Refleksi Perjalanan Sr. M.Yulita, OSF di RS Brayat Minulya : Menenun Kasih dalam Pelayanan

0 19

“Melayani dengan hati, berjalan dalam ketaatan, dan mensyukuri setiap perjumpaan.”

Surakarta, Katolikana.com – Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin saya melangkahkan kaki di koridor RS Brayat Minulya Surakarta, membawa semangat spiritualitas OSF untuk mengabdi bagi sesama yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Tidak terasa, 8 tahun dan 8 bulan telah berlalu—sebuah rentang waktu yang tidak hanya diisi oleh hitungan hari, tetapi oleh untaian kisah, tawa, air mata, dan pembelajaran yang mendewasakan.

Perjalanan ini adalah sebuah ziarah pelayanan yang dinamis. Saya bersyukur atas kepercayaan luar biasa untuk bisa bertumbuh bersama seluruh keluarga besar RS Brayat Minulya melalui berbagai dinamika peran.

Dari akar pelayanan hingga manajerial
Langkah awal saya dimulai dari kedekatan langsung dengan pasien dan ruang perawatan, saat dipercaya untuk menemani teman2 perawat baik di Rawat Jalan (Rajal) maupun Rawat Inap (Ranap) saya boleh merasakan dan mengalami betapa perjuangan mereka yang sangat luar biasa dalam melayani pasien.

Di sinilah saya belajar mendengarkan detak jantung pelayanan yang sesungguhnya—memahami kecemasan pasien, sekaligus merasakan ritme kerja rekan-rekan perawat di garda depan.

Panggilan pelayanan kemudian membawa saya pada tanggung jawab yang lebih luas sebagai Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Peran ini mengajarkan saya arti penting dari sebuah jembatan: menghubungkan kebutuhan pasien, kebijakan rumah sakit, dan profesionalisme medis demi keselamatan serta kenyamanan pasien.

Puncak pengabdian menakhodai keperawatan
Hingga akhirnya, melalui Surat Keputusan (SK) yang saya terima, Tuhan mempercayakan tanggung jawab yang besar sekaligus indah sebagai Direktur Keperawatan selama 1 tahun 10 bulan (2 tahun kurang 2 bulan).

Menjadi pemimpin di ranah keperawatan adalah seni merajut hati. Di satu sisi, ada standar akreditasi, mutu pelayanan, dan kedisiplinan yang harus ditegakkan.

Namun di sisi lain, ada kehangatan persaudaraan yang harus terus dirawat.

Bersama rekan-rekan perawat yang hebat, kita telah melewati berbagai tantangan, menyusun jadwal shift yang kadang menguras energi, menghadapi berbagai tantangan di internal, hingga memastikan setiap pasien pulang dengan senyuman yang hangat
“Setiap kebijakan yang diambil, setiap evaluasi yang dilakukan, selalu didasari oleh satu kerinduan: melihat keperawatan RS Brayat Minulya menjadi saluran berkat yang profesional dan penuh empati.”

Suster M. Yulita, OSF berfoto bersama dengan dr. Albertus Septian Rahardi, Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani beserta Pengurus Baznas Kota Surakarta dalam sebuah acara di Rumah Kediaman Walikota Surakarta, Loji Gandrung. (Dok. Ist.)

Terima kasih untuk cerita indah ini
Setiap sudut RS Brayat Minulya menyimpan cerita. Senyum ramah di ruang rawat jalan, ketangguhan perawat di ruang rawat inap, diskusi hangat di ruang rapat manajemen, hingga doa-doa yang terucap di keheningan kapel—semuanya adalah potongan puzzle indah yang membentuk diri saya hari ini.

Kepada jajaran direksi, rekan-rekan dokter, seluruh staf keperawatan, dan segenap karyawan RS Brayat Minulya: Terima kasih yang tak terhingga.

Terima kasih atas kerja samanya, dukungannya, bahkan untuk perbedaan pendapat yang justru mendewasakan kita.

Mohon maaf atas segala kekhilafan kata, atau tindakan saya yang kurang berkenan selama masa bakti ini.
Saya pamit untuk melanjutkan perutusan di tempat yang baru, namun hati dan doa saya akan selalu buat teman semua di rumah yang hangat bernama RS Brayat Minulya.

The employees of Brayat Hospital are always in my heart“.

Berkah Dalem, Sr. M Yulita, OSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.