Uskup Timika Ingatkan Tobat Ekologis kepada Presiden Prabowo

0 28

Nabire, Katolikana.com—Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Boftwos Baru, OSA mengingatkan pentingnya pertobatan ekologis dan menyerukan penghentian proyek yang dinilai merusak lingkungan, dalam Misa Krisma bagi sekitar 200 umat dari tiga gereja wilayah Paroki Kristus Raja, Rabu (21/1/2025), di Gereja Paroki Kristus Raja, Nabire.

Perayaan Krisma itu menjadi bagian dari perjalanan kanonika perdana Mgr. Bernardus Boftwos Baru, OSA di wilayah pelayanan Paroki Kristus Raja. Umat menjemput kedatangan uskup di gerbang paroki dengan tarian adat dan lagu-lagu dalam sejumlah bahasa daerah, sebelum perayaan dimulai.

Dalam Misa tersebut, uskup didampingi tiga imam, yakni Pastor Stepanus Yogi, Pr, Pastor Dominikus D. Hodo, dan Pastor Samuel, Pr. Selain perayaan Krisma, agenda kunjungan kanonika juga mencakup audiensi bersama pengurus gereja dan umat, serta pemberkatan rumah pastoran yang sedang dibangun.

Dalam homilinya, Mgr. Bernardus Boftwos Baru, OSA mengajak umat yang menerima Krisma untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa penguatan iman harus tampak dalam cara hidup, termasuk dalam sikap menjaga ciptaan dan memperjuangkan kehidupan bersama.

Pada bagian lain homili, uskup menyoroti krisis ekologis yang ia kaitkan dengan praktik eksploitasi sumber daya alam. Ia mengkritik sikap serakah segelintir pihak yang mengejar keuntungan dengan mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Mgr Bernardus B.Baru, OSA berpose bersama Krismawan, Rabu ( 21/1/2026) di Gereja KR Siriwini Nabire. Foto: Marinus Gobai

Ingatkan tobat ekologis kepada Prabowo

Secara khusus, Mgr. Bernardus Boftwos Baru, OSA menyampaikan pesan pertobatan ekologis kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kebijakan pembangunan mesti mempertimbangkan dampak lingkungan dan tidak mengabaikan hak hidup masyarakat, terutama di Papua.

Uskup juga menyinggung rencana atau praktik perluasan perkebunan skala besar yang, menurutnya, berisiko memicu pembalakan hutan dan kerusakan tanah adat.

Ia menyatakan umat Papua menolak proyek “sawitisasi” bila berdampak pada kerusakan hutan, hilangnya ruang hidup, serta terganggunya keberlanjutan ekosistem.

Mgr Bernardus B.Baru, OSA berpose bersama misdinar. Foto: Marinus Gobai

Pendirian seminari menengah

Dalam audiensi bersama pengurus gereja dan umat, uskup menyampaikan arah prioritas Keuskupan Timika untuk tahun 2026, yakni pembenahan dan penguatan pendidikan.

Ia menyebut rencana lokakarya bersama Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tilemans untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga menyampaikan gagasan pendirian seminari menengah dan menyebut wilayah Dekenat Teluk Cenderawasih sebagai salah satu opsi lokasi yang akan dibahas lebih lanjut.

Perayaan Krisma di Paroki Kristus Raja berlangsung dengan kehadiran umat dari stasi-stasi dalam wilayah paroki. Para wali Krisma turut mendampingi peserta penerima Sakramen, sementara umat memadati gereja hingga perayaan selesai. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.