Mengemis Belas Kasihan Tuhan

0 10

Daniel 3:25.34-43; Matius 18:21-35.

Katolikana.com -Ada banyak cara untuk memperoleh sesuatu dari orang lain. Masing-masing mengungkapkan makna di baliknya, mulai dari cara yang kasar dan tidak terhormat hingga yang mulia.

Merampok, misalnya, adalah meminta dengan ancaman. Sang pemberi secara terpaksa sambil ketakutan melepaskan barangnya.

Ada pula yang meminta secara tidak sopan. Setelah menerima sesuatu tidak mengucapkan terima kasih sama sekali.

Mengemis
Cara yang lebih sopan adalah memohon. Kata memohon mengandung unsur merendahkan diri sambil mengangkat derajat sang pemberi.

Yang lebih rendah dari itu, meski tidak selalu buruk adalah mengemis. Yang meminta sama sekali tidak punya apa-apa. Keberanian pun sering minus.

Sedang sang pemberi amat kaya, berwibawa, dan punya kuasa.

Belas kasihan
Mencermati bacaan dapat ditemukan contoh yang jelas. Daniel berdoa, mengemis belas kasihan kepada Tuhan (Daniel 3:35.38.42). Posisinya sungguh di bawah karena dosa dan jiwa yang remuk redam.

Inilah doa Daniel yang mengiba, “Perlakukanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu” (Daniel 3:42). Di sini, mengemis itu mulia.

Hanya mengemis
Injil Matius menyajikan kisah serupa. Ada hamba yang berhutang kepada seorang raja sepuluh ribu talenta. Jumlah yang amat banyak. Dengan menjual diri, istri, dan seluruh miliknya pun tak mampu ia melunasi hutangnya.

Solusinya, hanya mengemis belas kasihan. Syukurlah, sang raja bermurah hati dan berbelas kasihan. Utangnya dihapus.

Namun, ketika berjumpa dengan temannya yang berhutang seratus dinar, ia tidak menunjukkan belas kasihan. Sebaliknya, “Ia menangkap dan mencekik kawannya.”(Matius 18:28).

Lalu, memasukkan kawannya ke dalam penjara sampai seluruh utangnya dilunasi. Amat tidak berbelas kasihan.

Benar-benar hamba yang jahat! Untuk melunasi hutangnya kepada raja ia mengemis belas kasihan. Tetapi terhadap kawannya ia tidak berbelas kasihan. Karena itu, sang raja marah dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan hutangnya (Matius 18:34).

Mereka yang tidak berbelas kasihan akan mendapat perlakuan serupa.

Sulit mengampuni
Kepada Tuhan kita tidak layak meminta atau memohon belas kasihan-Nya atas dosa-dosa kita. Jalan terbaiknya hanya bisa mengemis sambil merendahkan diri di hadapan-Nya.

Mengapa? Karena tidak mungkin kita menghapus dosa kita sendiri.

Mengapa kita sering sulit mengampuni kesalahan sesama dan enggan berbelas kasihan?

Selasa, 10 Maret 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.