Yehezkiel 37:12-14; Roma 8:8-11; Yohanes 11:1-45
Katolikana.com – Bacaan hari ini, pada Minggu V Masa Prapaskah firman Allah sangat bermakna tentang kasih Allah. Kasih Allah adalah asal mula segala kehidupan.
Pada saat penciptaan, Ia menghembuskan Roh-Nya ke dalam diri manusia, menjadikannya makhluk hidup.
Tidak meninggalkan umat-Nya
Bacaan-bacaan hari ini mengungkapkan Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Ia tidak menyerahkan umatnya kepada kematian.
Bagi bangsa Israel, yang diasingkan dan mati secara rohani, Allah membuat janji melalui nabi Yehezkiel: Ia akan membuka kuburan mereka dan membawa mereka kembali ke tanah mereka.
Janji ini bukan sekadar pemulihan bagi seluruh bangsa, melainkan tanda kuasa-Nya untuk memperbarui apa yang tampaknya tanpa harapan.
Pelaku pembaharuan
Santo Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, mengidentifikasi pelaku pembaruan ini. Roh yang sama yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati berdiam dalam diri kita, orang Kristen.
Kebangkitan itu bukanlah peristiwa sekali saja, melainkan realitas saat ini—Roh Kudus menjadi jaminan hidup kekal bagi mereka yang bersatu dengan Kristus.
Injil menunjukkan bahwa kuasa Allah bekerja bagi Lazarus. Lazarus adalah orang yang dikasihi Yesus. Injil Yohanes menyebutnya minimal dua kali. “Maka saudara-saudara perempuan itu mengirimkan pesan kepada-Nya: ‘Guru, orang yang Engkau kasihi sedang sakit.”
Yohanes juga menulis, “Maka orang-orang Yahudi berkata: ‘Lihatlah betapa Ia mengasihi dia.”
Dalam membangkitkan Lazarus yang dikasihi-Nya, Yesus tidak hanya melakukan mukjizat; Ia mengungkapkan identitas-Nya.
Ia menyatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup.”
Dia yang meniupkan nafas kehidupan ke dalam ciptaan, yang berjanji untuk membuka kuburan, kini berdiri di depan sebuah makam dan memanggil orang mati.
Yesus itu bukan sekadar nabi yang meminta kuasa kepada Allah; Dia adalah Tuhan atas kehidupan itu sendiri.
Landasan orang Kristen
Kebenaran ini adalah landasan iman Kristen. Jika Yesus adalah kebangkitan, maka kematian bukanlah kata terakhir.
Kebenaran ini menjadi renungan penting selama Masa Prapaskah.
Prapaskah adalah saat untuk menguji kejujuran; masa untuk mengenal kuburan rohani kita sendiri: dosa, sikap apatis, dan cara-cara hidup kita yang terputus dari Allah. Selain itu juga masa harapan.
Kita tidak dipanggil untuk sekadar meratapi keadaan, tetapi juga percaya bahwa Roh yang membangkitkan Yesus sedang bekerja di dalam kita.
Persiapan Paskah
Prapaskah mempersiapkan kita untuk Paskah dan mengingatkan kita bahwa suara yang sama yang memerintahkan Lazarus untuk “keluar” dari kubur berbicara kepada kita, memanggil kita dari kematian menuju kehidupan. .
Kita semua adalah Lazarus, yang dikasihi Tuhan Yesus dan dibangkitkan dari kematian.
Oleh karena itu, bagi kita, Kristus bukan hanya tokoh sejarah untuk dikagumi, tetapi juga Tuhan yang hidup dan berbagi kehidupan serta kemenangan-Nya dengan kita.
Tujuan penciptaan terpenuhi
Di dalam Dia, Allah, tujuan penciptaan terpenuhi: kita dihidupkan oleh Roh-Nya, dipelihara oleh kasih-Nya, dan ditakdirkan untuk hidup yang kekal.
Apakah kita sungguh percaya?
Minggu V Prapaskah A, 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.