Misa Pembaruan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak Suci diselenggarakan di Gereja Katolik Santo Athanasius Agung, Paroki Karangpanas Semarang, Selasa, 31 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Semarang, Katolikana.com – Lebih dari 315 imam di Keuskupan Agung Semarang (KAS) hadir dalam Misa Pembaruan Janji Imamat yang diselenggarakan KAS di Gereja Katolik Santo Athanasius Agung Paroki Karangpanas Semarang, pada Selasa (31/3/2026) pukul 17.00 WIB.
Sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan mengucapkan pembaruan janji imamat para imam melaksanakan rekoleksi, pengakuan dosa dan refleksi. Para imam bersama narasumber rekoleksi Romo V. Indra Sanjaya Pr, merenungkan materi : “Bahagia kuterikat pada yahwe harapanku pada Allah Tuhanku”.
Lintas sejarah
Misa Krisma adalah ibadah khusus yang dilakukan di Gereja Katolik sejak tahun 200 M.
Misa Krisma – melansir dari Wikipedia -merupakan salah satu liturgi yang paling khusyuk dan penting dalam kalender liturgi Kekristenan. Tradisi Kerasulan Kristen kuno (200 M) menggambarkan Misa Krisma sebagai “upacara yang berlangsung selama Malam Paskah di mana dua minyak suci diberkati dan satu dikuduskan.” Selama ritus ini, dua minyak “diberkati oleh uskup: minyak orang sakit dan minyak pengusiran setan”, serta “dikuduskan minyak krisma”.
Misa Pembaruan Janji Imamat Keuskupan Agung Semarang (KAS) 2026 dan Pemberkatan Minyak merupakan momen utama dalam Misa Krisma di Gereja Katolik. Perayaan ini dipimpin oleh Uskup Agung KAS menjelang Tri Hari Suci di Katedral. (Namun karena di gereja Katedral Semarang masih ada proses pembangunan, Misa dialihkan di Gereja Santo Anthanasius Agung Karangpanas Semarang).
Pembaruan Janji Imamat.
Setelah homili para imam berkumpul di sekitar Uskup untuk memperbarui janji tahbisan mereka.
Makna pembaruan janji ini merupakan momen pembaruan kesetiaan kepada Kristus, Gereja, dan Uskup. Ini adalah tanda persatuan para imam dengan Uskup.
Tujuannya mengingatkan kembali para imam akan panggilan mereka, menghidupkan kembali semangat pelayanan, dan menumbuhkan iman yang mendalam dalam tugas pastoral.
Selain itu pembaruan janji imamat memiliki makna Kesatuan dan Liturgi. Tanda Kesatuan yakni kehadiran banyak imam dari berbagai paroki melambangkan persatuan imam dengan uskup sebagai satu presbiterium.
Presbiterium adalah istilah teologi yang merujuk pada majelis penatua atau pemimpin gereja. Dalam Gereja Katolik: Kolegium imam yang bekerja sama dengan Uskup dalam pelayanan pastoral di suatu keuskupan.
Misa ini juga mengajak umat untuk bersikap fokus pada Kristus. Misa ini mengajak umat untuk mengenang Kristus sebagai Mesias yang diurapi untuk menyelamatkan dunia.
Pemberkatan minyak suci
Uskup melakukan Pemberkatan Minyak Suci yang terdiri dari tiga jenis minyak suci yang akan digunakan untuk sakramen selama satu tahun ke depan. Minyak tersebut yaitu :
- Minyak Krisma (SC – Sanctum Chrisma). Minyak zaitun campuran balsam, dikonsekrasi (dikuduskan) untuk Sakramen Baptis, Krisma, dan Imamat. Minyak ini mlambangkan karunia Roh Kudus dan aroma Kristus.
- Minyak Katekumen (OI – Oleum Infirmorum). Digunakan untuk mengurapi mereka yang mempersiapkan diri menerima Baptisan (Katekumen), memberikan kekuatan untuk menolak setan dan dosa.
- Minyak Orang Sakit (OS – Oleum Catechumenorum). Digunakan dalam Sakramen Urapan Orang Sakit untuk meringankan penderitaan dan memberi kekuatan rohani maupun fisik.

