RAT Ke-36 KSP Kopdit Karya Jasa: Perkuat Tata Kelola Profesional dan Ekspansi Layanan di Sumatera Selatan

PALEMBANG, katolikana.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Karya Jasa Palembang sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-36 untuk Tahun Buku 2025. Agenda besar yang berlangsung selama dua hari (14–15 Februari 2026) ini menjadi momentum penting bagi koperasi dalam menegaskan transformasinya menjadi lembaga keuangan yang modern, transparan, dan inklusif.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (14/2) di Hotel Airish, Palembang, yang fokus pada pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus. Puncaknya, acara seremonial RAT dilaksanakan pada Minggu (15/2) di Charitas Convention Hall KM 7, Palembang.
V.Edy Cahyono selaku penasehat mengatakan bahwa KSP Kopdit Karya Jasa Palembang yang pada awalnya beranggotakan karyawan Charitas Hospital Palembang, saat ini telah membuka sayapnya untuk masyarakat umum dan umat di Gereja Katedral St Maria, Gereja St Petrus Kenten, Gereja St Stefanus Palembang dan lembaga – lembaga pendidikan Katolik lainnya di Sumatera Selatan. Melalui Ekspansi Wilayah dan Kepengurusan Yang Profesional diharapkan kepengurusan periode 2026-2028 harus semakin professional dan lulus kelayakan dan kepatutan. Mampu menjalankan dan mengembangkan program kerja yang telah disusun.

Sebagai KSP Kopdit atau Credit Union (CU) Karya Jasa dalam melebarkan sayap keanggotaannya yang “menggereja” merujuk pada integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial Kristiani ke dalam praktik ekonomi. Bukan sekadar lembaga pinjam-meminjam uang, Kopdit yang menggereja adalah wujud nyata dari Ajaran Sosial Gereja (ASG) Pelayanan dalam Kopdit ini harus mencerminkan karakter kristiani yang kuat melalui Solidaritas (Koinonia) yaitu : Anggota yang beruntung membantu yang berkekurangan melalui sistem simpan-pinjam. Subsidiaritas: Menghargai kemampuan unit terkecil (keluarga/anggota) dalam mengambil keputusan keuangan mereka sendiri. Kejujuran dan Transparansi: Pengelolaan dana umat dilakukan dengan integritas tinggi sebagai bentuk penatalayanan (stewardship) terhadap berkat Tuhan.
Tanpa nilai-nilai yang menggereja, Kopdit berisiko menjadi “Bank Kecil” yang hanya mengejar profit dan kehilangan sisi kemanusiaannya. Sebaliknya, Kopdit yang menggereja menjadikan uang sebagai pelayan, bukan tuan, demi kesejahteraan bersama (Bonum Commune).
KSP Kopdit Karya Jasa kini berperan strategis sebagai mitra Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dalam menyalurkan pembiayaan ultra mikro. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat sektor Usaha M ikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi para anggotanya.

Pertumbuhan Solid dan Kepercayaan Anggota
Dalam laporannya, Ns. Andy Aryoko, S.Kep., MARS., yang kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus periode 2026–2028, memaparkan capaian positif lembaga. Sejak berdiri pada 16 Oktober 1974, KSP Kopdit Karya Jasa terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat.
- Total Aset: Mencapai kurang lebih Rp126 Miliar pada akhir tahun buku 2025.
- Jumlah Anggota: Tercatat sebanyak 5.181 orang.
- Basis Keanggotaan: Bermula dari lingkungan internal Charitas Hospital, kini telah meluas ke masyarakat umum di Sumatera Selatan, jemaat berbagai paroki (Katedral St. Maria, St. Petrus Kenten, St. Stefanus), serta lembaga pendidikan Katolik di Palembang Sumsel.
Menuju Koperasi Modern dan Profesional
Mengusung tema “Membangun Koperasi Modern Melalui Ekspansi Wilayah dan Kepengurusan Yang Profesional”, Andy Aryoko menekankan pentingnya standarisasi kompetensi bagi pengurus baru.
“Kepengurusan periode 2026–2028 berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme. Seluruh pengurus wajib lulus uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) guna memastikan program kerja yang telah disusun dapat dieksekusi secara efektif untuk kesejahteraan anggota,” ujar Andy.
Sebagai langkah nyata modernisasi, Manajer KSP Kopdit Karya Jasa, Cyrilus Wintoko, menambahkan bahwa koperasi telah menjalani audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Langkah ini merupakan kepatuhan terhadap Permenkop UKM No. 2 Tahun 2024 bagi koperasi dengan aset di atas Rp5 Miliar, guna menjamin akuntabilitas keuangan di mata anggota dan regulator.

Inklusi Keuangan dan Ekspansi Wilayah
Pada tahun 2026, koperasi menargetkan perluasan jangkauan pelayanan hingga ke seluruh wilayah Sumatera Selatan. Upaya ini diharapkan dapat memperkenalkan nilai-nilai koperasi kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat kehadiran Kopdit Karya Jasa sebagai solusi finansial yang terpercaya. Sesuai dengan mottonya, “Raih Kesejahteraan Bersama Kami”, KSP Kopdit Karya Jasa mengundang masyarakat Sumatera Selatan untuk bergabung.

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.