Sukacita Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi di Kevikepan Surakarta Keuskupan Agung Semarang

0

Surakarta, Katolikana.com – Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko, pada Minggu (18/10/2026) mencanangkan perubahan nama komisi dari KKM KAS menjadi KOMAR KAS.

Perubahan diungkapkan sebelum memberikan berkat penutup dalam Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi yang diselenggarakan Kevikepan Surakarta di SMA Regina Pacis Surakarta.

Perubahan nama komisi yang semula KKM KAS (Komisi Karya Misi Keuskupan Agung Semarang) menjadi KOMAR KAS (Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Agung Semarang).

Para remaja menyanyikan Jingle Satu Misi Satu Kristus

Peringatan 100 tahun Minggu Misi Sedunia
Sebanyak 774 remaja, pada Minggu (18/10/2026) di SMA Regina Pacis Surakarta, hadir mengikuti Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi Sedunia. Mereka berasal dari 29 Paroki yang berada di reksa pastoral Kevikepan Surakarta, perwakilan KKM Kevikepan Kedu, Kevikepan Yogyakarta Barat, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Kevikepan Semarang. Masing masing kelompok hadir 20 orang remaja.

Acara dimeriahkan dengan kehadira MC Bendhot dan Berto dari Paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi Klaten yang piawai menghangatkan suasana dan akrab dengan kawula muda.

“Peringatan 100 Tahun Minggu Misi Sedunia, diadakan di Kevikepan Surakarta. Target peserta dari 29 paroki di Kevikepan Surakarta dan mengundang perwakilan dari 4 kevikepan di KAS. Harapan digelarnya Misa Raya, agar para remaja menjadi pribadi yang bahagia, lalu bisa menginspirasi teman-teman yang lain.

Remaja yang saat ini berada di era gadget diharapkan mampu mengkolaborasikan antara mencintai Ekaristi atau misa dengan membuat konten yang menjadi lingkup dunia remaja saat ini. Selain itu agar remaja sejahtera. Sejahtera bukan dalam hal materi namun sebagai pribadi dan penerus Gereja masa depan”. Demikian disampaikan Chatarina Presty Ary Murti Widyastuti Ketua Penyelenggara Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi dari Kevikepan Surakarta.

Tongkat estafet
Misi bukan saja tugas imam, bruder, suster dan orangtua. Misi juga tugas para remaja. Tongkat estafet kini ada di tangan remaja di era digital. Generasi muda pemilik masa depan gereja.
Melalui misa ini para remaja diajak menengok ke belakang dengan penuh rasa terima kasih sekaligus melihat ke depan dengan keberanian. Para remaja diutus menjadi misionaris jaman now. Tidak perlu bermisi di tempat terpencil di pedalaman, namun dimulai dari ruang kelas, lingkungan rumah, tempat “nongkrong” hingga lewat gadget masing-masing dengan membawa kasih, sukacita, kebaikan dan kejujuran. Menjadi saksi untuk Kristus. Ungkap Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Yogyakarta Timur sekaligus Ketua Misi Kepausan Indonesia KAS Romo Benedictus Danarto Agung Wibowo, Pr.

Ambil bagian dalam perutusan pewartaan
“Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” (One in Christ, United in Mission). Tema yang dipilih mengingatkan umat beriman dalam Kristus secara bersama ambil bagian dalam perutusan mewartakan Injil ke segala bangsa. Injil yang direnungkan : “Memberikan pada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.”

Yesus mengingatkan kita bahwa hudup kita milik Allah karena dicipta sesuai gambar-Nya dan ditebus oleh Kristus. Umat termasuk di dalamnya remaja, dipanggil mempersembahkan hidup kepada-Nya melalui iman, kesetiaan dan pelayanan.

Penyelenggara acara ini KKM KAS Kevikepan Surakarta.

Tema yang diangkat dari Kepausan One in Christ, United in Mission. Tema penyelenggaraan di Kevikepan Surakarta One in Crist, One in Mission.

Misa Raya dipimpin konselebran utama Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dengan selebran Vikaris Episkopal Surakarta Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr., Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Surakarta Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr., Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Kedu Romo Antonius Abbas Kurnia Andrianto , Pr. Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Yogyakarta Barat Romo Cosmas Christian Timur, Pr. dan Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Yogyakarta Timur sekaligus Ketua Misi Kepausan Indonesia KAS Romo Benedictus Danarto Agung Wibowo, Pr.

Hadir pula dalam Misa Ketua Komisi Anak dan Remaja Kevikepan Semarang Sr. Elena Eni Kiswari, SDP.

