Deli Serdang, Katolikana.com — Pesta Kristus Raja Semesta Alam tahun ini dirayakan dengan cara istimewa oleh umat Stasi Santo Yosep Sukamaju, Kabupaten Deli Serdang.
Di bawah naungan Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Tanjung Selamat, Medan, perayaan yang jatuh pada Minggu (23/11/2025) ini berlangsung dalam suasana penuh kesederhanaan namun sarat makna kebersamaan.
Rangkaian perayaan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Parokial, RP. Alexander Aria Sasongko, OSC. Dalam homilinya, Pastor Aria mengajak umat merenungkan kembali makna “raja” dalam iman Kristiani yang berbeda dengan konsep duniawi.
“Kalau kita tahu selama ini konsep raja itu punya istana, anak buah, dan tentara, Kristus adalah kebalikannya. Ia justru menderita, sengsara, bahkan wafat demi kita. Raja Semesta Alam adalah Dia yang membela kita terlebih dahulu,” ungkap Pastor Aria.
Pesta Rakyat dan Kompetisi Rohani
Usai Misa, kemeriahan bergeser ke halaman gereja stasi. Ratusan umat berkumpul untuk menyaksikan puncak perlombaan Paduan Suara (Koor) antarlingkungan.
Sebelumnya, semangat kompetisi telah dibangun sejak bulan Oktober hingga November melalui pertandingan bola voli putra dan putri yang diikuti oleh 11 lingkungan di wilayah stasi tersebut.
Pastor Paroki Tanjung Selamat, RP. Aaron Taogo’aro Waruwu, OSC, yang menyempatkan diri hadir, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif umat.
Menurutnya, Stasi Santo Yosep Sukamaju menjadi satu-satunya stasi di paroki yang merayakan Kristus Raja dengan rangkaian kegiatan khusus dan persiapan matang hampir setahun.
“Sekilas terlihat sederhana, tetapi ini adalah puncak dari persiapan panjang. Terima kasih atas kegembiraan, kebersamaan, pengorbanan, serta sukacita yang teralami dalam semua kegiatan ini,” ujar Pastor Aaron.
Wujud Gereja yang Sinodal
Pastor Aaron menekankan bahwa kegiatan seperti ini adalah wujud nyata dari gereja yang sinodal—gereja yang berjalan bersama dalam persekutuan.
Keterlibatan aktif umat dalam lomba olahraga dan koor, hingga kehadiran yang membludak di gereja, menjadi bukti hidupnya partisipasi umat.
“Ini adalah cara kita melibatkan umat dalam kegiatan hidup menggereja. Harapannya, melalui kegiatan ini terjadi kaderisasi, sehingga kita tidak pernah kekurangan aktivis yang bisa dibanggakan dari Stasi Sukamaju,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar kemenangan dalam lomba tidak dilihat sebagai pembeda, melainkan apresiasi atas kerja keras. “Saya berharap bibit-bibit penyanyi yang tumbuh melalui lomba koor ini dapat berkembang dalam tugas-tugas pelayanan di dalam gereja,” harap Pastor Aaron.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Santo Yosep Sukamaju, Oktarianus Ginting, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan utama untuk mempererat persaudaraan.
“Ini adalah titik awal kita saling mengenal, menjalin kebersamaan, dan aktif bersama dalam kegiatan gereja. Terima kasih kepada seluruh pengurus lingkungan dan segenap umat yang telah mendukung hingga acara ini berjalan sukses,” ucap Oktarianus.
Para Pemenang
Kompetisi koor dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Sr. Ursula Gultom KSSY, Sr. Isabella Sitanggang KSSY, dan Ray Vinsen Sipayung. Para juri menilai intonasi, tempo, ekspresi, hingga dirigen dari setiap kelompok, dan memuji penampilan seluruh peserta yang dinilai luar biasa.
Berikut adalah daftar pemenang lomba dalam rangka Perayaan Kristus Raja Semesta Alam di Stasi Santo Yosep Sukamaju:
Lomba Paduan Suara (Koor):
- Lingkungan Santa Teresia
- Lingkungan Santo Paulus
- Lingkungan Santo Petrus
Bola Voli Putra:
- Lingkungan Santo Paulus
- Lingkungan Santo Maximus
- Lingkungan Santa Teresia
Bola Voli Putri:
- Lingkungan Santo Pius X
- Lingkungan Santa Anna
- Lingkungan Santo Paulus
Perayaan ini dikoordinir oleh Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Sukamaju, yang menunjukkan peran aktif kaum muda dalam menghidupkan dinamika paroki. (*)

Kontributor Katolikana, tinggal di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan, Keuskupan Agung Medan.