Wisuda XXII UKMC: Memadukan Keunggulan Iptek dan Spiritualitas “Servant Leadership” di Era Kecerdasan Buatan

PALEMBANG, Katolikana.com – Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) resmi melantik 232 wisudawan pada upacara Wisuda XXII yang berlangsung khidmat di Xaverius Centrum Studioroom, Palembang, Sabtu (25/4/2026). Momentum ini menjadi penegasan komitmen UKMC dalam mencetak sarjana yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga kokoh secara karakter dan spiritual.

Sinergi Pendidikan dan Nilai Injili
Ketua Yayasan Musi Palembang, Romo Donatus Kusmartono, SCJ, menekankan bahwa pendidikan di UKMC merupakan upaya kolaboratif untuk membangun manusia seutuhnya. Menurutnya, dunia saat ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademis, melainkan daya tahan dan ketekunan yang berakar pada komitmen moral.
“UKMC bermimpi menjadi perguruan tinggi unggul di Sumatera Selatan. Mimpi ini diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi untuk membangun bangsa melalui generasi muda. Para wisudawan adalah aset berharga yang kini mengemban tanggung jawab profesional untuk menunjukkan sikap kompeten yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Romo Donatus.

Menjadi Terang di Tengah Ketidakpastian
Rektor UKMC, Dr. Maria Yosaphat Dedi Haryanto, SE, M.Si, dalam sambutannya mengajak para lulusan baru termasuk tenaga profesional keperawatan untuk menjadi agen perubahan yang solutif. Ia menekankan pentingnya moto Veritas et Scientia Nobis Lumen (Kebenaran dan Ilmu Pengetahuan adalah Terang Kita) sebagai kompas dalam berkarier.
“Jadilah terang yang menghangatkan dan pemimpin yang melayani. Kami mendorong lulusan untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pondasi ekonomi yang berlandaskan etika. Sesuai slogan kita, tetaplah Cerdas, Berkarakter, dan Menginspirasi di mana pun Anda berada,” pesan Dr. Dedi.

Tantangan AI: Teknologi untuk Kemanusiaan
Aspek pendidikan masa depan turut disoroti oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI II, Fansyuri Dwi Putra, SE, M.Si, yang mewakili Ketua LLDIKTI II, Prof. Ishak Iskandar. Ia mengingatkan pentingnya mengadopsi Teknologi Artificial Intelligence (AI) tanpa kehilangan jati diri sebagai manusia.
“Ilmu pengetahuan ibarat kereta cepat; kita harus ikut melaju agar tidak tertinggal. Namun, di tengah revolusi AI, pusat peradaban harus tetaplah manusia. Perlu sinergi antara teknologi digital dan kemanusiaan agar kita tidak hanyut ditelan zaman. Kami berharap UKMC terus menjadi universitas terdepan yang mampu bersaing dan unggul,” tegasnya.

Lulusan Terbaik
Predikat lulusan terbaik pada wisuda kali ini diraih oleh Hellen Wijaya dari Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan, yang menjadi simbol keberhasilan sinergi antara prestasi akademik dan pembentukan karakter di lingkungan kampus.

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.