Kasih dan Iman yang Menyelamatkan

Lukas 7:36-50

0 39

Katolikana.com – Bacaan hari ini menyajikan kisah yang mengharukan. Cerita utamanya adalah orang Farisi mengundang Yesus datang dan makan di rumahnya. Di dalamnya muncul kisah lain, yakni datangnya seorang wanita berdosa di rumah itu.

Agak mengherankan bahwa pemilik rumah dan para tamu yang mengetahui reputasi wanita itu membiarkannya masuk. Sikap lunak itu seakan menjadi pintu masuk yang mengubah kisah.

Seluruh panggung dikuasai oleh wanita yang berdiri di belakang Yesus, menangis, membasuh kaki Yesus dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya (Lukas 7:18). Bayangkan suasana di dalam rumah itu dan perasaan semua yang ada di sana!

Pelajaran penting
Yesus dengan tenang menyampaikan pelajaran penting kepada sang pemilik rumah yang mengira bahwa Yesus tidak tahu siapa wanita itu. Dari semua kata-kata-Nya, sangat jelas bahwa Yesus mengetahui jauh lebih banyak daripada semua orang yang ada di sana.

Karena mengenal hati wanita itu dengan penuh kasih tanpa terbawa arus rumor banyak orang, Yesus dapat memberikan apa yang didambakan perempuan itu, yakni pengampunan dan keselamatan (Lukas 7:50).

Pelajaran apa yang kita petik dari kisah ini? Pertama, wanita berdosa itu mengajar kita, orang berdosa, tentang bagaimana bersikap di hadapan Tuhan. Ia datang dengan iman dan kasihnya. Kedua, ia memanfaatkan saat yang tepat untuk bertemu Yesus dan mengungkapkan kasihnya yang mendalam (Lukas 7:44-46).

Ketiga, pelajaran terpentingnya adalah tanggapan dari Tuhan Yesus, yakni mengampuni dan membebaskannya. Pendosa yang sungguh bertobat, menyesal, dan memohon belas kasihan Tuhan, pasti diampuni. Kasih dan iman menyelamatkan wanita itu.
Refleksi
Sebagai orang berdosa, apakah kita mengakui dosa-dosa kita dan menyesalinya? Apakah berani memohon ampun kepada Tuhan? Wanita itu secara terbuka menangisi dosanya di muka umum dan diampuni. Apakah kita berani memohon ampun atas dosa kita di ruang pengakuan?

Kamis, 17 September 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.