Sukacita tampak terpancar dari raut wajah para remaja. Hal ini ketika para remaja mengikuti Perayaan Ekaristi, berdialog dengan Uskup KAS saat homili, menyanyikan bersama Jingle Misa Raya 100 Tahun Misi “Satu Misi Satu Kristus” serta mengikuti rangkaian acara yang digelar.

Gerak bersama, semangat dalam persaudaraan, harapan berjalan bersama dalam bermisi, mengisi ruang relung hati remaja yang memenuhi Auditorium SMA Regina Pacis Ursulin Surakarta.


Satu Misi Satu Kristus
(Jingle Misa Raya 100 Tahun Misi Komisi Karya Misioner Kevikepan Surakarta)

Aku kamu kita diutus
Jadi garam dan terang Kristus
Aku kamu kita berjalan
bagi cinta dan terang Tuhan
Berdoa, berbagi dan peduli pada sesama

Satu misi satu Kristus Tuhan
satukan hati dan tujuan
bersama kita bergandeng tangan
Cinta kasih-Nya kita wartakan (2X)


Misa syukur perayaan Satu Abad Minggu Misi dirangkai dengan Sharing Pengelolaan Konten Medsos, Lomba Membuat Konten serta ramah tamah keakraban. Dalam gelaran Misa Raya ini juga tampak stan promosi panggilan dari Suster OSF Semarang dan Suster Ursulin serta layanan pemeriksaan kesehatan dari RS Brayat Minulya Surakarta.

Sharing bermisi melalui medsos dipandu Wandi Murti Kreator Konten dari Yogyakarta dan Sr. Rita, Ak Kreator Konten dari Paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi Klaten.

Perayaan 100 tahun mengajak remaja menjalani panggilan dengan mewartakan injil ke segala penjuru dunia. Pewartaan injil zaman sekarang sudah melalui media sosial. Rangkaian kegiatan mengajak untuk belajar menjadi pewarta sabda Tuhan dalam media sosial yang diakrabi remaja.

Misa raya juga bersyukur atas misionaris yang menanamkan iman. Syukur atas seluruh umat beriman yang ambil bagian dalam karya perutusan gereja. Berani bersatu dengan Kristus berani menjadi saksinya di tengah keluarga, masyarakat dan dunia. Inilah ujub misa : “Menjadi misionaris-misionaris muda untuk mewartakan Ijnjil dalam hidup sehari hari”.

Homili Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengawali homili denganeneguhkan Wandy Murti dan Sr. Rita, AK yang akan sharing mengelola konten di medsos.

Pewartaan melalui media sosial merupakan salah satu diantara sekian banyak langkah mewartakan Kabar Sukacita sesuai zamannya. Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengundang Wandy Murti dan Sr. Rita, AK yang akan mensyaringkan pengalaman mewartakan melalui media sosial.
Wandy Murti yang dikenal dengan akun @suka_sembahyang mengungkapkan semangat mewartakan di media sosial tidak hanya senang menjadi follower namun bersuka cita menjadi saksi Kristus lewat konten di medsos.

Suster Rita, AK bersyukur mendapat kesempatan berbagi pengalaman dengan para remaja untuk mewartakan lewat media sosial.

Selanjutnya, dalam homili Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak berdialog para remaja dalam mendalami tema misi “One in Christ, United in Mission“. Bapak Uskup melontarkan pertanyaan :”Apa yang menjadi misi Yesus hadir ke dunia selain menebus dan menyelamatkan umat manusia?”

Bergegas beberapa remaja yang hadir mendekat Bapak Uskup yang berdiri didepan altar. Diantaranya remaja yang menanggapi percakapan Bapak Uskup adalah Grace remaja putri dari Paroki Palur. Ia menjawab mewartakan kerajaan Allah, membawa kedamaian dan kasih. Jawaban ini dinyatakan oleh Bapak Uskup benar, dan Grace diberi hadiah (diminta memilih medali kalung atau cincin rosario). Grace memilih medali.

Selanjutnya Niko remaja dari Paroki Promasan menjawab dengan jawaban berbuat untuk sesama membagi damai dan kasih. Niko juga mendapat hadiah dari Uskup KAS.

Ada pula seorang remaja putri Fania menjawab pertanyaan Bapak Uskup dengan jawaban Yesus datang membawa misi sebagai imam, nabi dan raja. Disini terjadi percakapan antara jawaban Fania dengan pencerahan Bapak Uskup. Imam memberi misi menguduskan, memimpin ibadah dan perayaan iman. Nabi memberi misi mewartakan sabda Tuhan. Raja menjadi pemimpin, dan menggembalakan. Fania dalam kesempatan ini juga mendapat hadiah dari Bapak Uskup.