Misa Pembaruan Janji Imamat KAS 2026
Para imam, bruder, suster, frater, umat di KAS hadir dan mempersekutukan dalam perayaan agung dan menghidupi Ekaristi dalam Misa Krisma. Mereka bersatu dalam doa dan mendukung Para Imam dalam mengucapkan Pembaruan Janji Imamat serta pemberkatan minyak. Perayaan Ekaristi disiarkan langsung secara live streaming dari Gereja Katolik Santo Athanasius Agung, Paroki Karangpanas Semarang, Selasa, 31 Maret 2026 pk. 17.00 WIB.
Perayaan Ekaristi Pembaruan Janji Imamat dan pemberkatan minyak mengangkat tema: “Bahagia, Menginsiprasi dan Mengupayakan Kesehahteraan”.
Pelayanan imam di gereja bukan sekedar tugas liturgis melainkan perutusan yang hidup dan menyatu dengan dinamika umat.
Dalam semangat ARDAS IX Keuskupan Agung Semarang (KAS).
2026 imam dipanggil menghadirkan wajah Gereja yang semakin bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan. Imam tidak hanya berada di altar tetapi berjalan bersama umat mendengarkan denyut suka dan duka umat serta menjadi tanda pengharapan di tengah perubahan zaman.

Berjalan bersama
Ketika imam dan umat berjalan bersama maka akan terciptalah Gereja yang hidup, bahagia karena bersyukur, menginspirasi karena setia dan menyejahterakan karena peduli.
Dalam semangat melayani dengan rendah hati dan penuh kasih, Gereja menjadi cahaya yang menuntun, harapan yang menguatkan, serta sahabat bagi siapapun yang merindukan kehidupan yang lebih bermakna dalam Yesus Kristus.
Perayaan Ekaristi Pembaruan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai selebran dan didampingi oleh:
- Vikjen KAS Romo FX Sugiyana, Pr
- Pastor Paroki Randusari Katedral Romo Yosafat Dani Puspantoro, Pr
- Ekonom KAS Romo Ignasius Suharyono, Pr
- Wakil Ekonom KAS Romo Yohanes Triwidianto, Pr
- Provinsial MSF Romo Yohanes Risdiyanto, MSF
- Provinsial SJ Romo Benedictus Hari Juliawan, SJ
- Vikaris Judicial Romo Gregorius Kriswanto, Pr
- Vikep Kategorial Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr
- Vikep Semarang Romo Yohanes Babtista Rudi Hardono, Pr
- Vikep Surakarta Romo Herman Yosep Singgih Sutoro, Pr
- Vikep Kedu Romo Antonius Dodit Haryono, Pr
- Vikep Yogya Barat Romo Alfonsus Redriquez Yudono Suwondho, Pr
- Vikep Yogya Timur Romo Adrianus Maradiyo, Pr
- Ketua Unio KAS Romo Antonius Amisani Kurniadi, Pr
- Narasumber Rekoleksi Romo V. Indra Sanjaya, Pr
Video Perayaan Ekaristi Pembaruan Janji Imamat KAS 2026 mendapatkan perhatian dan merupakan perwujudan dukungan doa dari umat, pada Rabu (1/4/2026) pukul 16.30 diikuti 15.090 umat.

Peneguhan gembala KAS
Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko pada akhir homili menyampaikan:
“Para romo yang terkasih, marilah dalam kesempatan yang indah ini dengan dukungan seluruh umat yang hadir di gereja dan mengikuti secara on line kita perbaharui janji imamat kita dengan kesadaran baru, yakni pertama menjadi imam yang bahagia karena keterikatan kita pada Kristus dan tinggal dalam kasih-Nya.
Kedua menjadi imam yang menginspirasi melalui keteladanan hidup bagi orang lain.
Ketiga menjadi imam yang menyejahterakan dengan kasih yang memberi diri, yang siap untuk berbagi sukacita kepada umat.
Semoga melalui pembaruan janji imamat ini, kita diteguhkan kembali untuk menjadi gembala yang sungguh mencerminkan hati Kristus, Sang Gembala yang baik, sebagaimana kita dengar dari bacaan Injil dan bacaan pertama hari ini”

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta