Edukasi Kesehatan Keluhan Nyeri pada Orang Dewasa dan Lansia

0 16

Surakarta, Katolikana.com – Keluhan nyeri sering dialami orang dewasa dan lansia.

Di hadapan ibu-ibu paroki Gereja Kristus Raja Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah dr. Clara Valencia Okkywulandari, Sp,N dokter Spesialis Saraf dari RS Brayat Minulya Surakarta, menyampaikan edukasi kesehatan tentang keluhan nyeri pada orang dewasa dan lansia.

Edukasi kesehatan di kemas dalam bentuk sarasehan dengan tema:
“Keluhan Nyeri pada Orang Dewasa dan Lansia”. Kegiatan ini digelar Paguyuban Ibu-ibu Paroki Kristus Raja (PIPKRA) dan Tim Pelayanan Kesehatan Paroki bekerjasama dengan RS Brayat Minulya Surakarta pada Minggu, (15/2/2026). Sedikitnya 105 orang ibu-ibu hadir dalam kegiatan ini.

Selain mengikuti seminar sekitar 50 orang ibu-ibu melakukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dr. Elisabet Susilowati, MM Kepala Bagian IGD dan 4 orang perawat dari RS Brayat Minulya Surakarta.

Pemeriksaan kesehatan Ibu-ibu Paroki Gereja Kristus Raja Solo Baru, Minggu (15/2/2026).

Saraf kejepit
Edukasi kesehatan dalam seminar mengajak ibu-ibu mengenali fenomena nyeri akibat saraf kejepit, penyebab, resiko dan langkah penanganan bagi penderita serta cara hidup sehat.

Saraf kejepit (herniated disc atau nerve compression), dalam paparan dr. Clara Valencia Okkywulandari. Sp.N, adalah saraf tertekan oleh jaringan sekitar (otot, tulang, ligamen).

Kondisi ini menimbulkan nyeri, kesemutan, dan kelemahan otot. Saraf kejepit sering terjadi di leher, punggung bawah, dan pergelangan tangan.

Gejala yang terjadi, gejala utama penderita merasa sakit nyeri tajam, seperti terbakar, atau nyeri menusuk yang menjalar sepanjang saraf.
Selain itu mengalami sensasi kesemutan: Terasa seperti ditusuk-tusuk jarum atau kesemutan (parestesia).

Penderita dalam kasus tertentu mengalami
mati rasa yaitu hilangnya sensasi pada area yang terkena, seperti mati rasa pada kulit dan kelemahan otot.

Gejala lain yang perlu diperhatikan rasa sakit berubah-ubah, kesulitan menggerakkan anggota tubuh, inkontinensia yaitu pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi kesulitan mengontrol buang air kecil atau besar.

Penyebab saraf kejepit
Dokter Clara Valencia menyampaikan bahwa penyebab umum terjadi diantaranya dikarenakan gerak postur tubuh yang salah, duduk atau berdiri dalam posisi yang membungkuk dalam jangka waktu lama yang mengakibatkan menekan saraf.
Gerakan berulang seperti aktivitas mengetik, mengangkat beban dengan cara yang salah, atau olahraga tanpa jeda dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf.

Selain itu juga dikarenakan cedera, jatuh, kecelakaan, atau benturan keras dapat menyebabkan saraf terjepit.

Kegemukan (obesitas) berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada saraf, terutama di tulang belakang.

Penuaan, seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang dapat menipis dan menyebabkan tekanan pada saraf.

Ibu-ibu Paroki Gereja Kristus Raja Solo Baru Sukoharjo ikuti sarasehan dengan tema Keluhan Nyeri pada Orang Dewasa dan Lansia.