Usai melakukan percakapan Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak para remaja yang hadir dalam Misa lebih menghayati tema dengan memberikan katekese. Bermisi dalam hidup remaja hendaknya dilakukan dalam contoh hidup yang konkrit. Sekolah tidak nyontek. Tidak membuli teman, dan banyak cara mewartakan Inijl. Hidup dalam kasih. Membawa damai satu sama lain.

Percakapan Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko dengan para remaja pada Perayaan Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi Sedunia di SMA Regina Pacis Surakarta, Minggu (18/10/2026)


“Melalui perayaan ke 100 tahun Minggu misi ini semua diharapkan terbuka hati untuk menjadi pembawa damai dalam hidup sehari hari. Menjadi jembatan bagi yang lain. Mendamaikan teman yang bermusuhan. Maka mari mencoba memilih satu hal yang akan dilakukan dalam rangka sebagai pewarta kabar suka cita keselamatan. Bagaimana caranya saya bisa mengambil tindakan menyelamatkan teman saya entah di rumah, di sekolah atau di kelas. Silahkan hening sejenak”, ajak Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Usai hening sejenak Mgr. Robertus Rubiyatmoko mendoakan para remaja agar mampu menjadi misionaris-misionaris pilihan Kristus di era zaman now

Menapaki peta jalan misi
Mengikuti Misa Raya 100 Tahun Minggu Misi dapat memotret beberapa hal tentang partisipasi kaum remaja. Paduan suara yang indah, pemazmur dengan suara yang bagus, persembahan yang dilakukan remaja, petugas tata tertib, peserta yang hadir dan bersama kakak-kakak pendamping serta pembimbing mencerminkan kuatnya konsep Teens School of Mission (T-SoM).

Misa Raya bukan hanya perayaan syukur namun menjadi sarana pemuridan. Bagaimana kontek itu dikemas sehingga ada unsur pembinaan rohani, refleksi, doa, memaknai perjumpaan, pembekalan materi (mencintai Ekaristi, mendaratkan sabda dalam percakapan homili), sharing pengetahuan dan pengelolaan media, praktik pewartaan membuat konten medsos dan berkehendak menjadi misionaris dalam keseharian hidup.

Misa Raya 100 Tahun Misi di Ursulin boleh dikatakan menjadi Short T-SoM, Sekolah (Singkat) Misi Remaja. Perjumpaan para remaja meneguhkan remaja untuk menjadi remaja yang cerdas, tangguh, gembira, dan misioner dalam mewartakan iman.

Peta jalan misi dengan semangat 2D2K diwujudkan:


Doa -membina kedekatan pribadi dengan Yesus sebagai Sahabat melalui doa.

Nara sumber Sharing Mengelola Konten Medsos Wandy Murti dan Sr. Rita, AK serta MC Bendhot dan Berto


Derma – menumbuhkan kerelaan berbagi materi atau bantuan bagi sesama yang membutuhkan.

Kurban – berupaya mengolah ego, disiplin, dan sedia berkorban demi kebaikan bersama.

Kesaksian – menjadi pembawa damai dan mewartakan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun rumah, juga melalui media sosial.

Pengalaman iman juga didapatkan.
Perjumpaan.

Bertemu 774 remaja menjadi sarana perjumpaan yang membantu remaja menyadari identitas diri sebagai remaja Katolik dan membangun persekutuan (communion) yang inklusif dengan teman-temannya.

Pencerahan.

Mencintai Ekaristi menghayati pewartaan sabda melalui percakapan, memahami anggilan misi dan memilih serta merefleksikan satu pilihan tindakan membawa damai dan kasih melalui tuntunan gembala Bapak Uskup memberi pencerahan tugas remaja pelaku misi.

Pemberdayaan.

Mencintai Ekaristi menghayati pewartaan sabda melalui percakapan, memahami anggilan misi dan memilih serta merefleksikan satu pilihan tindakan membawa damai dan kasih melalui tuntunan gembala Bapak Uskup memberi pencerahan tugas remaja pelaku misi.

Pemberdayaan.

Pelatihan keterampilan mengelola konten media sosial menjadi proses sekolah bersama untuk semakin, bijak, cerdas dan cerdik dalam pewartaan. Link Sambutan Vikep Surakarta Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr.


Aksi nyata dan utusan misi

Remaja tidak hanya menjadi objek pastoral, tetapi beralih menjadi subjek pewartaan kabar gembira melalui kegiatan di lingkungan, paroki, kelompok remaja dan mewartakan di rumah, sekolah serta masyarakat. Secara khusus mewartakan lewat medsos.

Misa Misi Perayaan 100 Tahun Minggu Misi, menjadi sekolah iman dan sekolah misi yang berguna bagi para remaja. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.