Katolikana.com – Beberapa minggu yang lalu, kita membaca sabda Yesus yang sama, “Barang siapa mempunyai, akan diberi lagi; tetapi barang siapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga” (Matius 13:11).
Apa maksud sabda ini dan bagaimana kita memahami pesannya bagi hidup Kristen?
Kebenaran keselamatan
Pertama-tama, kita perlu meletakkan hal itu dalam konteksnya, yakni pengetahuan akan rahasia Kerajaan Surga yang Yesus ajarkan dalam bentuk perumpamaan.
Mempunyai “rahasia Kerajaan Surga” berarti memiliki kebenaran keselamatan yang tersembunyi, yang hanya diketahui melalui iman dan pewahyuan Allah dalam Yesus.
Yesus mengajar dalam perumpamaan untuk memisahkan mereka yang berhati terbuka (murid) dari yang tegar hatinya atau tidak mau percaya. Rahasia ini mencakup bahwa Kerajaan Allah hadir di tengah penderitaan, bertumbuh perlahan, dan bernilai tak terhingga.
Melihat kekayaan rohani
Mereka yang beriman dan menyambut Kerajaan Surga dikaruniai kemampuan untuk melihat kekayaan rohani di balik kehidupan yang diwarnai tantangan dan pencobaan. Mereka itu setia mengikuti Yesus tanpa melekat terhadap segala sesuatu yang bukan Yesus. Mereka inilah yang disebut saudara, saudari, dan ibu Yesus.
Bagi mereka ini diberikan bukan hanya hidup yang kini dijalani di dunia ini, melainkan juga hidup abadi dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan mereka yang menutup diri terhadap berita keselamatan Yesus akan kehilangan semua yang kini dimilikinya.
Mungkin orang itu memiliki kekayaan duniawi yang berlimpah-limpah. Namun itu semua tidak menyelamatkan jiwanya. Sebaliknya, kelekatannya yang demikian kuat akan harta itu telah membutakan matanya, menutup telinganya, dan mematikan hatinya sedemikian sehingga ia tidak mampu lagi melihat hidup abadi yang Tuhan janjikan. Jiwanya telah mati.
Apa gunanya orang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Membedakan mana yang bernilai abadi
Di sini, kita melihat arti dari ungkapan “semua yang ada padanya akan diambil juga.” Artinya, segala harta duniawi itu telah kehilangan fungsinya yang sejati.
Yesus tidak sedang mengajar para murid-Nya untuk anti terhadap barang dunia dan mengajak mereka hidup miskin. Ia sedang mengajar untuk melihat dan mengetahui serta membedakan mana yang bernilai abadi dan mana yang akan berlalu.
Apakah kita sudah memiliki rahasia Kerajaan Surga atau sungguh beriman? Atau, apakah kita demikian melekat pada hal-hal dunia sehingga menutup mata, telinga, dan hati terhadap Tuhan Yesus yang menawarkan hidup abadi?
Kamis, 23 Juli 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.