Kondisi medis tertentu

  • Hernia Nukleus Pulposus (HNP)
    Bantalan tulang belakang (diskus) robek dan menekan saraf di sekitarnya.
  • Stenosis Spinal: Penyempitan abnormal pada tulang belakang.
  • Carpal Tunnel Syndrome: Tekanan pada saraf median di pergelangan tangan akibat pembengkakan tendon, tulang, atau penebalan ligamen.
  • Kehamilan: Peningkatan berat badan dan perubahan hormon dapat menyebabkan saraf kejepit, terutama pada saraf tulang belakang

Faktor resiko bagi penderita nyeri
• Usia dan penuaan
• Kelebihan berat badan (obesitas)
• Postur tubuh buruk
• Aktivitas dan gerakan berulang
• Aktivitas fisik ekstrem atau cedera
• Kehamilan
• Kondisi medis
• Kebiasaan
• Riwayat keluarga

Terapi yang perlu dilakukan menurut dr. Clara Valencia dengan melakukan terapi konservatif yaitu:

Pengobatan dengan obat-obtan

Obat pereda nyeri: Mengurangi rasa sakit.
Obat antiinflamasi: Mengurangi peradangan pada saraf.
Relaksan otot: Meredakan spasme otot.

Fisioterapi

Penguatan otot: Memperkuat otot-otot di sekitar tulang belakang sebagai sistem penyangga.
Latihan postur: Melatih postur tubuh yang benar.
Peningkatan fleksibilitas: Meningkatkan rentang gerak (range of motion).

Terapi fisik dan modalitas lainnya

Traksi: Menggunakan alat seperti Triton-DTS untuk melepaskan penjepitan secara perlahan, mengurangi tekanan, dan memungkinkan nutrisi pada diskus tulang belakang.

TENS: Terapi listrik untuk mengurangi nyeri dan melemaskan otot yang tegang.
Ultrasound: Menggunakan gelombang suara untuk meningkatkan aliran darah, menghilangkan nyeri, dan mempercepat penyembuhan jaringan.

Terapi alternatif
Akupunktur: Stimulasi pada titik-titik tertentu tubuh untuk mengurangi nyeri.

Terapi medis lanjutan
Injeksi kortikosteroid bila nyeri berat
Operasi jika terapi lain gagal
Sebagian besar sembuh tanpa operasi

Gaya hidup sehat
Gaya hidup sehat yang perlu dilakukan dengan menghindari kebiasaan harian postur tubuh yang salah, gerakan berulang dalam waktu lama, mengangkat berat, kurang istirahat dan aktivitas fisik terlalu lama.

Hal yang perlu dilakukan, menurut dr. Clara Valencia, melakukan konsultalsi dengan profesional, melakukan olahraga yang memperkuat otot inti, seperti yoga, pilates, dan latihan core stability yang membantu menstabilkan tulang belakang, berenang., jalan kaki yaitu berjalan kaki secara santai yang dapat membantu relaksasi dan mengurangi nyeri.

Selain itu bisa dilakukan peregangan ringan untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot, membatasi atau menghindari gerakan yang memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, seperti melompat atau gerakan tiba-tiba.

Pola makan
Menghindari makanan pemicu peradangan dan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, garam, dan makanan olahan, serta hindari alkohol dan kafein berlebihan.

Kapan ke dokter?
Penderita nyeri disarankan melakukan pemeriksaan dokter apabila mengalami rasa nyeri.

Nyeri tidak kunjung hilang: Nyeri punggung atau leher yang tidak membaik meski sudah diobati secara mandiri.

Nyeri menjalar: Nyeri yang menjalar dari punggung ke tungkai, atau dari leher ke lengan.

Gejala neurologis: Kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot di tungkai atau lengan.

Setelah cedera: Jika nyeri punggung terjadi tiba-tiba setelah mengalami cedera atau kecelakaan.
Gangguan buang air
Kelemahan otot: Jika kelemahan otot semakin parah, kesulitan berjalan, atau kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Pencegahan Osteoartritis

Osteoartritis lutut

Selain menyampaikan paparan tentang nyeri akibat saraf kejepit , dr. Clara Valencia juga memberikan pemaparan tentang pengenalan Osteoartritis Lutut.

Osteoartritis lutut adalah penyakit kronis yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan di sendi lutut.

Kondisi osteoartritis lutut mengakibatkan tulang di dalam sendi saling bergesekan, sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, bengkak, dan penurunan fungsi gerak.

Peserta sarasehan nampak antusias mengikuti seminar. Setelah pemaparan selesai diantara peserta mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan rasa nyeri dan saraf kejepit yang dialami peserta sendiri maupun anggota keluarga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.