Kerja Bakti Tandai HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Linmas dan Wisata Sungai Pepe dalam rangkaian Grebeg Sudiro jelang Perayaan Imlek.
Surakarta, Katolikana.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Surakarta dalam rangka HUT ke 76 dan 64 mengadakan bersih-bersih Kali Pepe.
Bersih-bersih Kali Pepe pada Jumat (13/2/2026) melibatkan berbagai elemen diantaranya TNI, Polri, BBWSBS, Kelurahan Gilingan, Kelurahan Mangkubumen, Trantibum serta warga sekitar Kali Pepe.

Turut hadir dalam kerja bakti Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Camat Banjarsari Prihadi, S.Sos., Lurah Mangkubumen Dyah Yunita, S.STP., M.M. beserta staf.
Kerja bakti bersih-bersih Kali Pepe dilaksanakan mulai dari depan RS Brayat Minulya Surakarta, dekat Kantor Kelurahan Gilingan sampai Rumah Susun(Rusun) Mangkubumen. Kerja bakti dilakukan dengan membersihkan sedimen, enceng gondok, serta tanaman liar di sekitar aliran Sungai Kali Pepe.

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Didik Anggono HKS, S.Hut, M.Si mengungkapkan bahwa bersih-bersih Kali Pepe dilaksanakan dalam rangka HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Linmas, untuk mendukung program gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu juga untuk menjaga kebersihan lingkungan, upaya mencegah terjadinya penyumbatan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir dan wujud pelaksanaan program kali bersih (Prokasih).

“Kerja bakti bersih-bersih juga untuk mewujudkan semangat Kota Solo ‘Berseri’ dan ‘Reshik Kuthane, Sehat Wargane, Betah Pengunjunge’ (Bersih Kotanya, Sehat Warganya, Betah Pengunjungnya),” kata Didik Anggono.
Mengingat sejarah
Kali Pepe merupakan sungai yang berada di tengah Kota Surakarta. Sungai ini salah satu anak sungai dari Sungai Bengawan Solo.
Dulu, Kali Pepe pernah menjadi jalur transportasi air pada abad XVI.
Lebar sungai ini dulu selebar 20 meter. Kini Kali Pepe menjadi sekitar 5-10 meter.
Kali Pepe merupakan jalur penting yang menjadi penghubung Bandar Beton, Semanggi dan Pasar Gede.
Sungai ini berperan penting dalam pembangunan Keraton Kasunanan Surakarta pada 1745 dan menjadi saksi interaksi ekonomi serta sosial, terutama di kawasan Pecinan sekitar Pasar Gede .
Saat Pakubuwono II memindahkan pusat pemerintahan dari Kartasura ke Desa Sala pada 1745, Kali Pepe digunakan untuk mengangkut kayu dan bahan bangunan pembangunan keraton.
Kali Pepe merupakan jalur penghubung menuju Sungai Bengawan Solo. Di Bengawan Solo terdapat pelabuhan tempat singgah kapal dari kerajaan-kerajaan masa lalu.
Pelabuhan atau bandar tersebut adalah Bandar Nusupan, Bandar Semanggi, dan Bandar Beton (Kampung Beton), Bandar Kabanaran (Laweyan) dan Bandar Langenharjo (Sukoharjo).
Kapal yang singgah diantaranya dari Kerajaan Majapahit yang kapal-kapal besarnya singgah di Sungai Bengawan Solo.
Di kawasan Kali Pepe tepatnya di Kampung Sudiroprajan dikenal sebagai Kampung Pecinan karena banyak tinggal warga etnis Tionghoa di sekitar kawasan Pasar Gede Hardjonagoro.

Wisata sungai Kali Pepe
Event Grebeg Sudiro merupakan perayaan grebeg yang menggabungkan budaya Jawa dan budaya Tionghoa di Sudiroprajan. Tahun ini puncak Grebeg Sudiro akan di gelar Minggu (15/2/2026).
Saat event Grebeg Sudiro yang digelar berdekatan dengan perayaan Imlek adalah Wisata Sungai Pepe. Wisata ini di buka bagi pengunjung mulai 6 – 21 Februari 2026, mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.
Wisata Sungai Kali Pepe dilakukan dengan susur sungai malam hari. Pada Jumat (13/2/2026) Wisata Sungai Kali Pepe dikunjungi lebih dari 400 orang pengunjung yang dengan sabar menunggu giliran naik perahu menikmati pemandangan yang dihiasi lampu-lampu lampion.

Tiga buah perahu hias hilir mudik menyusuri Kali Pepe. Pengunjung saat naik perahu bisa melihat gambar-gambar mural yang ada di dinding sungai.
Pengunjung dalam event ini juga dapat menikmati berbagai macam kuliner di sepanjang jalan dekat Pasar Gede dan simpang depan Balaikota Surakarta.
Hiasan ornamen Imlek di kawasan di penuhi lampion dan pernak-pernik Imlek. Pengunjung pada Jumat (13/2/2026) memenuhi Pendhapi Gedhe Balaikota dan halaman Balaikota menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar Pemkot Surakarta.

Kebhinekaan budaya, syukur atas perayaan Imlek, kerukunan dan keakraban, menjadi kehendak bersama yang mengalir – seperti halnya Kali Pepe- menandai keberadaan Kali Pepe di Kota Bengawan Solo.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta