Bertekun Mewujudkan Kebenaran

0 20

Yeremia 11:18-20; Yohanes 7:40-53

Katolikana,com – Tuhan melindungi mereka yang menaruh harapan dan kepercayaan kepada-Nya. Dia tidak akan membiarkan mereka menjadi korban kejahatan. Itulah yang kita baca dalam sabda Tuhan pada hari ini.

Menyerahkan perkara pada Tuhan
Nabi Yeremia berkata, “Tuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku” (Yeremia 11:8).

Meski mengetahui ancaman-ancaman itu, nabi Yeremia tidak gentar, karena ia menyerahkan perkaranya kepada Tuhan (Yeremia 11:20).

Kebenaran dalam diri Yesus
Injil Yohanes menampilkan Yesus yang berada dalam situasi serupa. Dia berada di Yerusalem, mengajar.

Orang-orang Farisi dan imam-imam kepala merancang untuk menangkap Yesus lewat tangan para penjaga (Yohanes 7:45).

Namun mereka tidak membawa Yesus. Mereka berkata kepada orang Farisi tentang Yesus, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” (Yohanes 7:46). Mereka melihat kebenaran dalam diri Yesus.

Kegagalan melihat kebenaran
Namun orang Farisi gagal melihat kebenaran itu, karena hatinya telah diliputi dengan kebencian.

Kepada para penjaga itu mereka berkata, “Adakah kamu juga disesatkan” (Yohanes 7:47).

Rasa benci gagal melihat kebenaran dan membuat pelakunya tersesat.

Hari itu mereka gagal menangkap Yesus. Karena perbedaan pendapat, mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

Kesepakatan jahat itu tidak membuahkan hasil apapun, kecuali kejahatan itu sendiri.

Bertekun mewujudkan kebenaran

Apa yang dapat kita renungkan dari sabda Tuhan hari ini?

Pertama, Tuhan melindungi orang-orang benar. Hal itu tampak dan terjadi pada diri nabi Yeremia dan Tuhan Yesus.

Kedua, niat jahat selalu cacat dan cenderung terpecah dalam dirinya sendiri. Itu tidak pernah akan menghasilkan buah kebenaran.

Ketiga, kita diajak bertekun dalam mewujudkan kebenaran, meski menghadapi banyak tantangan jahat. Tuhan Allah melindungi kita.

Bersama pemazmur, marilah berdoa, “Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. Perisaiku adalah Tuhan, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil.” (Mazmur 7:10-12).

Sabtu, 21 Maret 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.