Esensi Pilar-pilar Gereja

0 13

Refleksi bacaan Jumat (23/1/2026) Romo Albert Herwanta, O.Carm.

Romo Albert Herwanta, O. Carm misionaris di Hong Kong (Foto Ist.)

Katolikana.com – Bacaan Injil hari ini, Markus 3:13-19, mewartakan hal-hal esensial tentang Yesus Kristus dan Gereja yang dibentuk olehNya.

Kita perlu memahami dan merenungkannya, karena makna dan pesannya menyangkut hakikat Gereja dan kehidupannya.

Memanggil dua belas orang rasul
Pusat dari kisah ini adalah Tuhan Yesus.

Dia naik ke bukit (Markus 3:13). Bukit itu tempat yang tinggi dan melambangkan tempat yang dekat dengan Allah.

Yesus kemudian memanggil dua belas orang untuk menyertai Dia dan mengutus mereka memberitakan Injil dan menerima kuasa untuk mengusir setan (Markus 3:13-14).

Apa yang kita baca di balik tindakan Yesus ini?

Yesus sebagai pusat dan pemeran utama dalam komunitas (Gereja). Yesus adalah bagian terpenting dari Gereja. Tanpa Yesus tidak ada Gereja yang benar.

Selanjutnya, Yesus itu memilih dua belas orang yang dikehendaki-Nya. Matius menyebut mereka rasul (Matius 10:2). Ini langkah penting yang menentukan hakikat, karakter, cara hidup, dan fungsi Gereja.

Dua belas rasul itu bukan hanya rekan kerja atau lingkar dalam komunitas yang baru dibentuk oleh Yesus. Mereka juga lebih dari anggota “team-work” dari persekutuan yang Yesus bangun.

Itu bukan semata-mata hal yang bersifat manajerial, melainkan menyangkut identitas Gereja yang esensial. Apa maksudnya?

Pilar-pilar Gereja
Yesus bersama para rasul adalah pilar-pilar Gereja yang tidak terpisahkan. Gereja sejati tidak bisa ada (eksis) tanpa keduanya.

Simon Petrus yang dipercaya oleh Yesus memegang pimpinan (Matius 16:18) merupakan kunci dan batu yang di atasnya Tuhan Yesus membangun Gereja. Tanpa para rasul, Gereja kehilangan pondasi dan perekatnya, terancam pecah berkeping-keping.

Berlandaskan pada yang dilakukan oleh Tuhan Yesus itu, Gereja mesti hidup dan berfungsi dalam kolegialitas (kesatuan dan kerja sama antar kolega).

Petrus memimpin Gereja dalam kesatuan dengan para rasul yang lain. Inilah sifat esensial Gereja dari awal.

Gereja bukan lembaga yang dibentuk oleh manusia dengan kepentingan duniawi dan manusiawi.

Gereja sejati dibangun oleh Yesus Kristus di atas dasar para rasul. Itulah yang tampak dalam Gereja yang dipimpin oleh Paus (pengganti Petrus) dan para uskup (penerus para rasul). Kita dipanggil untuk menjadi bagian dari Gereja tersebut, membangun, dan menjalankan fungsi seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.

Bagaimana selama ini hidup dan berpartisipasi dalam Gereja sejati? (*)

Jumat, 23 Januari 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.