Perayaan Ekaristi dan Formatio Iman Anak dan Remaja

0 59

Ekare Ekaristi Anak Remaja Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, ajak anak jadi garam dan terang.

Surakarta, Katolikana.com – Minggu V Tahun A, 8 Februari 2026, Pukul 08.00 WIB Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta mengkhususkan Perayaan Ekaristi untuk Anak dan Remaja. Perayaan Ekaristi dipimpin Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF.

Anak-anak diberi tempat khusus, 4 blok di depan, duduk di bangku depan dekat altar. Paduan suara berasal dari anak-anak SD Marsudirini Surakarta.

Lagu-lagu ordinarium, lagu pembuka, lagu persembahan, lagu sesudah komuni dan penutup dinyanyikan dengan lantang dengan warna suara anak dan remaja.

Memberi rasa bagi orang lain
Homili yang bertemakan menjadi garam dan terang dunia disampaikan Romo Anggras, mengajak umat (termasuk anak dan remaja) mau bertindak dan memberikan perwujudan menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Tuhan telah memberikan berkat. Anugerah hidup. Menjadi garam dan terang tidak melulu melihat diri sendiri tetapi melihat orang lain. Rela dan mau berkorban untuk orang lain. Bisa memberi rasa bagi orang lain dan bisa memberi terang untuk melihat bagi sesama.

Intonasi suara Pemimpin Perayaan Ekaristi, Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF saat memimpin Ekaristi menggunakan intonasi suara “membimbing” anak-anak menghayati bagian-bagian perayaan Ekaristi.

Konsentrasi saat konsekrasi

Memasuki Doa Syukur Agung atau saat konsekrasi Romo Anggras mengajak anak-anak, remaja dan umat mengambil bagian secara khidmat dengan menyatakan
“Kita konsentrasi pada peristiwa ini.”

Semakin mencintai Ekaristi dalam formatio iman anak dan remaja.

Ingatan akan Ekaristi
Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1322-1419 menegaskan Ekaristi sebagai “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani”, di mana kurban salib Kristus dihadirkan kembali secara transubstansiasi.

Ekaristi adalah sakramen persekutuan dengan Kristus dan gereja, yang menetapkan perjanjian baru dan mengantisipasi perjamuan surgawi.

Berdasarkan Katekismus Gereja Katolik (KGK), Ekaristi bukan hanya sekadar ritual, melainkan “sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani” (KGK 1324) yang berperan krusial dalam formatio (pembentukan) iman umat.

Ekaristi mendidik dan membentuk iman melalui perjumpaan nyata dengan Kristus.

Formatio iman fundamental
Perayaan Ekaristi adalah formatio iman fundamental yang meneguhkan, menumbuhkan, dan mendewasakan iman Kristiani melalui perjumpaan langsung dengan Kristus dalam Sabda dan Sakramen.

Sebagai sumber dan puncak hidup gerejawi, Ekaristi membentuk pribadi beriman untuk semakin serupa dengan Kristus, memperkokoh keutamaan teologal (iman, harapan, kasih), dan mendorong perutusan nyata di dunia.

Indahnya Ekaristi

  • Puncak Pertobatan dan Rahmat. Ekaristi menjadi tempat pembentukan karakter Kristiani, di mana umat diajak untuk bertobat, menyambut Tubuh dan Darah Kristus, serta bersatu dengan Allah.
    Pembentukan Melalui Sabda dan Komuni. Formatio terjadi melalui Liturgi Sabda (pendidikan iman) dan Liturgi Ekaristi (penyatuan tubuh/jiwa).
  • Membangun Komunitas (Eklesial). Ekaristi membentuk umat menjadi satu Tubuh Mistik Kristus, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan Gereja yang aktif.
  • Perutusan Misioner. Ekaristi tidak berhenti di Gereja, tetapi mengutus umat untuk hidup sesuai nilai Injil dan melakukan aksi sosial atau pertobatan ekologis.
  • Formatio Sepanjang Hayat: Ekaristi merupakan bagian dari formatio iman berjenjang yang terus-menerus memperdalam pengenalan akan Tuhan.
    Ekaristi menjadikan iman tidak hanya sebagai pengetahuan teoritis, melainkan pengalaman hidup yang nyata, membawa umat untuk semakin mencintai Tuhan dan sesama.

Melalui Perayaan Ekaristi anak dan remaja, Gereja menggarami dan memberikan terang bagi anak dan remaja untuk mencintai Ekaristi dan menjadi tonggak formatio iman untuk tumbuh dan berkembang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.