Terang Mengusir Kegelapan Dunia

0 33

Refleksi bacaan Minggu (25/1/2026), Yesaya 8:23b-9:3; 1 Korintus 1:10-13.17; Matius 4:12-23

Katolikana.com – Melalui liturgi mingguannya, Gereja mewartakan misteri pribadi Yesus Kristus.

Setelah Minggu lalu memperkenalkan-Nya sebagai Anak Domba Allah, sabda Tuhan hari ini menyatakan-Nya sebagai Terang Dunia yang bersinar dan tak terkalahkan.

Sebutan itu bukan hanya sekadar gelar; melainkan kebenaran mendasar yang mengusir kegelapan, baik dalam kehidupan pribadi maupun komunitas manusia.

Digemakan Perjanjian Lama
Identitas pribadi Yesus ini pertama kali digemakan dalam Perjanjian Lama.

Kitab Yesaya mewartakan hal itu kepada umat yang berada dalam kegelapan dan penindasan, serta menubuatkan terang besar—Sang Mesias—yang akan membawa sukacita, kebebasan, dan kemenangan.

Fajar menyingsing
Injil Matius menunjukkan digenapinya janji ini ketika Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea, wilayah yang persis disebutkan oleh Yesaya.

Seruan-Nya, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.” Saat itu fajar menyingsing di dunia yang gelap.

Tindakan-Nya memanggil para rasul pertama merupakan terang dalam tindakan, memanggil mereka dari kehidupan biasa ke dalam misi Allah yang menerangi dunia.

Bagi perjalanan pribadi kita, kebenaran ini bersifat transformatif. Seperti dinyatakan dalam Mazmur 27, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?”

Kristus harus menjadi terang pribadi kita. Dia menerangi jalan kita, menyoroti dosa untuk pertobatan, dan mengungkapkan kasih karunia Allah.

Mengikuti-Nya berarti berjalan dalam rasa aman dan bebas dari rasa takut yang sering dialami karena berada dalam kegelapan.

Lebih dari itu, terang ini juga menyoroti kegelapan ada dalam komunitas. Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, menentang pertikaian yang memecah belah dan membuat komunitas mereka gelap.

Ia mengarahkan mereka kembali pada inti yang mempersatukan, yakni salib Kristus. Pesan salib adalah pusat yang bersinar dari terang Kristiani—kuasa dan hikmat Allah yang menghakimi kesombongan duniawi dan mempersatukan kaum beriman dalam satu Tubuh.

Anak-anak terang
Apa pesan sabda di atas bagi kita? Kita dipanggil untuk melakukan hal-hal berikut.

Pertama, bertobat dan mengikuti Yesus. Artinya, terus-menerus berbalik dari kegelapan kepada terang-Nya.

Kedua, hidup tanpa rasa takut. Maksudnya, mempercayakan diri pada keselamatan dan tuntunan-Nya kapan pun; pada segala keadaan.

Ketiga. memelihara kesatuan. Hendaknya kita mempertahankan salib sebagai pusat, menolak semua kesetiaan yang memecah belah dan mengaburkan kesaksian kolektif dari komunitas kita.

Di dunia yang penuh keputusasaan dan kebingungan, kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang, mencerminkan Kristus yang telah mengalahkan kegelapan, dan mengajak orang lain masuk ke dalam fajar-Nya yang mulia.

Dengan demikian kita menjadi penjala manusia seperti yang Yesus kehendaki.

Minggu, 25 Januari 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.