Milestone Hari Ulang Tahun Perkawinan

0 27

Surakarta, Katolikana.com – Milestone (tonggak pencapaian) Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) adalah sebuah titik atau tahapan penting dalam suatu proses permenungan perjalanan hidup berkeluarga,rekoleksi, Ekaristi dan selebrasi bermakna bagi pasangan suami istri.

Milestone berfungsi sebagai penanda yang membantu mengukur apakah proses memaknai peristiwa penting dalam hidup pernikahan berjalan sesuai rencana, harapan dan kehendak pendamping hidup berkeluarga TPKP Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.

Milestone Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) ditandai dengan : Rekoleksi, Ekaristi dan Selebrasi dalam candlelightdinner. Rangkaian yang hendak dirajut proses menengok dan menggali janji pernikahan yang menjadi tonggak pengalaman hidup berkekuarga, refleksi dan evaluasi relasi yang pernah terhubung, pendalaman doa pasutri, pertumbuhan iman dan romantisme hidup keluarga yang menyegarkan hidup perkawinan. Saat-saat hening percakapan pasutri dalam selebrasi candlelightdinner menjadi pintu masuk mengeratkan kembali perkawinan yang dikehendaki Allah.

Peserta rekoleksi HUP

Milestone rekoleksi
Tradisi Katolik, rekoleksi adalah sarana pembinaan rohani berupa jeda sejenak dari rutinitas.

Tujuannya adalah mengumpulkan dan mengingat kembali pengalaman hidup bersama Tuhan.
Rekoleksi HUP bulan April, Mei, Juni 2026 digelar Jumat (26/6/2026) dan diikuti 17 pasutri yang menjalani perkawinan diantaranya selama 4, 16, 28, 33, dan 39 tahun.

Rekoleksi berlangsung 16.30 – 17.30 di Ruang Berthier Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta dengan tema:”Keluargaku Adalah Sorgaku”. Pembimbing Rekoleksi Romo Hibertus Hartono, MSF beserta Tim TPKP Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.

Mengawali rekoleksi Romo Hibertus Hartono, MSF mengajak peserta menyanyikan Lagu Keluargaku Adalah Surgaku. Link https://youtu.be/6xgRpERRNH0?si=4KutOiIBD2YVQ7kP

Kegiatan rekoleksi diisi dengan doa, menyadari kehadiran dan kasih Allah di tengah hidup perkawinan, peneguhan iman untuk menerima pewartaan Sabda, pengucapan janji perkawinan dan Ekaristi, pemberian materi sesi yang dibawakan oleh Romo Hibertus Hartono, MSF untuk menghantar refleksi dan selebrasi serta saat hening bermakna dalam terang cahaya lilin.

Rekoleksi Keluargaku Adalah Surgaku
Cinta karya cipta Allah Bapa yang dihayati pasutri dalam hidup perkawinan, tumbuh dan dirasakan dalam relasi dengan Allah bisa menghadirkan surga.

“Jadilah kehendak-Mu diatas bumi seperti di dalam surga. Dalam doa Bapa Kami, berarti bahwa surga bisa dihadirkan. Nilai nilai surga adalah nilai-nilai cinta, nilai kebaikan, nilai kebahagiaan. Jika nilai-nilai itu hadir dalam keluarga disitulah surga hadir ditengah keluarga, ungkap Romo Hibertus Hartono, MSF.

Percakapan hidup keluarga

Hidup keluarga tidak tergantung pada banyaknya apa yang dimiliki secara duniawi. Namun kesederhanaan bisa menjadi sumber kebahagiaan. Keluarga Surgaku memberi makna bahwa rumah bukan tentang bangunan yang indah namun cinta yang dialami dan dirasakan dalam keluarga.

“Keluarga adalah tempat dimana perjumpaan dialami, kebersamaan dibentuk, cinta dirasakan, iman ditanamkan, kebahagiaan sejati dirasakakan”, ungkap Romo Hartono.

“Ketika dua orang menikah, mereka tidak mencari sosok yang tanpa cela, namun belajar menerima ketidaksempurnaan satu sama lain”, tambah Romo Hartono.

Selanjutnya, mengutip pernyataan Paus Fransiskus, Romo Hartono menyampaikan bahwa indahnya perkawinan dan keluarga bukan hanya diawal perkawinan, namun ketika tetap setia dalam perjalanan, meski badai menghadang. Bukan pada janji di altar namun ketika berani untuk terus bersama meski kita ingin menyerah dan hampir putus asa.

Selanjutnya Romo Hartono mengingatkan kepada pasutri bahwa perkawinan merupakan percakapan hidup yang panjang, proses dialog yang menyertakan Tuhan dalam pergumulan hidup. Memaknai hidup Ke-lu-ar-ga begitu penting untuk menghayati kesetian hidup bersama pasangan.

