Yudisium Angkatan XVII STP Santo Bonaventura KAM
Gelar Bukan Buah, melainkan Awal untuk Berbuah

0 37

Delitua, Katolikana.com — Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan (KAM) mengikuti Yudisium Sarjana Angkatan XVII di Delitua, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026).

Mereka menyelesaikan studi pada Tahun Akademik 2025/2026. Yudisium dihadiri fungsionaris STP Santo Bonaventura KAM, pengurus Yayasan Katolik Budi Murni, dosen, dan tenaga kependidikan.

Belajar dari Pohon

Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Ermina Waruwu, memakai gambaran pohon untuk merefleksikan perjalanan studi para lulusan.

Menurut Ermina, pohon hanya bisa tumbuh jika berakar kuat. Akar itu adalah iman, pengetahuan, dan prinsip yang dibangun selama kuliah. Batang yang kokoh melambangkan pribadi yang mampu berdiri teguh saat menghadapi tantangan.

Namun, pohon juga perlu lentur. Setelah lulus, para sarjana akan masuk ke lingkungan dan tugas yang berbeda. Mereka perlu mampu beradaptasi tanpa kehilangan iman dan prinsip.

Ermina juga mengingatkan bahwa pertumbuhan menuntut kesediaan menerima teguran. Ia mengutip Wahyu 3:19: “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar.”

Baginya, teguran adalah bagian dari kasih. Kritik dan masukan yang diterima dengan terbuka membantu seseorang menyadari kekurangan dan memperbaiki diri.

Mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti Yudisium Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik Angkatan XVII Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan.

“Jadilah Bunga di Mana Pun Anda Ditanam”

Ketua STP Santo Bonaventura KAM, Sr. Regina Sipayung, menyebut yudisium sebagai ujung dari proses panjang.

“Yudisium merupakan perjalanan panjang dari proses pendidikan yang mahasiswa tempuh, baik dalam kejenuhan maupun kesenangan, dan diakhiri dengan perjuangan untuk memperoleh gelar,” kata Sr. Regina.

Ia berpesan agar para lulusan tetap menghadirkan kebaikan di mana pun mereka bertugas.

“Jadilah bunga di mana pun Anda ditanam dan bertugas,” ujarnya.

Gelar Bukan Tujuan Akhir

Pesan yang mengemuka dalam yudisium ini: gelar sarjana bukan buah, melainkan bagian dari proses. Buah pendidikan tampak dari cara lulusan memakai iman, ilmu, dan pengalamannya dalam pekerjaan, pelayanan, serta kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Refleksi itu sejalan dengan sabda Yesus dalam Yohanes 15:8: “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Kini, 85 lulusan Angkatan XVII membawa bekal itu ke tempat perutusan masing-masing. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.