Skolastikat MSF Yogyakarta Gelar Perayaan Kaul Perdana, Pembaruan, dan Kekal

Jejak Setia Frater MSF dalam Panggilan Hidup Bakti

0 55

Yogyakarta, Katolikana.com – Dalam suasana penuh haru dan sukacita, Kapel Biara Nazareth, Skolastikat MSF Yogyakarta menjadi saksi peristiwa penuh makna dalam perjalanan panggilan relijius, Jumat (11/07/2025).

Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF) menggelar Perayaan Ekaristi Pengikraran Kaul Perdana, Pembaruan Kaul, dan Kaul Kekal, menandai langkah para frater dalam menyerahkan hidupnya secara total kepada Tuhan.

Perayaan Ekaristi dimulai pukul 09.30 WIB, dipimpin oleh Romo Yohanes Risdiyanto, MSF, Provinsial MSF Provinsi Jawa, didampingi Rm. Y.B. Prasetyantha, MSF (Rektor Skolastikat MSF Yogyakarta) dan Rm. Petrus Yuwono Hendro Prasetyo, MSF (Magister Novisiat MSF Salatiga).

Sebanyak tujuh frater dari Kongregasi MSF mengikrarkan kaul.

Mengikrarkan Hidup untuk Allah dan Sesama

Sebanyak tujuh frater mengikrarkan kaul pada kesempatan ini. Enam frater mengikrarkan kaul perdana, yakni:

  • Fr. Antonius Pury Widyo Sanjoyo, MSF
  • Fr. Bernadino Realino Sola, MSF
  • Fr. Mikael Aldorino Setyabudi, MSF
  • Fr. Paulus Setyo Nugroho, MSF
  • Fr. Yosep Gundisalvus Kolong Makin, MSF
  • Fr. Yulianus Agri Sindu Sanjaya, MSF

Sementara itu, Fr. Philipus Bimo Perbowo, MSF dengan mantap melangkah ke tahap kaul kekal—sebuah penyerahan diri seumur hidup kepada Tuhan dalam semangat Misionaris Keluarga Kudus.

Selain itu, 16 frater lainnya memperbarui kaulnya, menegaskan kembali janji yang telah mereka buat sebelumnya dalam perjalanan formasi mereka.

“Segala Hal Dapat Kutanggung…”

Tema misa yang diangkat dari Filipi 4:13, “Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,” menjadi pegangan rohani yang meneguhkan para frater dalam menapaki panggilan hidup religius.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Risdiyanto, MSF mengajak para frater untuk menghidupi spiritualitas mendengarkan.

“Mendengarkan Allah adalah bentuk rantai ikatan antara manusia. Hanya dengan mendengarkan suara Tuhan dan sesama secara saksama, kita bisa sungguh mencintai Yesus dan semakin dekat dengan sesama,” tegasnya.

Perayaan ini tak sekadar seremoni, melainkan momen peneguhan dan penyerahan diri dalam keheningan jiwa yang penuh makna. Kehadiran keluarga, komunitas MSF, umat, dan para undangan membuat perayaan ini semakin semarak dalam suasana kekeluargaan yang khas dalam spiritualitas MSF.

Syukur yang Menyatu dalam Perjamuan Kasih

Bagi para frater, hari ini menjadi tonggak penting—sebuah pengingat bahwa panggilan hidup bakti bukan sekadar pilihan, melainkan respon atas cinta Allah yang memanggil lebih dulu.

Janji perdana, pembaruan, hingga kaul kekal adalah jalan panjang yang ditempuh dengan kesetiaan, pengorbanan, dan pengharapan.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap siang bersama, menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara komunitas, keluarga, dan para frater. Suasana penuh syukur dan kekeluargaan mengalir dalam setiap sapaan dan pelukan.

Berdoa untuk Setia dalam Panggilan

Perayaan hari ini bukan hanya tentang pengikraran kaul, tetapi tentang kesetiaan yang terus diperbaharui—dari janji awal hingga kekal.

Kita berharap agar para frater semakin mencintai jalan hidup mereka dan menjadi saksi Injil Kristus di tengah dunia.

Semoga rahmat panggilan ini terus bertumbuh dan semakin banyak orang muda menjawab panggilan hidup bakti, menanggapi cinta Allah yang tak pernah berhenti mengajak kita untuk mengikuti-Nya.

Kontributor: Fr. Stefanus Rengga, MSF, Skolastikat MSF Yogyakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.