Surakarta, Katolikana.com – Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta menandatangani Mou dan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) dengan Baznas Kota Surakarta. Penandatanganan berlangsung di Loji Gandrung rumah dinas Wali Kota Surakarta, Rabu (29/4/2026) pukul 10.00 WIB dalam acara Tasaruf Baznas.
Hadir dari RS Brayat Minulya Surakarta dr. Albertus Septian Rahardi Direktur Medis dan Suster Sr. M. Yulita, OSF, S. Kep, Ns Direktur Keperawatan RS Brayat Minulya Surakarta.
Penandatangan bersamaan dengan penyerahan bantuan manfaat Baznas Kota Surakarta. Baznas
(Badan Amil Zakat Nasional) adalah lembaga pemerintah non-struktural resmi yang dibentuk pemerintah berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional.
Bantuan manfaat yang diberikan untuk program pendidikan, kemanusiaan, ekonomi produktif dan kesehatan.

Meningkatkan keimanan dan taqwa
“Program kesehatan, Baznas Surakarta, menandatangani kerjasama dengan RS Brayat Minulya dalam bentuk kerjasama memberikan pendampingan rohani warga Surakarta yang dirawat di RS Brayat Minulya untuk meningkatkan keimanan dan taqwa sesuai keyakinan yang dianutnya (Beragama Islam)”, kata Ketua Baznas Surakarta H.M. Qoyim, S.Sos., MSI Ketua Baznas Surakarta.
Kerjasama ini didukung oleh Walikota Surakarta, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang mengungkapkan dukungan bagi warga masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Pendampingan rohani sesuai keyakinan
Tindak lanjut yang akan dilakukan di RS Brayat Minulya, menurut dr. Septian dan Sr. M. Yulita, OSF akan memberikan pastoral care pada pasien yang beragama Islam sesuai dengan keyakinannya bekerjasama dengan tenaga rohani dari Baznas Kota Surakarta.
Selama ini pastoral care yang dilaksanakan pendampingan rohani bagi pasien penganut agama Kristen dan Katolik.
Dengan kerjasama yang dijalin RS Brayat Minulya akan melakukan pastoral care sesuai keyakinan yaitu pelayanan kerohanian holistik yang mendampingi pasien, keluarga, secara emosional dan spiritual, disesuaikan dengan agama/keyakinan masing-masing.
Ini mencakup doa, konseling, ritual agama, dan kunjungan untuk memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan rohani sesuai keyakinan agama pasien.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta