Palembang, Katolikana.com – Sebanyak 100-an remaja Katolik (Remaka) merayakan Hari Anak Misioner Sedunia (HAMS) ke-183 di Aula Paroki Santo Yoseph Palembang, Sabtu (3/1/2026).
Tema HAMS tahun ini adalah “One in Christ, United In Mission” atau persatuan dalam kasih menjadi modal utama untuk bergerak bersama.
Momentum ini mengingatkan kembali bahwa misi Gereja ada di pundak setiap generasi, termasuk anak-anak.
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan pembinaan yang disampaikan oleh RD Daniel Depan, yang kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 17.30 WIB yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan.

Anak-anak misioner
RD. Stefanus Surawan menyampaikan pesan bahwa setiap anak memiliki cara unik untuk bersaksi tentang kasih Tuhan.
Romo Surawan mengaitkan kisah Tiga Orang Majus dengan peran anak muda zaman sekarang. Jika para Majus membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur, maka anak-anak masa kini mempersembahkan diri melalui pelayanan nyata.
Hari Misioner Sedunia memberi penekanan kepada anak-anak dan remaja. Kita berdoa kepada anak-anak ini agar mereka memberikan dirinya dalam pelayanan kepada Gereja yang paling besar ini di Keuskupan Agung Palembang.
Dengan menjadi Putra Putri Altar, anggota Remaka, mereka sudah menjadi misionaris, memberikan kesaksian dengan caranya yang sebenarnya kelihatan sederhana tetapi sangat bermanfaat bagi hidupnya.
Terima kasih kepada anak-anak yang sudah dengan rela menjadi anggota Misdinar/Putra Putri Altar, anggota Remaka atau juga OMK, bagi yang lain sangat diharapkan bisa bergabung dan turut dalam tugas misi Gereja ini memberi kesaksian dengan caranya masing-masing.
Ada yang menjadi petugas Lektor, petugas Pemazmur, anggota koor, tata laksana itu dalam cara internal, memberikan pelayanan kepada Gereja.
Tetapi kita berharap kemudian ini bisa diberikan kepada semua orang yang ada di sekitar kita dan kita melayani Tuhan bukan hanya di dalam Gereja tetapi dalam pergaulan kita setiap hari.

Transformasi pelayanan
“Menjadi anggota Misdinar, Remaka, atau OMK adalah bentuk kesaksian yang luar biasa meski terlihat sederhana. Kami berharap lebih banyak anak-anak yang tergerak untuk bergabung dalam misi ini,” tutur Romo Surawan di hadapan umat.
Pesan utama dari perayaan ini adalah transformasi pelayanan: dari dalam Gereja menuju kehidupan sehari-hari.
Anak-anak diajak untuk tidak hanya menjadi petugas liturgi seperti Lektor atau pemazmur, tetapi juga menjadi pribadi yang solider dan membawa damai di sekolah maupun lingkungan rumah. (*)

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.