Labuan Bajo, Katolikana.com – Perayaan Minggu Palma (29/3/2026) menjadi sesuatu yang istimewa bagi umat Paroki St. Klaus Werang. Untuk pertama kalinya, perayaan Minggu Palma di paroki ini dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus. Ia didampingi oleh Rm. Selus Juanda (Pastor Paroki), Rm. Frans Nala, Rm. Martin Wilian, Rm. Ivan Selman, dan Rm. Rikard Karno.
Seremoni pembukaan dilakukan di halaman Kantor Camat Sano Nggoang dihadiri oleh ribuan umat. Sekalipun dalam suasana sederhana, mereka tampak sangat bersukacita. Mereka mau mengambil bagian secara aktif dalam rangkaian peristiwa Pekan Suci yang dimulai dengan Minggu Palma.
Dalam renungan singkatnya, Mgr. Maksi mengajak seluruh umat untuk meneladani cara hidup Yesus, Sang Raja. Ia datang tidak dengan segala atribut kebesaran seperti raja-raja dunia, tetapi sebagai orang yang sederhana, lembut, dan rendah hati. Ia sungguh-sungguh hadir dalam pengalaman hidup konkret manusia. Sebagai Raja, Ia menyatu dengan umat-Nya dan berjalan bersama mereka.

“Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh banyak orang, Ia tidak menunggang kuda, yang merupakan simbol kekuatan dan kuasa. Sebaliknya, ia menunggang seekor keledai beban, simbol kerendahan hati. Ia membawa kasih dan damai bagi kita semua. Marilah kita membuka hati, agar Yesus merajai seluruh hidup kita, dan kita pun menjadi pembawa kasih dan damai bagi sesama dalam hidup,” kata Mgr. Maksi.
Selanjutnya, umat berarak menuju Gereja Paroki Werang sambil menyanyikan lagu-lagu pujian “Hosana Putera Daud” dan melambaikan daun-daun palma. Suasana tampak begitu semarak dan khidmat. Umat sungguh antusias mengikuti perarakan ini, sekalipun berjalan di bawah panas terik sinar matahari.
Prosesi ini memberi makna iman bagi umat Keuskupan Labuan Bajo yang sedang menghidupi Tahun Persekutuan Sinergis. Berjalan bersama Sang Raja meneguhkan iman dan mempererat persaudaraan. Orang beriman tidak pernah berjalan sendirian dalam hidup.
Dalam homilinya, Mgr. Maksi menyampaikan tiga aspek penting yang menjadi ciri khas Yesus sebagai Raja. Pertama, Ia adalah seorang hamba. Hamba menduduki strata terendah dalam kehidupan sosial. Ia hanya melakukan apa yang disuruh oleh tuannya. Yesus yang dielu-elukan hari ini menempatkan diri-Nya demikian. Ia mau menjadi hamba kita semua.
Kedua, Ia adalah pelayan. Pelayan adalah orang yang melakukan sesuatu untuk kebutuhan orang lain. Memang pelayan sama dengan hamba, namun ia lebih pastoral. Sebagai hamba, Yesus adalah pelayan kita manusia.
Ketiga, Ia rela berkorban. Yesus tidak hanya menjadi hamba dan pelayan, tetapi memberikan diri-Nya secara total di salib untuk kita. Pengorbanan Yesus bukan untuk kebanggaan diri-Nya, melainkan demi keselamatan kita. Inilah inti misteri iman yang kita rayakan hari ini dan menuntun perjalanan kita memasuki pekan suci.

Rm. Selus Juanda sebagai pastor paroki menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kegembalaan Mgr. Maksi. “Kebanggaan dan sukacita umat hari ini adalah merayakan Minggu Palma bersama gembala mereka. Mereka sungguh merasakan kehadiran Sang Gembala Agung secara nyata dalam diri Mgr. Maksi. Kami juga menyampaikan kepada Bapak Uskup bahwa selama masa Prapaskah ini kami telah menjalankan kegiatan/Gerakan sosial-karitatif ‘KBG helping KBG’.”
Setiap anggota KBG saling membantu, dalam bentuk membagikan sembako kepada anggota yang berkesulitan seperti para duda atau janda yang sudah lansia. “Ini salah satu wujud Tahun Persekutuan Sinergis di paroki kami,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Frans Din, Ketua DPP St. Klaus Werang. “Ini kali pertama seorang gembala datang merayakan Minggu Palma di paroki. Sungguh istimewa dan membanggakan. Kehadiran Bapak Uskup meneguhkan iman umat, terutama dalam persiapan memasuki pekan suci. Hari ini umat dari seluruh stasi datang ke sini. Kami hendak merayakan sukacita bersama Bapak Uskup”.
Setelah perayaan ekaristi dilangsungkan resepsi sederhana, yang dimeriahkan dengan penampilan anak-anak Sekami yang datang dari berbagai stasi. Paguyuban mereka sangat hidup, dan memberi harapan bagi Gereja.

Penulis adalah kontributor Katolikana.com di Labuan Bajo.