Warta Sabda dari Mimbar Hingga di Media Sosial

0 28

Katolikana.com – Merenungkan Sabda, konteks zaman sekarang tidak hanya mendengarkan dari pewartaan Sabda di mimbar.

Fiat Voluntas Tua” (bahasa Latin) artinya “Jadilah kehendak-Mu”. Kalimat ini berasal dari doa Bapa Kami (Matius 6:10) dan merupakan ungkapan penyerahan diri total kepada kehendak Allah, seperti yang diucapkan oleh Bunda Maria “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu”.

Frasa ini sering digunakan untuk melambangkan ketaatan, kepercayaan, dan sukacita dalam mengikuti rencana Tuhan, bahkan dalam situasi sulit.

Frasa ini dalam beberapa konteks, juga banyak ditemukan sebagai tema perenungan, lagu, atau motto hidup rohani.

Refleksi dan merenungkan Sabda menjadi upaya menghayati Sabda. Saat ini merenungkan dan menghayati Sabda tidak hanya setelah mendengar pewartaan di mimbar namun juga melalui media sosial.

Pewartaan Sabda era digital
Media sosial adalah sarana efektif dan strategis untuk pewartaan Sabda (Injil) di era digital, memungkinkan penyebaran nilai-nilai kebaikan, katekese, dan ajaran iman melintasi batas geografis, ruang dan waktu.

Gereja memanfaatkan platform seperti YouTube, Instagram, dan WhatsApp sebagai ruang digital untuk evangelisasi, katekese, dan pembinaan iman.

Mimbar dalam Gereja Katolik secara liturgis disebut Ambo. Ambo merupakan tempat yang ditinggikan di panti imam khusus untuk pewartaan Firman Tuhan (Liturgi Sabda), seperti pembacaan Kitab Suci, Mazmur, dan homili. Di era digital pewartaan Sabda di mimbar didukung dengan pewartaan lewat media sosial.

Mimbar atau Ambo di Gereja Santo Paulus Paroki Kleco, Surakarta (Foto Ist.)

Merenungkan Sabda
Merenungkan Sabda tidak terbatas pada saat liturgi, ibadah dan perayaan Ekaristi. Merenungkan Sabda “diwartakan di mimbar-mimbar lain”. Audio dan video serta media sosial selain teks di cetakan kertas memuat kutipan Sabda.

Ruang dan waktu dalam berbagai konteks memungkinkan orang beriman mencercap Sabda.

Mirengake Sabda, Nyecep Sabda, Nindakake Sabda atau Mendengarkan Sabda Tuhan, Mencercap Sabda dan Melaksanakan Sabda menjadi hal yang sangat dekat dengan hidup rohani orang beriman.

Renungan banyak ditulis, disajikan lewat media komunikasi. Cetakan bacaan harian dan renungan banyak diterbitkan. Konten-konten visualisasi kutipan sabda banyak dibuat dan tersaji di media sosial.

Pembatinan, penghayatan Sabda tersedia teks dan konteks dalam rentang waktu 24 jam dalam sehari. Sabda (Tuhan) tidak jauh dari hidup orang beriman.

Busana keseharian

“Agama ageman aji” filosofi Jawa yang memaknai agama sebagai pakaian yang mulia (ageman) dan bernilai tinggi (aji/ageng) menjadi pengingat jika dikaitkan dengan Sabda. Jika Sabda, seperti halnya ageman atau busana keseharian, Sabda menjadi pemantas diri dalam hidup keseharian. Refleksi, permenungan menjadi sarana memantas diri, memantas hati.

Pewartaan tidak hanya dekat di telinga, di mata namun bisa juga dekat di hati. Sisi ini menjadi bagian rasa syukur atas pewartaan Sabda yang bisa direnungkan dari pewartaan lewat media sosial.

Leave A Reply

Your email address will not be published.