Olahraga menjadi cara yang efektif untuk mencairkan sekat dan membangun kedekatan dan persaudaraan.
Surakarta, Katolikana.com – Tim Bola Voli Putra RS Brayat Minulya, pada Jumat (25/4/2026) ikuti Pekan Olahraga (POR), Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di GOR Wisanggeni, Jebres, Solo. Pekan olahraga ini digelar dalam rangka peringatan “May Day” (Hari Buruh) 1 Mei 2026, yang diselenggarakan oleh Disnaker Kota Surakarta.
Tujuan diselenggarakan kegiatan ini untuk menjaga hubungan harmonis tripartit antara pekerja, pengusaha dan pemerintah.
Pertandingan olahraga merupakan momentum untuk menjalin keakraban dan pembinaan kedisiplinan bersama di lingkungan-lingkungan unit kerja.

Membangun kedekatan dan persaudaraan
Pembukaan POR LKS dilakukan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Saat pembukaan Jumat (25/4/2026) Wawali mengungkapkan bahwa olahraga menjadi cara yang efektif untuk mencairkan sekat dan membangun kedekatan dan persaudaraan.
Melalui kegiatan seperti lomba bola voli, nilai kebersamaan hingga sportivitas bisa tumbuh secara alami.
Kegembiraan, suka cita tampak dari pancaran wajah pemain Tim RS Brayat Minulya. Meskipun tersisih pada babak penyisihan dan harus mengakui keunggulan lawan Tim Bola Voli Putra RS Brayat Minulya tetap bergembira berpartisipasi memperingati May Day. Keikutsertaan dalam tournamen ini juga menjadi bagian refleksi kecil peringatan hari buruh yang ditetapkan Gereja Katolik seraya meneladan Santo Yusuf Pekerja sebagai teladan kaum pekerja.
Berikut daftar Pemain Bola voli RS Brayat Minulya yang mengikuti pertandingan : Dwi Joko Sulistyo, Yuhanda Hafizd Setiaji, Antonius Sri Hermanto, Antonius Suhartanto, Ajie Wardhanu, Hilal Maajid Bintang, Adimas Bimo Handoko, Edy Haryono, Sujanarsih Eko Saputro, Fahmi Angga Prasetyo, Steffen Prasetya, Andre Ardiyanto, Ridwan dan Triyanto.

Santo Yusuf Pekerja teladan kaum pekerja
Tanggal 1 Mei diperingati Gereja Katolik sebagai Hari Raya Santo Yusuf Pekerja, yang ditetapkan oleh Paus Pius XII pada 1955. Peringatan ini bertepatan dengan Hari Buruh Internasional untuk menekankan martabat kerja, menjadikan Santo Yusuf sebagai teladan pekerja yang jujur, saleh, dan berdedikasi.
Paus Pius XII menetapkan hari raya ini untuk memberikan alternatif reflektif Kristiani pada perayaan Hari Buruh sekuler, serta menempatkan pekerja di bawah perlindungan Santo Yusuf.
Dimensi rohani peringatan Hari Buruh, menegaskan bahwa kerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga sarana pengudusan diri namun juga perwujudan pelayanan.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta