Surakarta, Katolikana.com – Komunitas Belajar Katekis (Komberkat) merupakan komunitas belajar yang beranggotakan para katekis Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Komunitas ini dibentuk sebagai sarana ‘Sinareng’ atau ‘Sinau bareng’ atau ‘Belajar Bersama Katekis’ untuk mendalami tiga pengajaran atau sumber utama iman Gereja Katolik yang bersumber pada Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja.
Ketiga pilar ini saling berkaitan erat dan membentuk satu kesatuan warisan iman yang diimani oleh Gereja Katolik.
Kitab Suci, Sabda Allah yang tertulis di bawah inspirasi Roh Kudus, berisi perjanjian Allah dengan manusia (Perjanjian Lama) dan wahyu Allah yang tertinggi dalam diri Yesus Kristus (Perjanjian Baru).
Tradisi Suci merupakan ajaran dan praktik yang diwariskan secara turun-temurun dari para rasul, yang tidak tertulis secara eksplisit dalam Alkitab tetapi hidup dalam Gereja.
Magisterium Gereja merupakan kuasa mengajar resmi Gereja, yang dijalankan oleh Paus dan para uskup yang bersatu dengan-Nya.

Temu katekis
Komberkat Paroki Santo Paulus Kleco pada Rabu (25/2/2026) pukul 18.30 – 21.00 bertempat di RM Mbok Lami – milik salah satu katekis Paroki Kleco yang berada dekat gereja Kleco- mengadakan temu katekis untuk belajar bersama materi “Otoritas Gereja Katolik”.
Pemandu temu katekis ini Petrus Gian Pratama Putra katekis dan Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Santo Paulus Kleco. Hadir dalam temu katekis ini 30 orang katekis.
Otoritas Gereja Katolik
Petrus Gian saat memandu mengawali mengajak peserta untuk memahami kembali sejarah Gereja Katolik, peran dan ciri-ciri khas Gereja Katolik.
Sambil mengajak diskusi peserta Petrus Gian menguraikan ciri-ciri utama Gereja Katolik (Satu, Kudus, Katolik, Apostolik) yang mencakup kesatuan iman di bawah Paus, kesucian ajaran/sakramen, universalitas (terbuka bagi semua), dan tradisi apostolik dari para rasul.
Otoritas tertinggi Gereja Katolik berada pada Magisterium, yaitu wewenang mengajar yang dipegang oleh Paus dan para uskup yang bersatu dengannya. Magisterium bertugas menafsirkan, menjaga kelestarian iman, dan mengajarkan sabda ilahi melalui magisterium biasa (pengajaran harian) dan luar biasa (konsili ekumenis/ infalibilitas Paus)
Salah satu yang diuraikan dalam temu katekis yaitu ajakan Paus Fransiskus dalam menghidupi dan menerapkan Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium (Terang Bangsa-bangsa) dari Konsili Vatikan II, terutama dalam menekankan Gereja sebagai Umat Allah yang inklusif, miskin, dan melayani.

Diskusi dan sharing
Pada temu katekis didiskusikan dan disharingkan tentang :
Bagaimana otoritas Gereja Katolik membantu umat dalam menghadapi era dan isu moral dewasa ini?
Mengapa ajaran Gereja dianggap penting sebagai pedoman hidup umat Katolik?
Suasana saat temu katekis Komberkat menampakkan antusiasme para peserta untuk belajar dan mencoba memahami materi dengan saling sharing dan menyampaikan tanggapan saat sharing dan diskusi.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta
Matursembahnuwun Pak Juli atas kontribusi nya sehingga kami selalu diingatkan bahwa menjadi katekis yg baik adalah selalu semangat dalam belajar dan memperdalam seluruh ajaran Sabda Tuhan, tradisi dan magisterium Gereja supaya tetap menjadi saluran pewartaan kabar sukacita Injil yg berkenan kpd Tuhan.amin.