Menyambut Kerajaan Allah

0 16

Katolikana.com – Ayat-ayat bacaan Injil hari ini (Markus 4:21-25) sekilas terkesan terpisah-pisah.

Apa hubungan pelita dengan sesuatu yang tersembunyi? Bagaimana itu terkait dengan ukuran yang dipakai untuk mengukur? Lebih sulit lagi, bagaimana menghubungkannya dengan ayat 25: “Siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang padanya akan diambil.”

Ternyata, perikop ini masih senada dengan dua bacaan pada dua hari terakhir yang berbicara tentang melaksanakan kehendak Allah dan tanah tempat benih Sabda Allah ditaburkan.

Secara khusus lima ayat dalam Injil Markus bab 4 ini berbicara tentang pelita.

Pelita dan kaki dian
Pelita itu adalah Kerajaan Allah yang kehadirannya telah Tuhan Yesus nyalakan. Dia telah meletakkannya di atas kaki dian. Bisa jadi kaki dian itu adalah para murid-Nya.

Pelita itu dimaksudkan untuk menerangi; bukan untuk disembunyikan. Kerajaan Allah itu perlu dinyatakan dan rahasianya harus diungkap (Markus 4:22).

Lalu, apa hubungannya dengan “yang kamu dengar” dan “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur” (Markus 4:24)?

Kemauan melaksanakan kehendak Allah
Makna ukuran dan mengukur ini terkait dengan kemauan melaksanakan kehendak Allah dan kemampuan kita dalam menghasilkan buah dari benih yang ditaburkan.

Kita perlu memperhatikan cara kita mendengar.

Apakah kita dengan penuh perhatian mendengarkannya dan membuatnya berbuah atau hanya sambil lalu serta melewatkannya? Ini senada dengan kesediaan tanah untuk menerima benih dan menghasilkan buah tiga puluh kali, enam puluh kali, dan seratus kali lipat.

Jadi, ukuran di sini berarti cara kita menerima berita Kerajaan Allah. Kalau kita menyambutnya dengan sepenuh hati, menyimpannya dalam hati, dan mewujudkannya dalam kehidupan ini, Allah akan membuat kemauan kita makin besar dan kuat.

Tuhan menggandakan rahmat bagi mereka yang menyambutnya.

Setelah kita memahami hal di atas, lebih mudah menangkap maksud ayat terakhir bacaan hari ini. Mereka yang telah menerima Kerajaan Allah itu akan menerima berkat melimpah-limpah. Sebaliknya, yang menolaknya akan kehilangan semua yang telah dimilikinya; bahkan ketika ia merasa memiliki seluruh dunia.

Bukankah Yesus pernah bersabda, “Apa gunanya orang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”

Melaksanakan sabda
Singkatnya, bacaan-bacaan Injil tiga terakhir ini mengundang kita untuk menyambut Kerajaan Allah, menjadi pelaksana Sabda, membuat hidup kita lahan subur bagi tumbuh dan berbuahnya Kerajaan Allah itu. Bila itu yang telah kita lakukan, niscaya Tuhan melipatgandakan buah-buah Kerajaan Allah itu.

Semakin kita memilikinya, semakin Tuhan membuatnya besar.

Kamis, 29 Januari 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.