Tuntas Menghayati Iman

0 16

2 Timotius 4:1-8; Markus 12:38-44

Katolikana.com – Ada pernyataan Santo Paulus dalam suratnya kepada Timotius yang sering dikutip untuk memberi makna kematian seorang Kristen.

Paulus berkata: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7).

Apakah maksudnya? Apakah selama ini kita mengerti makna ungkapan itu?

Ternyata, itu adalah pernyataan tentang kesetiaan sampai akhir pertandingan atau perlombaan, dan iman yang dijaga dengan harga diri dan tindakan siap untuk mati.

Pengorbanan sejati
Bagaimana hal itu terkait dengan Injil Markus yang kita baca hari ini? Bacalah secara cermat 2 Timotius 4:7 dan Markus 12:43-44. Keduanya menunjukkan prinsip pengorbanan sejati. Dalam Injil Markus, Yesus memuji janda miskin yang memberi dua peser, karena ia memberi “dari kekurangannya, semua yang ada padanya, seluruh nafkahnya” (ayat 44). Total dan penuh iman pemberiannya; bukan dari kelimpahan atau sisa miliknya.

Janda miskin dan Paulus
Totalitas kesetiaan menghubungkan keduanya. Janda miskin memberi seluruh hidupnya dalam satu tindakan. Paulus memberi seluruh hidupnya dalam perjalanan panjang kerasulannya. Janda membuktikan iman dengan isi dompetnya; Paulus membuktikan iman dengan cucuran keringat, air mata, dan darah.

Dengan demikian, persembahan janda miskin itu menjadi miniatur dari hidup Paulus: sebuah kehidupan yang tidak menyisakan apa pun bagi diri sendiri, tetapi mempersembahkan segala sesuatu kepada Tuhan.

Dalam kerajaan Allah, ukuran sebuah persembahan bukanlah jumlahnya, melainkan sisa yang ditinggalkan untuk diri sendiri.

Mencantumkan 2 Timotius 4:7 pada nisan seseorang atau berita kematiannya berarti menyatakan bahwa orang yang meninggal sungguh telah mengisi hidupnya dengan penuh iman dan kesetiaan kepada Tuhan.

Semoga almarhum atau almarhumah sungguh telah menghayatinya.

Panggilan hidup sesuai iman
Jadi, dua bacaan hari ini mengingatkan kita akan panggilan untuk hidup sesuai dengan iman dan sikap siap mewartakan sabda Allah, entah baik atau tidak waktunya. Pertanyaannya, apakah kita masih menyisakan sesuatu untuk diri sendiri ataukah telah menghayati iman secara tuntas?

Sabtu, 6 Juni 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.