Paroki Santo Antonius Padua Purbayan Solo, Selenggarakan Sunatan Gratis

Ajak anak-anak nonton bareng film anak-anak untuk mengurangi cemas sebelum sunat.

0 86

Surakarta, Katolikana.com
Gereja Santo Antonius Padua Paroki Purbayan Surakarta pada Minggu (21/6/2026) melakukan pelayanan Sunatan Gratis bagi anak-anak umat paroki Purbayan dan sekitarnya.
Kegiatan dilakukan oleh Tim Pelayanan Kesehatan Bidang Pelayanan Kemasyarakatan (Yanmas) bekerjasama dengan RS Brayat Minulya Surakarta.

Kegiatan dilaksanakan di SD Kanisius Keprabon 2 Surakarta. SD Kanisius Keprabon 2 Surakarta berada di belakang gereja Purbayan satu kompleks dengan pastoran Jesuit Purbayan.

Kegiatan rutin

Kegiatan sunat bagi anak-anak ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dari Bidang Yanmas dan Tim Pelayanan Kesehatan Paroki.

Tahun ini menginjak kegiatan keempat kerjasama antara Paroki Antonius Padua Purbayan dan RS Brayat Minulya Surakarta.

Pater Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ, Pastor Vikaris Paroki St. Antonius Padua Purbayan Surakarta tampak hadir pada kegiatan Sunatan Gratis di SD Kanisius Keprabon 2 Surakarta diantara anak-anak, panitia, orangtua serta Tim Medis RS Brayat Minulya Surakarta.

Hadir dari RS Brayat Minulya 19 orang terdiri dari enam orang dokter, sebelas orang perawat, satu orang dari Bagian Farmasi dan satu orang dari Bagian Humas dan Marketing.

Sunatan Gratis merupakan salah satu perwujudan Tema Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) di Paroki Santo Antonius Padua Purbayan Surakarta yakni mewujudkan Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.

“Kegiatan Sunatan Gratis sesuai dengan tema pastoral KAS yang diimplementasikan Paroki Purbayan. Saat ini ada keluarga atau umat yang mengalami persoalan ekonomi yang sedang kurang baik. Di sisi lain, anak-anak memasuki masa menuju remaja, waktu menjalani sunat dan menjaga kesehatannya.

Sunatan  gratis menjadi momen yang ditunggu umat dan penyelenggaraannya bertepatan dengan  hari libur sekolah. Kegiatan ini harapannya memberikan kegembiraan dan kesejahteraan bagi umat,” kata Maria Christella Tunjung Sari Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan (Yanmas) Paroki Santo Antonius Padua Purbayan Surakarta.

Sementara itu, dr. Herdianto Eko Ketua Panitia Sunatan Gratis menyampaikan tujuan penyelenggaraan sunat untuk membantu kelompok umat KLMTD (Kecil Lemah Miskin Tertinggal dan Difabel). Jumlah terdaftar sebanyak 23 anak yang terdiri dari 12 anak dari Paroki Purbayan, 8 anak dari Panti Karuna Putra Gentan, 2 orang dari luar Paroki Purbayan, 1 orang dari Gereja Kristen.

Sebelum tindakan medis yang bersiap sunat 21 orang, 2 orang mengundurkan diri karena masih takut serta saat tindakan bertambah 2 orang yang membatalkan diri sehingga 19 orang anak menjalani sunat.

Tindakan medis sunat yang dilakukan Tim Medis RS Brayat Minulya Surakarta

Proses sunat

Sunat (sirkumsisi) adalah prosedur bedah minor untuk memotong dan membuang kulit yang menutupi ujung penis (kulup/preputium). Tindakan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan organ intim dan mencegah berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan penyakit menular seksual.

Sebelum sunat, anak-anak melakukan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu menerima motivasi dan edukasi tentang kesehatan sunat.

Untuk mengurangi kecemasan dan menghilangkan rasa takut,  Panitia Sunat Paroki Antonius Padua Purbayan memutar film anak-anak.

Tujuan pemutaran film agar anak-anak tidak mendengar suara jerit kesakitan atau tangisan dari teman-temannya setelah tindakan medis sunatan.

Setelah tindakan medis sunat anak-anak menerima souvenir atau kenang-kenangan dari Gereja dan mengambil obat serta menerima penjelasan perawatan diri setelah sunat.

Tindakan setelah sunat, tiga hari setelah menjalani sunat, anak-anak diwajibkan melakukan kontrol (pengecekan) kesehatan di RS Brayat Minulya Surakarta.

Anak-anak nonton bareng film anak-anak sambil menunggu antrian sunat, menerima souvenir kenang-kenangan kasih dan mengambil obat.

Pendampingan pasca sunat
Pelayanan sunat dilakukan secara detail dari perencanaan, pelaksanaan tindakan medis dan pasca sunat dilakukan agar anak-anak yang menjadi subyek kegiatan merasa aman, sehat, nyaman serta menjadi semakin sehat dan percaya diri.

Pendampingan bagi anak-anak dalam rangkaian sunat oleh Panitia Sunat Paroki Purbayan, dilakukan dengan membuat grup WA untuk melakukan edukasi, menerima keluhan, memberikan solusi tindakan kesehatan dan menjadi media komunikasi hingga anak-anak sembuh dan sehat pasca sunat.

“Tim medis dari Tim Pelayanan Kesehatan Paroki dan RS Brayat Minulya bersiap untuk memberikan solusi”, ungkap dr. Herdianto Eko.

Pada saat mendaftarkan, peserta diwajibkan melampirkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.

Souvenir yang diterima anak-anak berupa tas, buku dan pulpen (alat sekolah). Selain itu juga diberikan uang transport untuk pemeriksaan tindak lanjut setelah 3 hari dikhitan,  di RS Brayat Minulya Surakarta.

Pater Bagas, SJ ( Foto atas mengenakan kemeja kotak-kotak), Ketua Bidang Yanmas dan Tim Pelayanan Kesehatan Paroki Santo Antonius Padua Purbayan Solo; Maria Christella Tunjung, dr. Herdianto Eko, dan dr. Nunung Perwitasari serta Bruder Patrik BM (Ordo Budi Mulia) bersama anak-anak tampak saat kegiatan Sunatan di Paroki Purbayan Surakarta

Merasa gembira

Egidius dari Panti Karuna Putra, berasal dari Padang, Sumatera Barat, umur 13 tahun, kelas 7 (1 SMP) menyampaikan rasa gembira karena sudah sunat. Bersama 7 teman lain dari Panti Karuna Putra, ia didampingi Bruder Patrik, BM mengikuti Sunat di Paroki Antonius Padua Purbayan Surakarta (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.