Kado Awal Tahun, Uskup Labuan Bajo Tetapkan Stasi Merombok Menjadi Paroki Definitif

0 289

Labuan Bajo, Katolikana.com — Mengawali tahun 2026, Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memberikan “kado istimewa” bagi umat Katolik di wilayah Merombok.

Dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, Kamis (1/1/2026), Uskup secara resmi menetapkan peningkatan status Stasi Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok menjadi paroki definitif.

Pengumuman bersejarah ini dibacakan langsung oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Labuan Bajo, RD. Richardus Manggu, di hadapan seluruh umat yang memadati gereja.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Uskup Labuan Bajo Nomor: 313/IV.1-KLB/XII/2025.

Misa syukur ini dipimpin oleh Mgr. Maksimus Regus dengan didampingi oleh RD. Richardus Manggu, Vikaris Episkopal (Vikep) Labuan Bajo RD. Yuvensius Rugi, dan RD. Yohanes F. Selman.

Pertimbangan Pastoral dan Pelayanan Rumah Sakit

Peningkatan status ini merupakan buah dari proses panjang dan pertimbangan matang. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil sidang Dewan Kuria Keuskupan Labuan Bajo pada 18 November 2025, serta usulan dari Vikep, Pastor Paroki Katedral Roh Kudus, dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) setempat.

Salah satu pertimbangan utama adalah pertumbuhan signifikan jumlah umat dan partisipasi aktif mereka dalam kehidupan menggereja. Selain itu, letak strategis Stasi Merombok yang mencakup wilayah RSUD Komodo menjadi faktor krusial.

Perwakilan Dewan Stasi Merombok, Wilibrodus Cengkuru, menyambut gembira keputusan ini. Menurutnya, keberadaan RSUD Komodo menuntut pelayanan pastoral yang lebih intensif, khususnya sakramen perminyakan bagi orang sakit.

“Selama ini pelayanan telah berjalan, namun dengan kehadiran paroki mandiri dan imam tetap, pelayanan pastoral kesehatan bagi pasien dan keluarga di RSUD Komodo akan lebih cepat, teratur, dan menyeluruh,” ujar Wilibrodus.

Ia menambahkan, umat Stasi Merombok telah siap baik secara mental maupun infrastruktur. Fasilitas dasar seperti gedung gereja, ruang serbaguna, dan lahan pendukung sudah tersedia, didukung semangat gotong royong umat yang tinggi.

Refleksi Awal Tahun: Terang, Tinggal, dan Tuntun

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus mengajak umat untuk tidak sekadar menoleh ke belakang menghitung hari yang telah lewat, tetapi membuka mata iman melihat kesetiaan Allah. Ia menekankan tiga dimensi iman untuk direnungkan di awal tahun: Terang, Tinggal, dan Tuntun.

“Kristus adalah Terang yang tidak dapat diredupkan oleh malam apa pun. Kristus juga ‘Tinggal’ di antara kita, bukan sekadar singgah, tetapi masuk dalam luka dan keterbatasan manusia,” pesan Uskup Maksimus.

Lebih lanjut, Uskup menegaskan bahwa Kristus hadir untuk ‘Menuntun’ umat di tengah dunia yang penuh penyesatan. “Menutup tahun berarti mempercayakan langkah ke depan kepada Kristus yang menuntun, bukan sekadar mengandalkan rencana manusiawi,” tambahnya.

Jadwal Peresmian

Berdasarkan pengumuman tersebut, peresmian Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2026. Paroki baru ini akan tetap berlindung di bawah naungan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus.

Penetapan ini menandai babak baru perkembangan pelayanan pastoral di Keuskupan Labuan Bajo yang terus mekar seiring dengan dinamika iman umatnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.