Pengucapan pembaharuan janji perkawinan pasutri yang merayakan HUP bulan April, Mei dan Juni 2026

Milestone Ekaristi
Memaknai Hari Ulang Tahun Perkawinan diteguhkan dengan mendengarkan, mencercap Sabda serta menghayatinya dalam hidup perkawinan. Selain itu mengucapkan pembaharuan janji perkawinan serta merayakan Ekaristi merupakan penyatuan rasa syukur hidup perkawinan, pengorbanan dan siap berbagi hidup dalam Ekaristi sebagai puncak iman.

Bertepatan dengan Novena Ketiga Perayaan Ekaristi Devosi Keluarga Kudus dengan tema “Iman akan Yesus Menyelamatkan Keluarga” pasutri mengucapkan pembaharuan janji perkawinan setelah homili.

Sementara dalam pewartaan Sabda pasutri yang merayakan HUP dengan mendengarkan dan mencercap Sabda kisah tentang orang kusta yang memohon penyembuhan pada Yesus.

Peneguhan Romo Hibertus Hartono, MSF mengutip pernyataan singkat Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Sukoto saat pentahbisan imam menyatakan :”Aku tahu kepada siapa aku percaya”. Pernyataan ini menunjukan Allah sebagai arah dan andalan dalam hidup.
Hal ini juga menggambarkan bagaimana seorang kusta yang ingin sembuh -secara fisik dan iman (karena dipandang sebagai orang berdosa), secara sosial dan pribadi yang disingkiri banyak orang – mengetahui kepada siapa harus datang dan percaya untuk memohon rahmat kesembuhan.

Dengan penuh iman sikusta menyatakan “Tuan jika mau, Tuan dapat mentahirkan saya”, katanya menjawab pertanyaan Yesus yang bertanya kepadanya apa yang diminta pada Yesus. Yesus berkenan menyembuhkan.

Inilah iman, sikap percaya pada Tuhan, sikap berserah pada Tuhan yang mampu menyembuhkan.

Berkaitan dengan novena, Iman pada Yesus menyelamatkan keluarga yang bisa dipelajari : Kusta merupakan penyakit. Setelah disembuhkan sikusta diminta memperlihatkan pada para imam agar disahkan sebagai orang yang tidak berdosa lagi. Dalam hidup keluarga ini mengandung maksud segala kekurangan hidup, segala persoalan yang dihadapi keluarga yang perlu didahulukan hidup rohani dan hidup iman.

“Banyak kusta-kusta dalam hidup keluarga kita, ketidaksetiaan, tidak saling memahami namun menghakimi, mencaci maki, ketidak percayaan, kekerasan yang menjadikan kematian, kelumpuhan seseorang dalam keluarga.

Dalam situasi ini kita diajak untuk memandang Tuhan, berpasrah pada Tuhan, beriman, berjalan bersama Tuhan dalam situasi apapun dalam hidup berkeluarga. Saat jatuh, bersyukur dan lemah selalu ingat Tuhan. Saat gembira atau sedih, untung atau malang kita selalu ingat Tuhan. Itulah iman dalam keluarga yang perlu kita kembangkan”, ajak Romo Hibertus Hartono, MSF.

“Hidup pasangan suami istri dibangun oleh Allah sendiri. Allahlah kreator perkawinan dan manusia adalah prokreator bekerja sama dengan Allah dalam perkawinan ini. Jika kita ingin perkawinan sampai akhir maka kita perlu bersandar pada Allah yang menghendaki perkawinan ini”, ungkap Romo Hibertus Hartono, MSF mengakhiri homili.

Dalam cahaya lilin bersantap malam pasutri

Milestone selebrasi candle light dinner

A candle light dinner is an intimate, romantic dining experience illuminated primarily by candles. It is a perfect way to celebrate anniversaries, propose, or simply enjoy a special date night with your significant other.

Makan malam dengan cahaya lilin adalah pengalaman bersantap yang intim dan romantis, dengan pencahayaan yang terutama berasal dari lilin. Ini adalah cara sempurna untuk merayakan hari jadi, melamar pasangan, atau sekadar menikmati malam kencan istimewa bersama orang terkasih.

Tim Pastoral Keluarga Paroki (TPKP) Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, menyulap ruang Berthier seperti hotel berbintang dalam penyelenggaraan ini.
Anak tangga dihiasi lilin menyala yang berada di kanan kiri, suasana hening dengan cahaya lilin, suasana reflektif diciptakan. Suasana meditatif dalam balutan percakapan pasutri diciptakan.
Ada doa pasutri sebelum bersantap malam, lantunan musik romantis lembut mengalun.

Suasana meditasi saat membisikkan doa. Bukan bahasa verbal yang keluar tetapi bahasa hati pasutri.

Diteguhkan dengan bimbingan Romo Hibertus Hartono, MSF dan ajakan suka cita Tim TPKP mengalunkan lagu-lagu karaoke romantis seperti lagu Wonderful Tonight – Eric Clapton, Aku Makin Cinta – Vina Pandu Winata, Hatimu Hatiku – Lagu Muchsin Alatas dan Titiek Sandhora serta hidangan menawan.

Romantisme Endless Love – Diana Ross dan Lionel Richie mengalun dalam instrumen, menghantar pengharapan setia sampai akhir hayat hidup perkawinan.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.