Hotel Grand Ambarukkmo.

“Ini kali pertama, mudah-mudahan bisa menjadi event tahunan,” ujar Retno.

Meskipun pertama kali, pameran ini mendapat respon positif dari audiens. Banyak pengunjung menyukai pameran bertajuk “Aku Mau” ini. Hal ini dapat dilihat dari komentar-komentar di media sosial.

Target audiens dari pameran ini tak hanya untuk perempuan saja, melainkan untuk umum, baik itu tamu hotel ataupun tidak, dapat melihat pameran ini.

Persiapan pameran yang hanya tiga minggu menjadi tantangan tersendiri. Meskipun singkat, hal ini tidak menurunkan semangat para seniman untuk tetap melanjutkan pameran ini.

“Jadi bukan tantangan sih, waktu yang mepet itu sebenarnya risiko kita menggunakan tempat pameran di ruang publik,” jelas Astuti Kusumo.

Hal ini menjadi semacam adrenalin bagi para seniman dan pihak penyelenggara untuk menyesuaikan waktu dengan banyaknya kegiatan hotel. Meskipun demikian, hal ini dapat diatasi dengan baik.

Pameran ini diadakan secara offline. Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang kelangsungan pameran ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Harapannya, pameran bertajuk “Aku Mau” ini dapat memberi ruang bagi audiens untuk memperkarya informasi, menikmati karya lukisan, serta menjadi sarana edukasi tentang budaya.

Mola dan Karya. Foto: Maria Da Costa

Pesan bagi Perempuan

“Di usia muda, perempuan sudah harus mengaktulisasikan dirinya dengan mengikuti berbagai macam kegiatan positif,” ujar Retno.

Pameran “Aku Mau” diharapkan menjadi motivasi bagi perempuan untuk terus mengembangkan diri.

Pameran ini menggambarkan bahwa perempuan Indonesia bisa menempatkan diri dengan baik, mulai dari menjadi ibu, istri, bahkan pemimpin.

Mola mengatakan bahwa perempuan yang berhasil adalah perempuan yang bangga dengan dirinya sendiri. “Dengan bangga akan dirinya sendiri, maka mereka dapat menjadi inspirasi bagi orang lain,” tandas Mola.**

Kontributor : Maria Anggelina Da Costa, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.