Hosea 6:1-6 dan Lukas 18:9-14
Katolikana.com -Iman seseorang tampak dan bisa diukur dari doanya. Semakin mendalam, kuat, dan murni iman seseorang, semakin berkualitas pula doanya. Dalam doanya, orang sering menampakkan sikap hatinya di hadapan Tuhan. Bisa sikap yang benar, bisa juga salah. Inilah yang kita baca dalam sabda Tuhan hari ini.
Dua orang berdoa
Dua orang yang pergi ke Bait Allah untuk berdoa menampilkan kontras satu sama lain. Yang pertama adalah orang Farisi yang membanggakan dan memuji diri di hadapan Tuhan (Lukas 18:11).
Bayangkan, ia memuji dirinya bukan hanya di depan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan. Ia lupa bahwa semua bisa dilakukannya berkat kebaikan Tuhan.
Orang kedua adalah pemungut cukai yang menyadari dosanya. Karena itu, ia tidak berani menengadah. Sebaliknya, ia menepuk dada sebagai ungkapan akan betapa hina dirinya di hadapan Tuhan.
Doanya, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13).
Orang yang dibenarkan Allah
Yesus mengatakan bahwa pemungut cukai itu pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah.
Mengapa? “Sebab barang siapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan.” (Lukas 18:14).
Mengapa orang Farisi itu tidak dibenarkan dalam doanya?
Bukan hanya karena ia meninggikan diri, melainkan juga ia lupa akan sabda Allah yang berbunyi, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan. Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban bakaran.” (Hosea 6:6). Ia gagal mengenal Allah.
Mengenal dan berusaha sungguh-sungguh
Masa Prapaskah mengajak kita bertobat. Artinya, mengarahkan diri kepada Allah dan mengenal-Nya; bukan kepada diri sendiri. Nabi Hosea berkata, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan.” (Hosea 6:3).
Dengan itu kita akan melihat kebaikan Allah dan belas kasihan yang kita perlukan. Hendaknya kita menjadikan Allah itu pusat hidup kita. Jangan sampai kita menjadikan diri sebagai pusat, apalagi ukuran untuk menilai sesama seperti yang orang Farisi lakukan terhadap pemungut cukai itu.
Bagaimanakah selama ini kita berdoa? Apakah doa-doa kita lahir dari iman yang tulus, murni, dan diwarnai sikap rendah hati atau sebaliknya? Apakah kita mengungkapkan doa jujur seorang beriman?
Sabtu, 14 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.